Kunjungan ke Pabrik Cokelat di Adelaide

Jadi ceritanya…
Kemaren saya dan kawan-kawan saya berkunjung ke salah satu pabrik cokelat yang ada di Australia, nama perusahaannya adalah Haigh. Anda tidak akan pernah menemukan produknya di pasar Indonesia, bahkan anda pun tidak akan dapat menemukannya di toko-toko retail yang ada di Australia baik yang besar maupun kecil. Bukan berarti perusahaan ini berkualitas ecek-ecek sehingga produknya tidak bisa dicari di toko retail, namun yang ada adalah perusahaan ini memiliki standar kualitaas yang sangat tinggi sehingga mereka berusaha mati-matian menjaga kualitas produknya dengan cara hanya menjual barang dagangannya di toko miliknya.
Jadi mereka memiliki 2 buah pabrik dan sekitar 14 toko yang berada di Adelaide, Melbourne dan Sydney. Jumlah pekerjanya mencapai 350 dan omset pertahunnya adalah…… RAHASIA, karena ini adalah perusahaan keluarga. Perusahaan ini akan merayakan ulang tahunnya yang ke 100 pada tahun depan. Bayangkan, 100 tahun berbisnis cokelat dan bisa eksis sampai sekarang dan terus berkembang. Apa rahasianya…?
Pemandu yang menemani kami melihat-lihat pabrik cokelat tersebut berkata, kunci utama kesuksesan perusahaan adalah stay focus on your business. Jadi you harus tetap jalan lurus mengikuti trek yang telah ada, tidak belok kanan, belok kiri, belok kanan lagi, belok kiri lagi, namun yang anda perlukan adalah tetap berada pada jalur bisnis anda.
Begini sederhananya. Mereka membuat cokelat dengan kualitas esklusif baik rasa, kemasan dan juga harganya. Image itulah yang mereka bangun, untuk menciptakan produk dengan kualitas tersebut, mereka mengurangi penggunaan mesin-mesin otomotas (mesin tetep ada, terutama untuk mengolah cacao menjadi cokelat dan juga belt conveyor). Hampir seluruh proses finishing dilakukan dengan menggunakan tangan.
Dengan cara inilah mereka mencoba mempertahankan kualitas produk mereka, dan karena itu pulalah maka produk yang mereka buat perharinya tidak banyak (dibandingkan dengan produk yang dijual di toko retail). Mereka mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas.
Mereka tetap focus pada konsep bisnis mereka tersebut, karena bila mereka tidak focus maka arah perusahaan menjadi tidak jelas. Misalkan mereka membeli mesin untuk melakukan pengemasan, karena mereka telah investasi besar dalam belanja modal, maka untuk mengembalikan investasi tersebut mereka perlu menambah kapasitas produksi tiap produknya. Bila itu terjadi maka aka nada karyawan yang dikurangi, selain itu perlu juga dibeli mesin pendukung lainnya agar mesin pengemas dapat digunakan secara optimal.
Apa lagi ya…
dah dulu ah….
Ngantuk…
Kapan-kapan lagi ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s