Dingin, Panas.. tak jelas

Salah satu hal yang menarik dari perilaku orang yang saya temui adalah saat mereka mengemukakan sesuatu permintaan tidak diuraikan dengan kuantitas yang jelas. Orang-orang saat meminta sesuatu biasanya berkata secara garis besar saja “eh, minta pecel yang pedas”, “nasi goreng-nya jangan terlalu manis”, “air teh nya jangan panas-panas” dan sebagainya.

Kadang kala definisi pedas, manis, panas dsb antara tiap orang itu berbeda-beda, dan kadang pula walaupun kata yang diucapkan sama namun maknanya berbeda.

Contoh pertama adalah antara saya dan istri, saat makan pecel/karedok yang dikasih cabe 2 buah, maka istri saya akan berkata itu sudah pedas, padahal menurut saya itu tidak pedas.

Contoh menarik lainnya adalah pendefinisan kata dingin. Saat kita membeli minuman, “bang, es teh manis 1 ya, tapi jangan terlalu dingin”. Berapa suhu air tersebut? saya prediksi sekitar 5-10 derajat celcius. Namun coba saat makan Mie Baso.. “aduh, ini baso masih panas, nanti dimakannya nunggu dingin dulu” nah, dingin disini berapa suhunya? bisa antara 30-40 derajat celcius.. Jadi mana definisi dingin yang betul..?

Jadi, untuk menghindari kerancuan tersebut, biasanya saya mencoba untuk menkuantisasi permintaan, misalkan “bu, pecelnya satu, cabenya tiga” saya sudah bisa memperkirakan pedasnya pecel teserbut dibandingkan dengan saya bilang, ” bu, pecelnya satu, yang pedes, tahu-tahunya dikasih cabe 7, bisa ga jadi dimakan tuh”

Kalau beli teh manis, “mas, teh manisnya satu, gulanya dua sendok saja ya”. Nah yang jadi masalah adalah saat makan sesuatu yang berkuah dan panas, saya masih tidak bisa menghindari penggunaan kata “nunggu dingin” walaupun kata dingin disini ambigu.. Namun bagaimana lagi, masa saya harus bawa termometer kemana-mana. Kan ga lucu aja pas lagi makan baso, temen saya nanya:

Temen : rim, ko basonya ga dimakan?
Saya : iya nih, masih panas, baru saya cek suhunya 78 derajat, nanti kalau dah 50 derajar saya baru berani makan (sambil nyelupin termometer ke dalam kuah baso)

udah, gitu dulu ah…
Selamat sore
Selamat menyiapkan taraweh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s