Anakku Perasa

Saya mau cerita tentang sebuah pengalaman bersama anak pertama yang membuat perasaan saya menjadi campur aduk antara terharu, bahagia, sedih dan sejenisnya.
Kejadiannya berlangsung sudah hampir sebulan yang lalu. Saat itu saya mengajak anak saya untuk membeli susu kotak di swalayan. Saya dan anak masuk ke dalam toko, sedangkan istri menunggu di atas motor.

Saat memasuki toko, saya segera bergegas mencari rak tempat susu, lalu mengambil dan segera mengantri. Tanpa saya sadari, ternyata anak saya masih berdiri di deket pintu masuk (bagian dalam) sambil menatap rak yang menampilkan produk biskuit berbentuk panda (yang didalamnya ada cokelatnya). Saya baru menyadari hal tersebut saat mau membayar (karena pas ngantri, saya amati terus anak saya).

Selesai membayar, segera saya hampiri Aisyah (anak saya), dan mengajaknya naik motor. Namun ternyata dia ga mau dan berkata:

Aisyah : Abi, aisyah mau itu (sambil nunjuk biskuit panda)

Karena saat itu saya sudah belikan Aisayah Susu, saya tidak turuti permintaannya. Ternyata hal tersebut membuat dia merajuk. Hal tersebut dilihat dari wajahnya yang murung. Namun saya tetap pada pendirian saya.

Lalu Aisyah saya naikkan ke atas motor (wajahnya masih murung), Umi nya lalu berkata

Umi : Aisayah, kenapa sedih…?

Aisyah tidak menjawab.. saya yang menjawab

Saya : Aisyah mau biskuit panda, tapi ga abi beliin, soalnya Aisyah dah dibeliin susu ma Abi.

Lalu uminya berkata pada Aisyah

Umi : Oh, Aisyah kan dah dibeliin susu, kalau ada rezeki lagi, nanti baru Aisyah dibeliin biskuit pandanya ya.

Cukup lama aisyah terlihat murung, namun namanya juga anak-anak, akhirnya dia kembali ceria.

Nah, pas siangnya, Aisyah saya ajak main ke SD tempat eninnya ngajar. Disana Aisyah saya tawari jajan mainan (yang biasa mangkal depan sekolah itu loh)
Dari sekian banyak pilihan, ternyata aisyah memilih beli uang mainan yang berwarna biru (uang 50 ribuan). Dalam hati, kenapa ya dia milih itu, padahal banyak mainan lainnya yang bisa dibeli.

Saat Sore, saat sedang santai menikmati senja, Istri saya datang menghampiri lalu dia bilang:

Istri : A, tahu ga kenapa Aisyah milih beli uang-uangan
Saya : ga tahu, emang kenapa?
Istri : Aisyah tadi bilang ke Umi, “Aisyah beli uang-uangan Biar Aisyah punya Uang buat beli biskuit Panda”

Dengg… Lalu hati sayapun berkecamuk.. Ternyata kejadian tadi pagi masih teringat oleh Aisyah…..

Oh nak.. Maafkan Abimu ini.. Bukannya Abi ga mau beliin kamu segala macam keinginan, tapi……

Nanti kalau kau sudah besar, baru akan aku jelaskan tentang semua ini…

Selamat Pagi…
Bandar Lampung, 4 April 2016

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s