Merantau

Kurva ini ,buka link yang saya share, akan dialami oleh hampir semua orang yang pergi meninggalkan kampung halamannya untuk berhijrah, baik itu untuk study bekerja atau ikut keluarga. Namun yang membedakannya adalah berapa lama waktu yang akan dialami untuk masing-msing fase tersebut..

Untuk saya, kampung halaman saya adalah Bogor, artinya saya sudah 4 kali meninggalkan Bogor untuk jangka waktu yang lama. Pertama kali saya pindah ke Kuningan-jawabarat, yang kedua ke Bandung, yang ketiga ke bandung dan sekarang ke Adelaide.

Dari 4 kali kepindahan tersebut, yang paling berat menurut saya adalah saat sekarang ini. Mungkin jarak yang sangat jauh bisa dijadikan kambing hitam, namun menurut saya bukan hal tersebut yang menjadi hal dominan. Ada hal lain yang lebih dari sekedar jarak yang menyebabkan kurva plunge saya membutuhkan waktu yang relative lama untuk rebound.

Yup, saya merasakan perbedaan yang besar antara menjadi seorang bujang dan memiliki seorang istri dan anak saat harus pergi meniggalkan kampung halaman. Saat saya bujang, saya tidak memiliki beban terlalu berat, toh uang masih diberi orang tua, pergi kemana-mana juga ga ada yang nanya, yang penting jangan lupa shalat dan jgn melakukan hal-hal dilarang agama.

Namun sekarang kondisinya berbeda, saat melihat taman yang bagus langsung inget anak istri, liat ada kolam dan angsa langsung inget anak istri, liat anak2 jalan di mal langsung inget anak istri, saat di bus sendirian langsung inget anak istri. Kemana-mana selalu menjadi ingat bahwa ada orang-orang yang menunggu, nah beban semakin berat saat mengkhayal “ah, coba anak istri bisa ikut juga…..”

Meskipun begitu, seperti yang pernah saya tulis di status saya sebelumnya, saya telah menyadari konsekuensi logis dari pilihan yang telah saya buat, jadi ya saya berusaha untuk enjoy dan berharap kurva re-bound saya segera tiba.

Nah sebagai penutup, hal ini akan menjadi motivasi bagi saya untuk semangat menyelesaikan kuliah dengan nilai yg bagus dan juga akan meningkatkan motivasi bagi saya untuk mengambil Phd di Jerman yang tentu saja bila itu dapat terjadi akan saya ajak anak istri untuk tinggal disana.

Semoga cita-cita saya bisa terkabul…

Udah dulu curhat dan do’a nya….

Wkwkwkwkkw

http://www.iesabroad.org/study-abroad/parents/re-entry

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s