Perasaan Ku di Adelaide

Selama seorang anak manusia masih bernafas di atas muka bumi ini, maka selama itu pula dia akan terus merasakan jatuh cinta berkali-kali, baik pada suatu hal yang sama ataupun pada hal yang berbeda. Seperti sebuah pepatah kuno yang berbunyi “cinta itu datang karena dia telah terbiasa”, yup, kita akan merasakan jatuh cinta bila perasaan yg ada di hati itu terus dipupuk dan tentu saja diiringin dengan timbal balik.
Begitu juga dengan saya, empat bulan tinggal di Adelaide telah membuat hati dan jiwa saya menjadi semakin cinta dengan kota ini. Pantai yang indah, bukit-bukit yang hijau, taman-taman yang mempercantik wajah kota, warga yang ramah, semuanya itu telah mampu meluruhkan hati dan perasaan seperti rasa yang saya miliki terhadap kota Bandung dan juga Bogor.
Pada dasarnya, saya adalah manusia yang tidak terlalu suka akan keramaian. Saya lebih suka suasana hening dan syahdu, karena pada suasa seperti itulah, saya merasa bahwa jiwa dan raga ini mampu menyerap pancaran energi yang diberikan oleh semesta secara lebih maksimal. Kota Adelaide mampu memberikan perasaan itu kepada saya, sehingga menjadikan pernik-pernik cinta di hati dapat tumbuh dengan suburnya.
Meskipun begitu, saya merasa bahwa cinta saya kepada Adelaide adalah sebuah cinta terlarang yang tidak boleh diteruskan. Saya harus menasbihkan pada diri saya bahwa perasaan cinta ini hanyalah sesaat, tidak boleh dilanjutkan pada tahap yang lebih tinggi. Biarkan cintaku pada kota ini seperti cinta-cinta ku yang lain, dia ada hanya untuk dikenang bukan untuk di cumbui sepanjang masa. Biarlah dia menjadi percik-percik perasaan yang akan membuat kita tersenyum saat mengingatnya.
Karena sesungguhnya, walaupun hati ini dapat jatuh cinta berkali-kali, namun cintaku yang sesungguhnya telah kuberikan kepada kota kelahiranku Bogor. Disanalah aku telah menyimpan berjuta kenangan dan memori yang Indah, disana juga lah aku merasakan jatuh cinta bukan hanya pada kotanya, namun pada seorang wanita yang kita telah menjadi kekasih bagi hatiku.
Kemanapun aku melangkah, Ke Bogor pula lah ku kan kembali.
Adelaide, 25 November 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s