Marketing untuk Perusahaan Start Up Bagian 1-2

Mungkin anda sangat familiar dengan iklan produk sehari-hari yang sudah memiliki brand yang kuat seperti Coca Cola, Honda, Clear, Pepsodent dan lain sebagainya. Gambar dan pesan tentang kualitas, kegunaan, kelebihan dari produk mereka tersebut disampaikan kepada para konsumen melalui media publikasi traditional seperti TV, Billboards, pamphlet, Koran dan sebagainya. Metode seperti itu biasanya melibatkan sebuah tim marketing yang sudah mapan dan tentu saja di topang dengan pendanaan yang besar. Metode promosi/marketing yang dijabarkan di atas disebut dengan “Push” marketing. Secara sederhana hal tersebut karena prmosi yang disampaikan oleh mereka mengalir dari atas ke bawah (dari pemilik produk kepada para target pasar), dan mereka memaksa para target market untuk melihat iklan tersebut).
Berbeda dengan perusahaan start-up yang belum memiliki tim marketing professional dan juga hanya memiliki modal yang terbatas, metode push marketing sebaiknya dihindari karena akan membuat kas anda mengering dengan cepat. Metode yang sebaiknya digunakan oleh perusahaan strat-up disebut dengan “pull” marketing. Hal tersebut berarti perusahaan menyediakan suatu kata kunci yang selanjutnya akan membantu konsumen untuk mencari kebutuhannya secara mandiri. Secara sederhananya adalah perusahaan menyediakan media promosi (semisalkan website), lalu perusahaan berusaha untuk menarik calon konsumen mengunjungi website tersebut. Saat seorang konsumen memiliki suatu problem/membutuhkan suatu hal, dia akan mencoba mencari solusi atas permasalahannya tersebut dengan cara mencarinya di internet. Pada tahap pertama, dia akan memasukkan kata kunci yang spesifik sesuai dengan kebutuhan yang dia inginkan pada mesin pencari (misal google), setelah itu akan terpampang hasil pencarian yang menawarkan berbagai macam jawaban. Selanjutnya mereka akan membuka salah satu halaman website yang terpampang tersebut.
Metode pull marketing di anggap berhasil manakala calon konsumen mau berkunjung ke halaman yang perusahaan miliki, karena sekali mereka mau mengunjungi halaman website tersebut, artinya mereka memiliki ketertarikan pada produk yang di tawarkan.
Tahap selanjutnya dari pull marketing adalah mencari tahu produk tersebut secara lebih dalam, hal ini dapat melalui berbagai macam saluran seperti demo dalam bentuk video, brosur online, atau bisa juga customer care/hotline, sales person, dsb. Dan pada akhirnya bila mereka telah yakin dengan produk yang ditawarkan, mereka akan membeli produk tersebut.
Pull marketing sepertinya terlihat sederhana, namun sebenarnya metode tersebut memerlukan kreativitas yang tinggi terutama untuk menciptakan kata kunci yang tepat yang mampu menggambarkan kegunaan produk kita secara jelas kepada konsumen, dan tentu saja mudah diingat dan spesifik. Selain itu, metode pull marketing juga bertujuan untuk menggugah ketertarikan konsumen pada produk yang bisa menggunakan konten-konten yang menarik di social media, membuat blog-blog atau turut aktif dalam group dan forum tertentu.
Lebih lanjut, metode marketing juga dibedakan berdasarkan target pasar yang di tujua yaitu antara consumer market dan business to business (B2B) market. Karakter kedua tipe market tersebut berbeda, namun satu yang perlu di garis bawahi adalah pada metode pengambilan keputusan untuk membeli. Pada consumer market, yang mengambil keputusan untuk membeli biasanya hanya terdiri atas satu atau dua orang individu. Sebagai contoh adalah saat akan membeli pasta gigi, maka istri yang akan menentukan merk apa yang akan digunakan oleh keluarga.
Sedangkan untuk B2B market, penentukan keputusan akan melibatkan berbagai macam pihak yang terlibat dalam perusahaan tersebut, dimana proses pembelian produk akan di mulai dari tahap inisiasi hingga akhirnya penentuan produk yang akan dibeli secara formal (dokumen perjanjian). Sebagai contoh adalah sebuah perusahaan yang akan membeli bahan baku untuk proses produksi, pihak yang terlibat adalah bagian produksi, bagian keuangan, bagian quality control, bagian pembelian barang dan tentu saja pimpinan perusahaan.
Bersambung ke 1-3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s