Belajar Branding dari Roti Venus dan Lapis Talas Bogor

Perkembangan bisnis Roti Unyil dan Lapis Talas Bogor bisa dijadikan sebagai contoh menarik bagaimana branding di awal peluncuran suatu produk dan brand berperan penting dalam membantu perusahaan untuk bersaing dengan para kompetitor di kemudian hari. Karena berbisnis sejatinya bukan sekedar perjalan sehari dua hari, sebulan dua bulan namun perjalan panjang yang kalau bisa terus berkembang saat diwariskan kepada anak cucu.
Secara sekilas, Roti Unyil dan Lapis Talas Bogor memiliki beberapa kesamaan seperti mereka adalah produk innovasi yang menjadi ciri khas oleh-oleh dari bogor. Roti Unyil adalah innovasi dari bentuk roti yang biasanya besar menjadi roti dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga konsumen tinggal lep lalu nikmatnya roti langsung terasa. Sedangkan Lapis Talas Bogor adalah sebuah produk yang menambahkan Talas ke dalam adonan lalu di brand kan sebagai kue Lapis asli Bogor (Bogor terkenal akan talas bogornya, walaupun sebenarnya tu talas belum tentu di hasilkan di kota/kabupaten Bogor).
Dalam sejarahnya Roti unyil mulai diproduksi pada awal tahun 2000, perusahaan yang terkenal dan masih eksis sampai sekarang adalah roti unyil Venus. Bila anda membeli oleh-oleh berupa roti unyil dari Bogor, maka wajib hukumnya untuk membawa roti unyil bermerek Venus, bukan merek yang lain. Padahal, banyak perusahaan yang mencoba menyaingi roti unyil Venus, namun sepertinya kekuatan brandnya terlalu kuat sehingga satu persatu perusahaan pesaing bertumbangan.
Selanjutnya, Lapis Talas Bogor baru booming pada tahun 2012 an, produk ini terkenal dengan cepatnya, selain karena bentuk kemasan yang menarik dan penamaan produk yang kuat juga di dukung oleh rasa yang memang enak. Pelopornya adalah lapis talas dengan merek Sangkuriang. Mereka sempat merasakan tahun pertama kejayaan tanpa ada persaing yang berarti, namun dalam perjalanannya, persaingan bisnis berlangsung dengan ketatnya. Berbagai macam merk baru mulai mengintai eksistensi mereka. Mereka memang masih menikmati porsi kue yang cukup besar, namun sepertinya kekuatan brand Sangkuring sedikit demi sedikit mulai terkikis oleh keberadaan merk lainnya.
Dalam analisa saya, persaingan ini bukan sekedar masalah rasa, namun yang paling penting adalah pada sisi branding. Venus mulai merintis bisnis roti unyil dengan selalu menempatkan namanya pada produk, Roti Unyil Venus, sebuah kesatuan nama antara produk dan merk. Sehingga seiring berjalannya waktu, orang tidak bisa memisahkan antara roti unyil dan Venus, bila mencari roti unyil ya berarti merek Venus. Namun berbeda hal nya dengan Lapis Talas Bogor Sangkuriang, yang mana Brand yang kuat adalah pada Lapis Talas Bogornya sedangkan merk sangkuriangnya hanya melekat sebagai pemanis. Sehingga para kompetitor dengan mudahnya untuk menusuk langsung ke jantung pertahanan, dibuatnya kue lapis lalu di kemasannya diberi keterangan dengan huruf besar KUE LAPIS TALAS. Maka beberapa orang yang tidak tahu merk sangkuriang akan merasa bahwa kue yang dibeli tersebut memang sudah ciri khas Bogor. Hal seperti Ini dialami oleh saya, yg saya tahu adalah lapis talas bogor, sedangkan merek sangkuriang hanya melintas sesaat.
Apa konsekuensi yang di hadapi oleh Lapis Talas Sangkuring? Ke depannya, merk sangkuriang memiliki beban yang berat untuk mempertahankan bisnis nya di dunia perlapis talasan, karena perusahaan lain sudah mulai mencoba mengambil porsi dari produk ini, setidaknya itu terlihat dari beberapa gerai lapis talas yang dibuka dekat dengan pintu tol Bogor. Saat ini sangkuriang mungkin masih bisa bertahan dan mendapatkan porsi terbesar, namun bila dia lengah sedikit maka bisa-bisa porsi yang mereka nikmati saat ini akan tergerus dengan cepat.
Berbeda halnya dengan roti unyil venus, yang masih terus bertahan dan mendapatkan porsi terbesar dari bisnis pada dunia per roti unyilan.
Selamat berbisnis kawan
Karim Abdullah
Mahasiswa master Innovation and entrepreunership.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s