Periode Baru Konflik Suriah

Periode Baru Konflik Suriah

Masuknya tentara Rusia secara langsung dalam konflik suriah membuat peta pertempuran sedikit berubah. Sebenarnya rusia sudah lama ikut campur dalam konflik tersebut, namun sebatas pada supply logistik dan juga lobi-lobi di tingkat international. Namun apa mau dikata, gedoran para pejuang yang ingin menjatuhkan Asad semakin hari semakin kencang, terlihat dari semakin berkurangnya wilay kekuasaan Asad, maka mau tidak mau akhirnya Rusia harus turun tangan secara langsung juga.

Pada awal terjadinya konflik Suriah, Diprediksi Asad akan jatuh dengan cepat seperti halnya Khadafi di Libya. Apalagi saat itu dukungan USA terhadap para pejuang terlihat sangat kuat sekali, masalah waktu saja untuk menjatuhkan Asad.

Namun prediksi hanyalah prediksi, Asad meminta bantuan sekutu kuatnya -Rusia- dan juga kawan se ideologinya -Iran- yang disanggupi oleh mereka. Selain itu masuk juga beberapa milisi se-ideologi Asad ke dalam kancah pertempuran. Sehingga Asad menjadi percaya diri akan mampu bertahan menghadapi para pejuang (versi Asad mereka disebut sebagai pemberontal dan Teroris)

Namun apa disangka, ternyata kegigihan faksi pejuang (saya sebut saja sebagai mujahidin) mampu merobek-robek pertahanan-pertahanan pasukan Asad, satu persatu kota berhasil direbut oleh para Mujahidin. Dan Damaskus sudah di depan mata untuk ditaklukkan juga.

Siapa disangka, datanglah faksi baru sang pengacau yang membuat konflik menjadi makin rumit, siapa lagi kalau bukan ISIS. Satu sisi mereka terlihat sebagai pejuang yang ingin menghancurkan Asad, namun dalam kenyataannya mereka lebih banyak menghancurkan pasukan-pasukan mujahidin.

Para mujahidin yang awalnya hanya membuka satu front pertempuran melawan Asad menjadi sedikit kalang kabut karena harus membuka front baru untuk bertahan dari ISIS. Pada periode ini, banyak kota-kota yang sudah direbut mujahidin harus dilepas kembali.

Lalu mujahidin mulai melakukan konsolidasi ulang, bahkan makin banyak mujahidin dari negara-negara luar Suriah yang ikut berjuang mengangkat senjata melawan Asad membuat faksi-faksi mujahidin kembali meraih banyak kemenangan gemilang di medan pertempuran.

Jadilah suriah sebagai pusat pertempuran pejuang dari berbagai macam negara. bahkan banyak juga yang berasal dari kawasan eropa dan asia.

Masuknya Rusia secara langsung dalam kancah pertempuran membuat konflik yang rumit semakin rumit. Amerika dan NATO tidak bisa lagi melakukan tindakan yang gegabah, karena bila mereka ikut campur secara langsung artinya mereka harus bertempur secara langsung dengan para prajurit Rusia. Suatu hal yang sangat dihindari oleh kedua belah pihak.

Semua mata dunia international sedang tertuju ke Suriah, akan sampai mana konflik disana berakhir? Apakah sekali lagi pasukan-pasukan rusia akan dipecundangi oleh para mujahidin yang dulu pernah mengobok-obok mereka di Chechnya..? Atau ternyata Suriah dan para sekutunya termasuk Rusia mampu melaju ke depan untuk merebut kembali daerah-daerah yang dikuasi Mujahidin.?

Sepertinya konflik akan semakin Panjang dan melelahkan. Dan yang memiliki nafas dan semangat panjang lah yang akhirnya akan memenangkan pertempuran tersebut.

Dan bilapun Asad jatuh, belum tentu konflik akan selesai, namun sepertinya akan semakin panjang..

Selamat pagi semuanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s