Inovasi oh Inovasi

Berbicara tentang inovasi di Indonesia, beberapa orang berkata bahwa inovasi di Indonesia tidak berkembang, namun sebagian lagi mungkin berkata bahwa Inovasi di Indonesia sudah sangat berkembang dengan pesat. Sedangkan saya sendiri berpendapat bahwa Inovasi di Indonesia memang ada yang berkembang dan juga tidak berkembang. Tergantung titik mana yang dibahas. Oleh karena itu maka saat membicarakan tentang inovasi maka saya membaginya menjadi Inovasi di Industri Hulu dan Industri Hilir.
 
1. Inovasi di Industri Hulu
Pengembangan inovasi di Industri hulu meliputi pengembangan bibit, teknik pemupukan, teknik panen (bidang pertanian), teknik pengeboran, teknik menambang (Minyak dan Mineral). Inovasi sudah cukup berkembang terutama pada perusahaan-perusahaan besar yang memiliki banyak anak perusahaan. Hal tersebut disebabkan karena mereka sudah memiliki tempat uji coba yang jelas, pasar yang jelas dan didukung oleh SDM yang mumpuni. Ya misalkan, mereka bikin bibit yang tahan hama, uji coba aja di Kebun mereka, kalau berhasil maka gunakan bibit tsb untuk seluruh kebun yang mereka miliki.
 
Namun sayangnya, inovasi di Industri hulu ini belum dapat dinikmati oleh petani kecil, karena mereka masih berpikiran “begini aja dah ngehasilin duit, ngapain sih repot-repot harus kaya gitu” (PR pertama). Maka hasilnya adalah kejomplangan dalam produktifitas lahan perhektar. Sebagai contoh adalah sawit, Perusahaan besar sudah memiliki produktifitas hingga 3,5 Ton per hektar sedangkan petani rakyat paling hanya 2 atau 2,5 ton CPO per hejtarnya.
 
2. Inovasi di Industri Hilir
Meliputi inovasi teknologi produksi, inovasi pemasaran, inovasi produk. Untuk inovasi pemasaran sudah sangat berkembang, seperti jualan online, MLM, pameran-pameran dsb. Untuk inovasi produk kita bagi dua, produk membutuhkan teknologi tinggi, dan produk tidak membutuhkan teknologi tinggi. Untuk yang pertama belum berkembang dan yang kedu sudah berkembang dengan pesat contohnya adalah beragam jenis kerudung, gamis, makanan ringan, minuman, restoran dsb. Ahli lah kita dalam dua hal tersebut. Yang dibutuhkan adalah kreatifitas dan daya juang serta sentuhan modal maka beragam inovasi akan dihasilkan.
 
Kenapa kita belum mampu berinoavsi mengembangkan produk berteknologi tinggi? jawabannya akan mirip-mirip dengan paragraf selanjutnya.
 
Inovasi teknologi produksi memiliki tantangan yang besar baik dari skala kecil hingga sekala besar, dari sekedar mesin untuk bikin eskrim sampai untuk buat biodiesel. dimana masalahnya?
 
Jadi untuk mengembangan mesin produksi membutuhkan investasi yang sangat besar dengan peluang kegagalan yang juga besar. Kenapa begitu?
 
Jadi setelah anda berhasil membuat suatu alat, maka dia haruslah diuji coba terlebih dahulu untuk melihat kinerjanya. Bila disektor hulu uji coba dapat dilakukan di kebun, kalau gagal, ya yang gagal cuman di kebun uji cobanya saja, sedangkan kebun yang lain tida, maka kerugian yang dialami minimalis.
 
Sekarang kalau alat produksi, saat diuji coba di pabrik, alat itu harus betul-betul sudah dapat berfungsi. Karena bila alat itu tidak bekerja dengan baik maka seluruh proses produksi akan terganggu, dan akan terjadi kerugian yang sangat besar.
karena adanya resiko tersebut sehingga perusahaan lebih memilih produk yang sudah teruji kualitas dan performa nya dibandingkan bila harus menggunakan alat baru yang belum jelas kinerjanya.
 
Begitu juga dengan produk berteknologi tinggi, misalkan mobil. Mungkin sudah ada yang mampu membuat mobil (SMK misalnya), namun bagaimana performa nya, apakah aman? apakah tahan lama, apakah kontrol nya bagus? dsb.
 
Sehingga tantangan untuk inovasi mesin produksi dan produk berteknologi tinggi sangatlah tinggi, selain membutuhkan ide kreatif, ketabahan juga membutuhkan modal yang sangat tinggi.
 
Demikian ocehan ga jelas saya pagi ini
Sudah lama ga nulis panjang di status
maaf kalau tulisannya ngejlimet
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s