Politik.. Manusia itu selalu sama

Sifat manusia itu memang tidak akan berubah, hanya pelakunya saja yang berbeda. Tingkah lakunya akan selalu sama…

Saat sedang membaca buku Parlemen atau Soviet karya Tan Malaka tahun 1921 (usia tan malaka saat itu baru 25 tahun dan dia baru pulang dari kuliah di Belanda). Buku tersebut adalah buah fikiran beliau berdasarkan kondisi yang terjadi di eropa pada saat itu. Eropa pada masa itu sudah menerapkan sistem parlementer namun masih terus disempurnakan. Tan malaka memberi contoh parlemen di Inggris, Jerman, Belanda dan Jepang. Oh ya, pada tahun 1921 Indonesia masih di bawah jajahan Belanda.

Salah satu paragraf yang menarik adalah sebagai berikut

“Bagaimanapun juga aturannya parlemen itu, konon yang kuat
dalam perjuangan ekonomi, itulah juga yang akan berkuasa
dalam Parlemen. Gereja-gereja yang dapat bantuan keras dari
kaum Modal juga ikut menjalankan tipu muslihat kalau waktu
pemilihan wakil-wakil di Parlemen itu datang. Sebagian besar
dalam negeri, yakni kaum tani atau buruh masih dengan mudah
kena pengaruh kuat pendeta-pendeta, yang memakai senjata-
senjata agama. Sering-sering si Kromo diancam dengan ”api
neraka” kalau ia berani memilih wakil yang bukan dari partai
kaum agama itu. Di pabrik-pabrik, di kereta atau di sekolahpun
tiadalah kurang propaganda kaum modal itu”

Bila melihat kondisi pemilu saat ini, ya kondisinya tidak jauh dengan penggambaran Tan Malaka tahun 1921. Bedanya di Indonesia adalah para politisi mendekati kiyai-kiyai untuk mendulang suara. Bahkan sampai bawa-bawa surga dan neraka segala.

Ya begitulah manusia, sejarah selalu berulang karena sifat manusia yang tidak pernah berubah. Maka dari pada itu JASMERAH (Jangan sekali-sekali Melupakan Sejarah). Bagaimana tahu sejarah..? ya baca.. baca.. baca….

Maaf.. tidak menerima debat, diskusi dan sejenisnya.. kecuali kalau udah baca tuh buku dari awal hingga tamat… Soalnya nanti takutnya ada miss presepsi.. Kalau dah baca tuh buku secara keseluruhan, kalian bakal tahu makna dari paragraf tersebut..

Maaf.. ga nerima kampanye-kampanyean.. ada yang kampanye, saya delete.. Saya cuman pingin ngasih tahu aja, Sejarah itu selalu berulang kawan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s