Kerupuk

[Gus Karim Berceramah]

Bila menggunakan “header” seperti itu, artinya gus Karim ingin bercerita/berceramah kepada para pembacanya, isinya bisa penting dan bisa juga sangat tidak penting. Tergantung kondisi saat menulisnya.

Pada edisi pertama ini, yang kebetulan suasana sekitar tempat tinggal saya sedang sahdu, angin bertiup sepoy-sepoy, burung saling sahut menyahut dan dari kejauhan terdengar suara bus damri yang hilir mudik, saya akan membahas hal yang ringan-ringan saja. Bahas yang berat-beratnya nanti saja.

Oke, pembahasan kita kali ini tentang kerupuk, ya karena kerupuk itu ringan, kalau bahas batu apa lagi besi itu berarti bahas yang berat, apalagi kalau bahas besi satu ton, itu juga berat. Nah lalu timbul suatu pertanyaan, bagaimana kalau membahas tentang kerupuk sebanyak 2 ton, itu termasuk ringan atau berat?

Kembali lagi pada topik tentang kerupuk, jadi kerupuk adalah salah satu makanan paporit saya, terutama saya konsumsi bersamaan dengan makanan berat (makanan berat tuh bukan berarti besi, pasir atau batu ya, tapi itu istilah yang digunakan untuk hidangan utama yang setelah mengkonsumsinya akan membuat perut menjadi kenyang).

Otong : “Gus, Kalau gitu kerupuk juga bisa jadi makanan berat dong, kalau makan kerupuk 1 ton, kan bikin kenyang juga”

Gus Karim : “tong, ente ga sopan amat, ini bukan edisi anda bertanya, gus karim menjawab. Pergi sanah ente, gorengin ane kerupuk lagi”

Otong : “ah gus mah…. kan becanda doang.. mau tak gorengin berapa kilo?”

Gus karim: ” Sakarep mu bae lah.. saya mau lanjut kultum nya”

Jadi kerupuk itu kalau dalam musik ibaratnya dia adalah kecrekan, membuat suasana menjadi lebih meriah tanpa menghilangkan cita rasa utamanya. Kalau dalam cinta ibaratnya kerupuk itu adalah ganguan sinyal saat lagi SMS an, membuat pesan menjadi tidak sampai dan membuat sang kekasih menjadi sedikit kesal. Membuat percintaan menjadi renyah-renyah kriuk gitu deh.

Kesukaan saya terhadap kerupuk belum se-esktrim Olga apalagi Bu Retno yang Menteri Luar Negeri itu. Karena saya ga sampai segitunya menyetok Kerupuk di rumah sampai bertoples-toples seperti mereka berdua. Kalau ada depan mata Alhamdulillah, kalaupun tidak ada, ya ga juga harus diada-adain

Ada pengalaman menarik berkaitan dengan kerupuk, Waktu kuliah di Adelaide, saya pernah mencoba memasak kerupuk. saat itu kerupuk yang ada adalah kerupuk ikan. Lalu saya mencoba untuk memasaknya, Percobaan pertama dengan menggunakan microwave. Setelah berbagai macam variasi waktu, dihasilkan kesimpulan bahwa microvae tidak layak untuk membuat kerupuk karena ternyata panas dalam microwave itu tidak menyebar rata, panasnya mengumpul di tengah sehingga bagian itu akan lebih cepat matang dibandingkan bagian lagi. Jadi ya kerupuk saya yang ditengah itu selalu gosong.

Percobaan selanjutnya adalah dengan menggunakan minyak goreng, setelah berbagai macam percobaan, dihasilkan kesimpulan bahwa menggoreng kerupuk harus dilakukan dengan sabar dan konsentrasi penuh karena kalau lengah dikit maka kerupuk yang dihasilkan akan gosong. Saya tidak mengada-ada, karena Hampir setengah kerupuk yang saya goreng pada gosong.. wkwkwkwkww

Dari cerita kerupuk ini, saya bisa mengambil sebuah pelajaran penting dalam kehidupan ini, membuat hal yang ringan seperti kerupuk saja membutuhkan kesabaran dan ketelatenan dalam prosesnya, apalagi membuat suatu yang lebih besar, tentu membutuhkan effort, perencanaan dan ketelaten yang lebih besar lagi. Ga bisa sekeder goreng-goreng-goreng, karena bisa jadi kerupuk yang dihasilkan akan gosong-gosong-gosong…

Begitu juga yang lain, ga bisa asal ngomong kerja-kerja-kerja, tapi harus dipikirkan dulu, apa yang mau dikerjakan? bagaimana perencanaannya, bagaimana controlnya? dan sebagainya…

Udah gitu dulu ah….
Mau sarapan pagi dulu nih, kayanya si otong dah selesai ngegoreng kerupuknya…

Selamat pagi semuanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s