Upacara Bendera di Adelaide Bagian 1

Jadi ceritanya…

Hari ini tuh tanggal 17 Agustus 2014, berarti sudah 69 tahun bangsa indonesia menyatakan kemerdekaannya. Merdeka dari penjajahan negara asing sehingga memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Saya tidak akan terlalu berpanjang lebar bercerita tentang makna kemerdekaan karena sudah banyak orang lain yang membahas hal tersebut, yang ingin saya bagi adalah pengalaman pertama memperingati kemerdekaan RI jauh dari tempat lahir.

Kalau saya abis bikin status panjang banget dah kaya cerpen, biasanya besok ada yang nyapa saya dengan kalimat “jadi ceritanya..”, nah bagi orang yang mengatakan hal itu pada saya, maka dia harus mentraktir saya BBQ di taman, apalagi orangnya baru ulang tahun.

Aduh ko ceritanya ga “straight to the point” ga apa-apa atuh, kan saya dah lama juga ga bikin cerita panjang. Mumpung isi kepala saya lagi penuh dengan berbagai macam hal maka untuk melampiaskannya akan saya keluarkan di status ini. Jadi kalau mau ngelanjutin baca ini status sebaiknya siapin susu hangat dan cemilan di atas meja, harus segelas penuh karena kalau cuman sedikit saya khawatir cerita belum selesai namun susunya sudah dingin, kan jadi ga enak untuk diminum malam-malam. Nah kalau susu panas dengan suhu 60 derjata celcius dibiarkan di udara terbuka selama 1 jam maka suhunya akan turun sebanyak 33 derajat menjadi 27 derjatan. Berarti kalau saya mau bikin eskrim, saya tinggal biarkan susu bersuhu 30 derajat di udara terbuka selama 1 jam, karena toh dalam 1 jam suhunya akan turun 33 derajat? kira-kira begitu ga kawan-kawan? jenius kan ide saya?

Aduh balik lagi ke cerita apa yang saya lakukan hari ini. Pagi-pagi buta saya sudah bangun, lalu dilanjutkan dengan memasak dan membakar roti *aduh ngomongin roti saya jadi inget kalau tuh roti bakar belum saya makan dari pagi. Semoga tuh roti ga pundung sama saya, kalau pundung saya takutnya si roti nangis terus ngeluarin air mata. Lu harus tahu, air mata itu rasanya asam, sekarang ngerti kan kenapa kalau makanan kelamanaan ga dimakan bisa jadi asam?

Lalu sekitar jam 7 saya dijemput oleh Bapak ketua PPI SA, alhamdulillah dia akan segera menyelesaikan desertasinya sehingga akan kembali ke Indonesia untuk mengabdi di Instansinya. Mas Dias bercerita sedikit tentang desertasinya yang menurut saya sangat menarik yaitu mengenai nelayan tuna di daerah pacitan *semoga saya tidak salah menyebutkan nama kota. Dalam melakukan penelitiannya beliau menggabungkan antara metode kualitatif dan quantitatif. Salah satu hasil penelitiannya di tuangkan dalam rangkaian foto.

Banyak temuan yang menarik yang beliau dapatkan, pada dasarnya ternyata nelayan-nelayan itu memiliki penghasilan yang cukup namun ternyata itu tidak bisa mengangkat taraf hidup mereka karena mereka sangat mudah menghambur-hamburkan uangnya di tempat2 hiburan, bayangkan di suatu daerah nelayan berdiri sebuah diskotik besar dan ternyata ramai.

Secara psikologis, para nelayan yang hidup jauh dari keluarga namun mereka tetap memiliki naluri sebagai laki-laki biasa. Maka saat mereka sedang melaut dan hidup jauh dari istri maka siapa lagi yang akan menjadi pelampiasan cinta dan kasih sayangnya? maka itulah alasan kenapa diperkampungan yang jauh dari kota namun berdiri tempat hiburan yang cukup ternama. Padahal bila saja mereka mampu menjaga hati dan perasaanya maka secara teori kehidupan duniawi mereka akan cukup bahkan berlebih, namun bila sebaliknya maka … ya gitu deh..

