Bisnis kuliner

Salah satu bisnis yang menurut saya paling menarik untuk di kaji adalah bisnis kuliner, kenapa? namun sebelum membahas lebih jauh, saya batasi pembahasan ini pada bisnis kuliner dalam bentuk restauran, cafe, dan warung dimana pelanggan akan menikmati sajian di tempat, bukan dibawa pulang. Sedangkan toko kue, roti yang mana pelanggan hanya membeli lalu membawanya ke rumah tidak akan saya bahas di sini..

Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan ketika akan menjalani bisnis jenis ini, yang pertama dalah cita rasa, kedua adalah konsep, ketiga adalah manajemen dan yang terakhir adalah pemilihan lokasi.

1. Cita rasa

Cita rasa adalah koentji bagi sebuah bisnis kuliner, dan ini akan mempengaruhi pada harga jual makanan tersebut. Semakin enak sebuah makanan maka akan semakin layak di jual dengan harga yang lebih mahal. Apalagi bila ditambahkan dengan cara penyajian yang menarik, maka memberi harga yang tinggi bukan lah menjadi masalah. Namun, cita rasa yang tinggi bukan satu-satunya syarat agar bisnis anda sukses, karena ada 3 hal lain yang harus anda perhatikan.

2. Konsep.

Konsep sebuah restauran akan sangat berpengaruh pada target market yang ingin digapai. Konsep sederhana yang penting ada meja dan kursi buat makan serta dekorasi yang minimalis sudah cukup untuk menggaet mahasiswa-mahasiswa lapar berbudget rendah. Jadi meskipun makanan anda memiliki cita rasa yang sangat tinggi, anda tidak bisa menjualnya dengan harga Rp 15.000 seporsi untuk nasi telur-tempe, atau Rp 20.000 untuk nasi-ayam/rendang.

Lain halnya bila restauran anda memiliki konsep yang wah, taman yang luas, berbagai macam dekorasi yang menakjubkan, karyawan berseragam. Dengan konsep ini anda layak untuk menjual satu porsi nasi goreng telur seharga Rp 25.000. Ayam penyet seharga RP 40.000, dsb. Namun dengan meningkatnya grade restauran anda, maka target market anda pun akan berubah bukan lagi anak kost yang kepalaran, namun lebih kepada orang yang mencari tempat makan sekaligus bersantai.

3. Manajemen.

Bila anda memiliki resep makanan yang mak-nyus, penyajian yang indah, tempat yang luas, belum tentu anda akan sukses dibisnis kuliner bila tidak di dukung oleh manajemen yang handal. Misalkan bagaimana anda berpromosi, bagaimana anda mengatur persediaan, menentukan jumlah karyawan dan cara melatih mereka, mengatur cash flow perusahaan, bagaimana cara menghadapi peak season dsb.

Saya coba hitungkan berapa kira-kira jumlah pelanggan yang anda butuhkan agar pengeluaran anda bisa tertutupi.

Misalkan anda membuka restauran kelas menengah dengan harga per porsi Rp 40.000. Anda mempekerjakan  sekitar 3 orang koki, 1 cleaning, 3 orang pramusaji. Bila masing-masing di gaji sesuai UMR, maka dalam sebulan anda harus sudah mengeluarkan Rp 15.000.000 untuk gaji, atau Rp 180.000.000 pertahun. Lalu sewa tempat selama setahun sebesar Rp 50.000.000. Jadi pengeluaran fix anda pertahun sudah RP 230 juta. Bila anda buka 350 hari pertahun, maka perhari biaya tetap anda sudah Rp 650ribu. Bila Cost gaji dan sewa adalah 1/3 dari omzet, maka dalam sehari anda harus memiliki omzet sekitar Rp 2.000.000,- atau minimal anda harus menjual 50 porsi @40.000,-

4. Lokasi.

Ini juga berpengaruh, kalau anda jualan untuk kelas mahasiswa maka lokasi anda haruslah dekat dengan kampus atau tempat kost-kostan. bila target anda kelas menengah, maka lokasi anda haruslah di tempat-tempat yang nyaman.

demikian kuliah singkat saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s