Sejarah gunung batu versi saya

Nah.. untuk menemani malam minggu kalian… saya akan bercerita tentang hikayat terbentuknya suatu daerah di Bogor yang biasa disebut dengan Gunung Batu.. cerita ini berdasarkan daya imajinasi saya… jadi, anda tidak boleh protes.. kalau tidak suka, ya abaikan saja…

Alkisah.. pada zaman entah berantah.. Saat itu kehidupan masih tenang dan damai.. gunung batu (saat itu disebut dengan desa makmur jaya) masih berupa daerah persawahan yang menghampar dikelilingi sungai CiSadane.. Seperti daerah perkampungan lainnya di masa itu, mata pencaharian utama warga adalah bertani dan beternak..

Karena tanahnya yang subur dan juga warganya yang rajin serta pandai, maka aneka tanaman bisa tumbuh dengan lebatnya, bukan hanya padi saja namun juga ada anggur, melon, strawbery, bahkan kurma..

Kedamaian itu terusik sesaat setelah seorang turis menemukan sumber emas yang sangat melimpah di daerah selatan “desa makmur jaya”, saat itu sang turis sedang jalan-jalan, tiba-tiba topinya tertiup angin. Dikejarlah topinya tersebut, ternyata topi jatuh kepinggir sungai, saat mendekati sungai tersebut ada pantulan cahaya kuning dari dalam, karena penasaran maka sang turis mendekati sumber cahaya tersebut, digalinya lah itu tanah dan tidak disangka-sangka disana ditemukan sebongkah emas..

Nah itulah cikal bakal cikoneng..air kuning alias warna emas.. lalu semenjak itu mulailah berdatangan orang-orang dari berbagai daerah untuk menggali emas disekitar daerah tersebut. Ternyata sumber emas tersebar sangat luas sekali, melingkupi satu kecamatan.. Itulah cikal bakal beridirinya CIOMAS… Karena emas nya rata-rata berada di dekat sungai… CI = SUngai… jadi Sungai O Emas, disingkat CIOMAS…

Karena semakin banyak orang yang berburu emas, hal ini menyebabkan sungai menjadi rusak, air irigasi tercemar dan berimbas pada hasil pertanian yang kualitas dan kuantitasnya menurun. Maka dari karena itu tetua adat disana membuat aturan bahwa yang tidak punya KTP daerah tersebut, tidak boleh mencari emas.

Untuk memudahkan pemeriksaan KTP, maka dibuatlah pintu gerbang.. (sekitar jembatan sarijan), sungai menjadi pembatas wilayah kekuasaan.. selain itu, disekitar desa makmur jaya didirikan pagar pembatas.. Karena lokasinya yang berbukit, maka bagus untuk pertahanan..

Satu hari, dua hari, sebulan, dua bulan,banyak pendatang yang ingin menggali emas di ciomas diusir oleh penjaga karena tidak punya KTP sana.. Lebih lanjut, Karena jumlah orang yang menggali emas berkurang, maka pertanian disana kembali maju..

Ternyata hal tersebut membuat orang-orang menjadi kecewa, lalu mereka  membuat rencana tidak baik bagi warga ciomas dan makmur jaya. Mereka akan menyerang daerah tersebut, mengusir penduduknya.

Lalu datanglah ribuan orang menyerang ciomas.. Beruntung sekali daerah tersebut dikelilingi oleh sungai, sehingga hanya ada satu pintu untuk masuk. Hal tersebut menyebabkan musuh sangat mudah untuk dikalahkan, cukup menyiapkan pemanah di atas bukit, maka para musuh yang jumlahnya banyak bisa habis dalam sekejap..

Para pemburu emas ini tidak hilang akal, mereka akhirnya menggunakan trebucet untuk mengancurkan pertahanan desa makmur jaya.. jutaan batu dilemparkan dari seberang sungai ke arah desa makmur jaya..  hampir 1 bulan desa makmur jaya dikepung dan dihujani batu. Pertanian menjadi hancur, kebun2 rusak karena saking banyaknya batu yang dilemparkan oleh para pemburu emas..

Saking banyaknya batu yang dilemparkan, setelah 2 bulan tumpukan batu itu menjadi tinggi dan menutupi persawahan.. sangat sulit menemukan daerah yang tidak ditutupi oleh batu..

Karena pertanian sudah hancur, batu-batu jumlahnya banyak.. akhirnya warga desa makmur jaya pun menyerah.. mereka mundur ke arah barat sambil melantunkan nada-nada kesedihan..

Oh desaku…
Desa makmur jaya..
Sekarang kau sudah hancur..
Menjadi gunung batu…

Nah.. semenjak itulah desa makmur jaya berubah menjadi gunung batu..
Bagaimana nasib ciomas dan cikoneng..?

tunggu kisah selanjutnya, itupun kalau saya ada niat untuk membikinnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s