Walaupun hanya setengah jam perjalanan, namun banyak hal baru yang saya dapat dari Mas Dias. Rencananya beliau akan berbagi pengalaman penelitiannya kepada kita-kita pada tanggal 29 Agustus, suatu kesempatan yang tida boleh saya sia-siakan. I.Allah kalau tidak ada halangan saya akan datang untuk menggali ilmu lebih dalam dari beliau.
Tujuan kita pagi ini adalah Goodwood comunity center, kalau di Indonesia mungkin balai pertemuan gitu deh. Tempat ini akan digunakan untuk upacara bendera serta hiburan khas 17-an. Sebagai penyelenggara adalah PPIA South Australia yang didukung oleh PPIA-PPIA lainnya yang berada di wilayah SA.

Saat masuk ke dalam gedung, tidak ada penjaga yang menunggu. Kunci sudah diserahkan pada hari sebelumnya beserta surat yang berisi tentang kode untuk mematikan alarm. Jadi begitu masuk, kita harus mencari dimanakah alarm berada, lalu kita harus masukkan itu kode agar alarmnya mati, kalau itu sampai ga dilakukan maka alarm akan menyala dan kita harus membayar 50 dollar untuk mematikannya. Mantap kan…

Semuanya serba self service, kursi sudah tersedia, meja-meja juga sudah ada, dapur dengan kompor listriknya sudah tersedia, pokoknya segala fasilitas untuk berlangsungnya suatu acara sudah ada di sana. Namun meskipun begitu kita harus menyusunnya terlebih dahulu. Nah itulah fungsi saya pagi itu, membantu merapihkan dan menyusun perlengkapan untuk mendukung upacara serta acara hiburan-hiburan.

Alhamdulillah dalam 1 jam semua hal yang ber-bau angkat-angkat sudah selesai. Saatnya menunggu jam 9.45 untuk melaksanakan upacara bendera. Oh ya, karena tidak ada tiang bendera yang tinggi, dan kebetulan upacara dilakukan di dalam ruang maka tidak ada prosesi pengibaran bendera. Meskipun begitu, kita tetap melantunkan lagu Indonesia raya ko. Yang kerennya lagi adalah kita mengheningkan cipta dengan diiringi alunan angklung.

Aduh dah hampir 800 kata, dan ternyata saya sudah cape dan muak untuk menulis lagi, padahal cerita di atas baru mendeskripsikan kegiatan saya selama 3 jam saja loh. Sebagai info hari ini saya beraktivitas di luar rumah sampai jam 6 sore, artinya masih ada 9 jam cerita yang ingin saya bagi. Tapi karena saya sudah cape, maka beruntunglah anda tidak perlu lagi melanjutkan membaca tulisan ini yang isinya makin tidak jelas.

Disini dah lebih dari jam 9 malam, kalau kata orang tua jaman dulu, anak-anak harus sudah tidur sebelum jam 9. Tandanya adalah pada saat di TV berlangsung acara TVRI malam. Aduh saya jamin anda-anda yang baca sampai kalimat ini akan menyesal, ngapain juga gw baca tulisan si karim yang ga jelas ini. Aduh udah ga jelas tapi ko malah bikin penasaran..? sebagai info anda sekarang berada pada kata ke 927 dari tulisan saya yang panjang dan ngalor-ngidul ini.
Niatnya sih sampai 1000 kata, namun sepertinya itu tidak mungkin. Oleh karena itu maka kita akhirii saja cerita saya hari ini di kata ke 960. Tunggu lanjutannya ya, Semoga anda tidak bosan membaca tulisan yang panjang dan berputar-putar ini.
Selamat malam semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s