Seni berharap

Kamu pernah berdo’a siang dan malam untuk sebuah keinginan..? Lalu kamu juga sudah menambah nya dengan berbuat baik kepada orang lain, memperbanyak shadaqoh dan terus bekerja keras untuk menggapai keinginan tersebut.. Namun nyatanya apa yang kamu inginkan tersebut tak juga kunjung tiba..

Bila kamu kamu mengalami hal tersebut, maka selamat, bukan hanya anda saja yang mengalaminya tapi juga ratusan, ribuan bahkan jutaan umat manusia lainnya pernah merasakan hal yang sama…

Sesungguhnya antara tercapainya suatu keinginan dengan tidak tercapainya keinginan tersebut hanyalah dibatasi oleh sebuah variabel waktu. Anda boleh percaya boleh juga tidak, tapi itulah Rahasia tercapainya sebuah keinginan. Seperti pepatah yang mahsyur di dunia ini, “biarkan sang waktu yang akan menjawabnya”

Keinginan manusia itu beragam, misalkan meminta jodoh, kalau sudah ada jodoh minta tambahan rezeki biar bisa meminangnya segera, setelah meminangnya lanjut berharap bisa segera memiliki anak, sudah punya anak berharap memiliki kelebihan rezeki agar bisa membeli rumah yang layak, lalu kendaraan, lalu biaya sekolah dan terus.. dan terus…

Setiap keinginan tersebut bisa saja terpenuhi secara langsung, memikirkannya sesaat lalu tiba-tiba keinginan tersebut sudah ada di depan mata. Namun ada juga yang sudah berharap hingga bertahun-tahun namun keinginannya tersebut tidak juga terkabul.

Disanalah sebenarnya seni dari menggapai suatu keinginan, disebut juga dengan seni berharap. Karena segala sesuatu dalam hidup ini semata-mata hanyalah menggapai suatu harapan. Berkeinginan, lalu berharap. Berkeinginan kembali lalu berharap kembali.

Tinggal yang menjadi masalah adalah bagaimana kita me-manage harapan-harapan tersebut, apakah kita mampu bersabar hingga harapan tersebut menjadi kenyataan ataukah kita tidak bersabar sehingga harapan yang ada sirna begitu saja.

Kembali saya uraikan bahwa variabel waktu lah yang memegang peranan paling penting dalam menggapai cita-cita tersebut. Entah pada akhirnya kita mampu menggapainya sebelum kita wafat, atau kita belum mendapatkannya namun kita sudah berpulang keharibannya.

Jadi selama kita menunggu keinginan tersebut targapai, terus lah berharap, dan tentu saja pupuk rasa sabar. Sambil diperkuat dengan do’a serta infaq sadaqahnya.. Hingga pada suatu saat, saat harapan telah menjadi kenyataan, maka kita bisa tersenyum gembira dan kembali memulai merangkai keinginan-keinginan lainnya.

Selamat malam semuanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s