Karim dan “Para Fans Nya”

Ntah kenapa, walaupun tampang saya pas-pasan ditambah lagi dengan penampilan acak kadut, wajah tak terawat, rambut tak beraturan, Namun tetap saja pada setiap masa selalu ada beberapa wanita yang hobi memanggil-manggil saya pas lewat. Kalian yang membaca ini Boleh percaya boleh tidak… Biar enak ceritanya, akan saya runut dari semenjak saya mengenyam pendidikan di sekolah menengah pertama (Padahal mah saya sekolahnya di Madrasah Tsanawiyah)

1. MTs

Saya bersekolah di Pondok Pesantren, dimana santri Putra dan Putri dipisahkan asrama dan juga kelasnya. Namun ada satu daerah persinggungan antara asrama putra dan putri yang biasa digunakan untuk lalu lintas baik santri putra maupun santri Putri. Santri Putra dipersilahkan melintasi daerah tersebut, nah menariknya adalah, jalan tersebut berada tepat di bawah asrama putri, jadi bila ada santri putra yang lewat dapat diamati langsung oleh para santri Putri.

Dilokasi inilah yang menjadi titik cerita dimulai. Ntah Bagaimana ceritanya, kalau saya lewat daerah situ, dan kebetulan ada “para fans saya”, tiba-tiba saja mereka pada heboh dan neriakin nama saya. Sebagai anak yang masih polos dan bau kencur, tentu saja ini membuat saya gemetar ga karuan..

Saking seringnya nama saya dipanggil-panggil, membuat saya jadi takut lewat situ, kalaupun mau lewat, harus hati-hati, harus mengecek terlebih dahulu apakah “para Fans saya” tersebut sedang berkumpul atau tidak. Bila tidak ada, maka saya bisa lewat dengan tenang, dan bila ada maka saya coba tunda dulu lewatnya sampai kondisi sudah kondusip.

Para pelakunya terindentifikasi sebagai teman seangkatan dan ada juga kaka angkatan. Kadang hanya 3-5 orang, kadang serombongan ibu-ibu pengajian.

2. SMA.

Di SMA Jumlah “Fans saya” berkurang drastis, kalau misalkan saya maen sinetron, mungkin peran saya adalah cameo yang numpang lewat doang, ga boleh ngomong, ga boleh gaya macem2, cukup jalan aja melintasi kamera.

Namun tetap aja ada beberapa orang yang suka manggil-manggil saya. Lokasi kejadiannya biasanya pas dilapangan basket, pas saya lagi lewat, tiba-tiba ada orang yang teriak manggil saya dari atas lalu kabur begitu saja. Setelah saya amati berkali-kali, pelakunya tidak lebih dari 5 orang dan berasal dari adik kelas.

3. Masa Kuliah

Nah kalau masa ini, hampir mirip sama masa-masa di MTs. “para Fans saya” jumlahnya serombongan, kejadian biasanya terjadi disekitar kantin Kimia atau di gedung salah satu jurusan yang memiliki jumlah mahasiswa ber jenis kelamain wanita dominan. Namun kalau saya lewat, yang dipanggil bukan nama saya, tapi nama salah satu kawan mereka, kita sebut saja dia sebagai Dian.

Jadi kalau dari jauh sudah terlihat “para fans saya” sedang berkumpul, maka sebisa mungkin saya segera mengganti jalur. Namun bila terlambat mengantisipasi, maka siap-siap saja saya dipanggil-panggil. Kadang ini bikin nge drek-dek juga, secara saya kan orangnya lugu dan juga polos..

Pada masa ini, Jumlah “fans saya” tidak bisa saya hitung dengan tepat, karena bagaiamana mau saya hitung, lewat aja dah bikin deg-degan, namun terindentifikasi bahwa mereka berasal dari teman satu angkatan namun berasal dari jurusan yang berbeda

4. Masa Kerja

Nah kalau ini kejadiannya terjadi kalau saya mau pergi atau pun pulang ke kostan. Jadi dari jalur utama, saya harus melewati satu gang yang cukup lebar sebelum sampai di gerbang kostan. Nah kalau pas saya lewat terus ada anak-anak lagi main di Jalan, serentak mereka akan manggil-manggil saya dengan sebutan “om rezeki” dan diulang berkali-kali hingga saya masuk ke dalam gerbang. Untuk sejarah kenapa mereka manggil saya dengan panggilan itu, akan saya jelaskan kemudian.

Penutup…
Saya nulis ini sekedar untuk mengenang kisah-kisah menarik dalam hidup saya. Kan sayang aja kalau hilang begitu saja. Kalau sudah ditulis gini kan, suatu saat lagi galau, tinggal buka2 catetan, baca kaya gini, lalu bisa tersenyum kembali membayangkan bahwa pada dahulu kala ternyata ada orang-orang yang suka manggil-manggil saya.

Wkwkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s