Efek Dilusional

Dilusional
Jadi saya abis baca laporan tahunan sebuah perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan. Nah saya menemukan kosa kata baru yang menurut saya sangat bermanfaat bagi anda-anda yang suka menilai sesuatu hanya dari angka-angka yang disajikan tanpa menelaahnya lebih dalam. Kosa kata itu adalah efek delusi. Bagaimana penjelasannya, silahkan ambil popcorn anda untuk menikmati kuliah singkat ini.
Dalam statistik, beberapa istilah yang sering digunakan adalah rata-rata, median, dan mean. Jadi bila kita ingin menilai sesuatu dengan cepat, maka yang pertama kita tanyakan adalah, berapa rata-ratanya? Misalkan, eh kerja di perusahaan minyak tuh berapa sih rata-rata gajinya? maka mungkin orang akan jawab, untuk pegawai baru sih, rata2 digaji Rp 10 juta, atau kalau di perusahaan B sekitar 15 juta. Kalau dah 10 tahun biasanya jadi 30 jutaan, dsb. Lalu dari informasi tersebut maka kita bisa memperkirakan berapa gaji yang akan anda terima bila bekerja di perusahaan minyak tsb.
Nah, namun anda harus hati-hati dalam mengartikan sebuah angka rata-rata, apalagi bila anda tidak tahu berapa rentang yang diberikan dari data tersebut. Ternyata rentangnya tuh 7 juta, jadi bisa jadi gaji pertama anda tuh 3 juta, atau bisa juga 17 juta.
Nah, itu tadi contoh sederhana, sekarang saya akan memberikan contoh lain yaitu pada penilaian kinerja sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan. Begini ceritanya: Usia optimum sebuah tanaman untuk menghasilkan buah misalkan adalah pada saat usia 14 tahun, artinya adalah dia akan menghasilkan sesuatu dengan jumlah maksimum pada usia tersebut. Dari info tersebut anda ingin mengetahui kinerja sebuah perusahaan perkebunan, karena anda sedang punya uang banyak dan ingin berinvestasi di bidang perkebunan, lalu anda tanya pada manager nya.
Anda: Jadi bung, berapa usia rata-rata tanaman di kebun ini?
Lalu dijawab oleh manager tersebut : 14 tahun
Anda sumringah mendengar angka tersebut, lalu tanpa kroscek lagi, anda berinvestasi di kebun tersebut. Namun setelah satu tahun, ternyata produksi kebun tersebut sangat rendah sehingga membuat investasi anda merugi. Pertanyaannya adalah, apakah si manager itu berbohong? atau ini semata kesalahan anda?
Selidik punya selidik, ternyata tanaman di kebun itu 3/8 nya berusia 0-9 tahun, 3/8 lainnya antara 18-25 tahun dan hanya 2/8 yang berusia antara 10-17 tahun. Bila dirata-ratakan memang benar akan ditemukan angka 14 tahun. Jadi si manager itu tidak bohong, namun anda terkena efek delusi dari angka yang dipaparkan oleh sang manager.
Jadi, hati-hati bila mendengar jawaban berupa rata-rata, anda harus mengecek berapa rentang yang ada. Jangan sampai anda terkena efek delusi… Sekarang anda sudah mengerti apa itu efek delusi? semoga ini bisa menambah wawasan anda-anda semua.
Oh ya, efek delusi ini dapat terjadi dalam segala aspek kehidupan, jadi sebelum anda berkomentar atau bertindah lebih jauh, cek dan ricek data yang anda dapat, jangan sampai anda mendapatkan suatu hal yang tidak diharapkan karena anda terkena efek delusi
Selamat sore semua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s