Enam Tahun Menjadi PNS

Assalamualikum Wr Wb
Dipagi hari yang indah ini, setelah Bandar Lampung diguyur hujan sepanjang malam, membuat hati ini menjadi riang gembira. Sebelum bercerita panjang lebar, saya berdo’a semoga kita semua diberi kesehatan dan keselamatan dan juga perlindungan dari segala marabahaya yang ada di dunia ini sehingga kita bisa beraktivitas dengan lancar.
Selain itu, sebagai orang yang suka membuka-buka medsos dan memberikan komentar kesana kemari, nyinyir sana dan nyinyir sini, saya berlindung diri semoga terhindar dari serangan para buzzer nya ahok yang terkenal galak dan membuat otak jadi semopoyongan.

Mari kita mulai tulisan ini dengan kata “jadi ceritanya”.
jadi ceritanya, 1 maret adalah salah salah satu tanggal keramat bagi saya karena pada tanggal tersebut lah awal mulanya saya resmi menjadi seorang pegawai negeri sipil (PNS). Kalau dihitung, kira-kira sampai saat ini saya sudah bekerja selama 6 tahun sebagai abdi negara, alias pegawai yang hidup dari pajak rakyat, pajak BUMN, pajak konglomerat-konglomerat, hibah dalam negeri dan asing, Pendapatan Negara Bukan Pajak serta Hutang baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. Sayangnya meskipun saya PNS, tapi saya tidak dibiayai oleh retribusi parkir, Pajak Bumi dan Bangunan, dan juga pajak hotel dan restauran karena pajak-pajak tersebut langsung masuk ke daerah tidak masuk ke dalam postur APBN. Kenapa saya tulis panjang lebar tentang jenis-jenis pemasukan, agar kalau anda-anda mau membuly saya anda bisa menggunakan alasan yang tepat, tidak menggunakan data-data yang tidak jelas dan juga tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Menjalani kehidupan sebagai PNS memiliki beragam cerita menarik dan juga sedih, namun maaf saya tidak bisa membandingkan dengan bekerja ditempat lain seperti yayasan, swasta, ataupun BUMN karena semenjak lulus kuliah ya tempat bekerja pertama saya ya PNS ini, dan bisa jadi sampai pensiun saya akan tetap menjadi seorang PNS (walaupun bisa saja saya diperbantukan jadi direktur BUMN, atau komisarisnya, atau tahu-tahu jadi Menteri. Kalau jadi presiden sih saya ga terlalu berharap karena sudah banyak temen-temen saya yang juga bercita-cita jadi presiden, ga enak rasanya kalau harus saingan ma temen sendiri. xixixixixi….).

Ceritanya bahagianya adalah saya bisa mengenyam pendidikan lanjut didua universitas dengan biaya full dari instansi, serta tetep mendapatkan gaji, tunjangan remunerasi dan juga mendapatkan uang saku. Setelah lulus saya sudah tahu harus kembali ke mana dan tidak perlu bingung harus melamar kesana kemari untuk mencari pekerjaan.

Cerita sedihnya adalah saya harus Pulang Pergi (PP) lampung-bogor tiap dua minggu untuk bertemu dengan istri dan sibuah hati. Sekarang sih istri saya sudah mengajukan mutasi ke Lampung, semoga prosesnya bisa berjalan lancar sehingga saya tidak perlu lagi PP lampung-Bogor saban 2 minggu (aduh, jadi curcol)

Aduh, ini tulisan jadi muter kemana-mana deh, Sebelum saya bosen, bagi anda-anda yang berprofesi atau memiliki keinginan untuk menjadi PNS, saya akan kembali utarakan tentang tahapan kehidupan menjadi seorang PNS, saya pernah menuliskan ini namun saya lupa dimana naruhnya. Oh ya, hal ini berlaku untuk jabatan struktural, sedangkan fungsional akan memiliki dinamika yang berbeda.

1. Tahap Idealis
Ini adalah saat awal-awal anda menjadi seorang PNS, pikiran anda masih dipenuhi dengan ide-ide perubahan, bercita-cita mewujudkan instansi anda sebagai tempat untuk melayani segenap warga negara Indonesia. Bekerja keras pantang lelah, selalu bersemangat mengemban tugas-tugas dan lain sebagainya.
2. Tahap pragmatis
Pada akhirnya anda lelah, ide-ide anda terus ditolak, atasan tidak mendukung anda, rekan selinting mencibir anda. tidak ada perubahan yang terjadi, yang ada malah anda menjadi “alien” pribadi yang tidak disukai oleh banyak orang. Pada tahap ini, anda menyerah, ke kantor tanpa gairah, hanya duduk di meja dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang itu-itu saja.
3. Tahap oportunis
Lalu anda lelah menjadi orang pragmatis, anda bangkit lagi untuk mengutarakan ide-ide yang dulu pernah terpendam, tapi anda tidak melakukan hal tersebut tidak lagi dengan cara yang sama. Anda lalukan dengan cara-cara “orang-orang terdahulu” yang penting apa yang anda inginkan tercapai. Anda berfikir bahwa untuk merubah ini maka anda harus menjadi atasan terlebih dahulu, dan untuk menjadi atasan anda harus melakukan cara-cara “ya gitu deh”. Lalu karir anda pun kembali, bahkan bisa jadi anda melejit hingga sampai ke atas
4. tahapan Podo-Bae
Selamat, anda telah menjadi PNS seperti kebanyakan… xixixixxixix

Udah gitu dulu ah, cape juga nulis sepanjang ini.

Sebagai penutup..
Selamat 6 tahun menjadi PNS untuk rekan-rekan KEMENYAN…

Selamat pagi semuanya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s