Kisah si Emut

Petualangan si Emut

Kadangkala dalam menjalani kehidupan ini kita suka mengalami suatu kejadian yang tidak disangka-sangka. Tanpa ada perencanaan bahkan tidak ada bayangan sama sekali, tiba-tiba saja kita harus berjalan jauh atau melakukan suatu kegiatan yang diluar dugaan. Begitu juga yang dialami oleh Emut, seekor semut yang sedang beranjak dewasa dan sedang mencari jati dirinya.

Emut sering melamun, dia merasakan bahwa hidupnya hanya datar-datar saja; tidur, makan, jalan-jalan digelapnya sarang, sesekali berbincang dengan teman sebayanya lalu tidur lagi. Seperti kebanyakan semut muda lainnya, dia belum boleh meninggalkan sarang karena tubuhnya yang masih rentan dan juga masih harus belajar teori-teori tentang kehidupan semut. Saat sepi, dia sering melamun membayangkan tentang terangnya kehidupan di luar sana, berbagai benda-benda yang bentuknya indah, beragam makanan yang bisa dinikmati. Sesekali dia menguping pembicaraan para seniornya yang baru pulang dari tugas luar..

“ah, betapa nikmatnya bila bisa menghirup udara luar sana ya”, suara lirih keluar dari mulut emut.

Hari berganti, dan emut pun akhirnya memiliki kesempatan yang telah dia nanti-nantikan. Yup, inilah hari pertama dia akan bertugas luar, mencari makanan untuk para semut lain yang menghuni sarang. Sebelum pergi, dia asah terlebih dahulu antenanya, mengenakan sepatu yang mengkilap, mengisi tempat minumnya dengan air dan hal lainnya sesuai dengan panduan yang telah dia terima di kelas persiapan.

Selangkah demi selangkah, emut berjalan dengan tegapnya. Setitik cahaya perlahan semakin membesar, tiuapan angin semakin kencang menerpa wajahnya, aroma yang berbeda mulai tercium oleh hidungnya. Emut berkata dalam hati kecilnya “akhirnya masa ini pun tiba, aku bisa menikmati kehidupan di luar sana yang lebih terang”

Emut berjalan berpasangan dengan sahabat sebayanya, kita sebut dia dengan rang-rang. Dimulailah aktivitas mereka, mencari makanan untuk dibawa ke sarang. Ah, ternyata hari pertama mereka penuh dengan keberuntungan, baru berjalan beberapa langkah Emut sudah menemukan remehan biskuit di atas piring. Dari kejauhan terlihat anak kecil yang sedang merajuk pada Ibunya untuk digendong.

Emut : rang, ini hari keberuntungan kita.. mari kita ambil remeh-remeh biskuit itu.
Rang : laksanakan.

Mereka berdua lalu bergegas berjalan ke arah piring yang berisi remah biskuit. Harumnya biskuit membuat mereka tergoda.

“wah, ini pasti enak apalagi masih fresh. Aku akan mencicipinya” berkata Emut kepada Rang-rang..

rang-rang menjawab “sebaiknya kita ambil sedikit, lalu segera lapor ke komandan di sarang agar bisa lebih banyak semut yang datang untuk mengambilnya”

Emut “santai sama rang, kita nikmati dulu saja biskuit ini, kapan lagi kita bisa seperti saat ini”

Rang-rang : tapi…. nanti kita kena marah paduka puteri..
Emut : ga bakal ko, santai saja.. setelah kenyang, baru kita kembali ke sarang.

rang-rang pun tidak kuasa menolak ajakan Emut. Mereka berdua segera menaiki piring untuk menikmati biskuit. Segigit, dua gigit lalu dibalas dengan seteguk dua teguk, diulangi lagi berkali-kali hingga mereka berdua merasa kenyang. Udara sepoi-sepoi membuat mereka menjadi mengantung dan tak kuasa untuk memejamkan mata. Pada akhirnya mereka berdua tertidur di samping remah-remah biskuit.

Tak disangka-sangka, piring tempat mereka tidur dipindahkan oleh manusia ke tempat pencucian piring. Emut dan rang-rang masih tidak sadar akan hal terjadi, mereka masih tertidur dengan nyenyak karena perut mereka yang penuh. Mereka tidak sadar akan bahaya yang mengancam…

Lalu.. apa yang akan terjadi selanjutnya..? tunggu pada terusan cerita ini, itupun kalau saya niat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s