Interest vs Bunga

Dalam perjalanan pulang dari tempat kuliah, sebuah pertanyaan sederhana terbersit, kenapa dalam dunia simpan pinjam di Indonesia, “interest” diartikan sebagai “bunga”? padahal dalam bahasa inggris bunga itu adalah flower.

Ternyata oh ternyata, kata bunga Ini berdasarkan padanan sifat: Interest dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai Minat, kepentingan, dan perhatian. Kata terakhir lah (perhatian) yang menurut saya paling mendekati alasan kenapa dia dalam b.indonesia dia disebut dengan Bunga.

Kita harus tahu dulu sejarah bank, yaitu tempat menyimpan harta. Lalu dia memberikan kuitansi kepada yg menitip sebagai tanda bahwa dia menitipkan hartanya di Bank. Nah disinilah pintarnya orang bank, setiap jumlah simpanan tertentu, dia akan mengeluarkan cek tambahan kepada orang-orang yang berniat untuk meminjam. Jadi teorinya adalah semakin banyak orang yg menyimpan, maka akan semakin banyak dia dapat mengeluarkan cek tersebut (dikemudian hari, cek tersebut disebut dengan money).

Nah, Agar Bank bisa mengeluarkan Uang semakin banyak, maka bank berusaha untuk menarik orang-orang untuk menyimpan hartanya di tempat mereka. Agar orang-orang tertarik untuk menyimpan hartanya di Bank, maka dibuatlah sesuatu yang menarik perhatian. Setelah mereka memutar otak, maka didapatkanlah suatu cara yaitu berupa penambahan harta senilai tertentu berdasarkan persentase. Makin besar persentasenya maka orang-orang akan makin tertarik untuk menyimpan. Sehinga pada saat itu timbullah kata-kata di antara masyarakat:

“I don’t want to store my wealth there, the added value not interest”, i want to find another bank which more interest rather that one”

Jadilah orang-orang berusaha mencari bank yg lebih menarik perhatian karena nilai tambahnya tersebut. Maka itualah kenapa added value dari bank disebut dengan Interest karena menarik perhatian.

Kembali ke Indonesia, saat itu orang indonesia yg bergelut di dunia perbankan bingung untuk mencari padanan kata “interest” bila diterjemahkan langsung maka artinya adalah “perhatian”, aduh.. ga keren banget. Karena mereka menganggap kata “perhatian itu identik dengan ABG, ga sesuai dengan dunia bank.

coba anda bayangkan kata-kata ini bila digunakan saat orang mau menabung di Bank “eh cin… kita nabung disana yo, perhatiannya lebih besar loh”, aduh, serasa lagi ngegebet cowo aja.. nyari yg perhatiannya paling besar.

Lalu dilakukanlah brainstroming untuk mencari padanan kata “perhatian” yg sesuai dengan dunia perbankan, banyak kandidat kata yg ingin dipakai, emas, perak, cincin, biji, bunga, batu, dsb. Dari sekian banyak kata tersebut, ternyata dipilihlah kata bunga. Ada beberapa alasan kenapa kata tersebut akhirnya digunakan sebagai terjemahan dari interest, setidaknya saya akan tuliskan dua saja.

1. Bunga identik dengan bentuk perhatian, saat pernikahan ada bunga, kematian ada bunga, mendekati gadis dengan memberi bunga dan banyak hal lainnya. Jadi ya memberikan bunga itu sama dengan memberikan perhatian

2. Bunga juga identik dengan tanaman, semakin banyak bunganya maka semakin menariklah tanaman tersebut. Sehingga orang akan makin berminat untuk mendekat ke tanaman tersebut.

Kira-kira begitulah sejarah kata bunga digunakan di dunia per-Bank-an. Bila ada salah kata, ya maaf.. maklum, saya bukan bankir tapi cuman tukang karang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s