Penyebab-penyebab Konflik Dalam Rumah Tangga

[Gus Karim Berceramah]
 
Bismillahirahmanirahim…
 
Assalamualaikum Wr Wb
Semoga kesehatan dan keselamatan selalu diberikan Oleh Allah SWT kepada kita semua.
 
Pada pagi ini, izinkan saya berbagi sebuah nasihat/ilmu, yang mana sebenarnya nasihat ini dikhususkan untuk saya pribadi, dan umumnya untuk kita semua yang sedang menjalani kehidupan di dunia ini.
 
Dalam sebuah pernikahan (tolong digaris bawahi, pernikahan, bukan pacaran, apalagi TTM an), sering kali terjadi konflik antara pasangan, kadang kecil, sedang bahkan mungkin besar. Dimana sebenarnya konflik adalah hal yang lumrah dan memang biasa terjadi, yang membedakan adalah bagaimana cara kita atau pasangan menyikapinya.
 
Dari sekian banyak penyebab, setidaknya ada empat hal teratas yang paling sering menjadi sebab terjadinya konflik, yang bila tidak dapat diatasi dengan baik dapat berujung pada perpisahan.
 
Saya memulainya dari penyebab konflik yang paling ringan terlebih dahulu.
 
4. “Interaksi dengan Keluarga Besar”
Pernikahan sesungguhnya bukan hanya menggabungkan dua Insan manusia, tapi juga sebuah penyatuan dua keluarga besar antara pihak Laki-Laki dan Wanita. Sebelum beranjak jauh, Ada dua lingkup keluarga, yang pertama adalah keluarga inti meliputi kaka adik dan ayah ibu. dan Yang kedua adalah keluarga besar meliputi paman-bibi-ponakan-sepupu dsb.
 
Konflik biasanya terjadi karena adanya “anggota keluarga besar” yang tidak bisa menjaga perasaan kita/pasangan, ntah itu berkaitan dengan ucapan, uang, dan sebagainya ataupun karena pasangan tidak bisa bersikap proporsional terhadap kedua belah pihak (berat sebelah).
 
Sebagai contoh : keluarga besar istri meminta bantuan hampir tiap bulan kepada pihak istri, Karena itu dari keluarga nya maka dia dengan mudahnya memberi bantuan. Namun disaat keluarga suami meminta bantuan, istri tidak memberi bantuan semudah saat dia membantu keluarga besarnya. Ataupun sebaliknya.
 
Tentu bila sering terjadi, maka salah satu pihak yang merasa diperlakukan tidak adil akan protes, lalu timbulah konflik antara mereka.
 
Solusinya sih mudah : ya kedua belah pihak harus sadar bahwa menikah itu menggabungkan dua keluarga, jadi ya harus adil kepada kedua belah pihak… Bantu keluarga sendiri, bantu juga keluarga pasangan. Indahnya saling membantu….
 
3. Anak.
 
Ayah dan Ibu memiliki gaya yang berbeda dalam mengasuh anak, mungkin ayah nya relatif tegas, sedangkan ibunya relatif lembut. Masing-masing akan memberikan “perintah” kepada anak sesuai dengan gayanya masing-masing
 
Konflik biasanya terjadi bila tidak ada komunikasi antara pasangan ttg titik tengah dalam mendidik anak mereka. Ayah ingin metode A, namun Ibu metode B.
 
Contoh sederhana : Saat anak menginginkan suatu barang (Misalkan PS4), ayahnya tidak mengizikannya dengan alasan itu akan mengganggu waktu belajarnya. Namun tanpa sepengetahuan Ayah, si Ibu malah membelikan anak tersebut PS4. Atau saat anak melakukan kesalahan, lalu ayah memarahinya, eh si Ibu malah membela Anak dan malah menyalahkan suaminya. Atau sebaliknya.
 
hal seperti itu dapat menyebabkan harga diri pasangan menjadi jatuh di mata anak, sehingga sang pasangan akan merasa tidak dihargai. Maka terjadilah konflik antara pasangan tersebut.
 
Solusinya juga sederhana : sebelum memerintahkan sesuatu pada anak, ayah dan ibu sebaiknya berkomunikasi berdua terlebih dahulu. Dicari jalan tengahnya, setelah keputusan didapat, maka itulah yang diperintahkan kepada anak. Bila ayah telah berkata maka harus didukung oleh istri, begitu juga sebaliknya. Sederhana kan…?
 
2. Ekonomi
 
Konflik biasanya terjadi bila suami tidak mampu memberikan kebutuhan dasar kepada pasangannya dan anak-anak mereka. Yang lebih ekstrim lagi adalah, sudahmah uang yang diberikan sedikit, eh si suami masih aja males-malesan dalam bekerja.
 
Karena kebutuhan ekonomi yang tidak bisa dipenuhi oleh suami, maka istri yang pontang-panting bekerja memenuhi kebutuhan keluarga, eh si suami tetep aja males-malesan.
 
Konflik juga terjadi karena istri tidak bisa memahami kondisi ekonomi sang suami. Suami sudah bekerja keras memenuhi kebutuhan dasar, namun istrinya terus menuntut lebih kepada pasangannya dengan proporsi yang tidak pas. Istri marah pada suami karena uang tidak cukup, suami marah pada istri karena kerja keras dia serasa tidak dihargai. Lengkap sudah konfliknya..
 
Solusinya : suami makin kerja keras dan kerja keras agar penghasilan bisa meningkat, sang istri harus memahami kondisi suaminya dengan cara tidak menuntut yang macam-macam. Bila kebutuhan dasar (makan, rumah, spp anak) sudah terpenuhi, ya jangan nuntut macem2 seperti jalan-jalan ke eropa, beli mobil baru, tv baru dsb
 
1. …………………
 
Untuk yang penyebab konflik yang paling sering menyebabkan perpisahan, akan saya sampaikan lain waktu.. Bila penasaran, bisa japri saya….
 
Selamat pagi semuanya
Selamat beraktifitas
 
Wassalamualaikum Wr wb
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s