bimbingan

Jadi waktu kemarin saya bimbingan tentang proposal penelitian, pembimbing saya bertanya

“Menurut kamu, kenapa hilirasisi industri di Indonesia itu sulit dilakukan? kenapa bukan dari zaman dulu hal tersebut dilakukan? kamu tahu tidak? Senior-senior saya sudah merumuskan konsep hilirisasi semenjak tahun 80 an awal, kenapa baru sekarang-sekarang ini baru mulai dikerjakan?”

Saya terdiam sesaat, bukan karena tidak tahu harus menjawab apa, melainkan saya punya puluhan jawaban yang dapat dikemukakan, yang menjadi masalah adalah, kira-kira yang paling yang paling sesuai dengan keinginan pembimbing saya tersebut.

Setelah menarik nafas beberapa kali, saya memulai arguman dengan kata-kata “Karena pejabat zaman dulu sudah puas dengan angka pertumbuhan ekonomi di angka 5-7% dengan hanya menjual sumber daya alam tanpa di olah lebih lanjut. Mudah, murah dan menguntungkan”.

Pembimbing saya melanjutkan pertanyaannya “Lalu kenapa sekarang pemerintah ingin melakukan hilirisasi..?”
Saya “karena sekarang sumber daya alam kita sudah mulai berkurang pak, hutan-hutan sudah menjadi gundul, kalau hanya jual barang mentah lagi, tidak cukup lagi untuk membiayai penduduk indonesia”

Pembimbing : “Kenapa program hilirisasi terhambat?”
Saya : “Karena banyak kepentingan yang terpangkas karena program hilirisasi, saya beri contoh salah satu negara yang kekurangan bahan baku karena ga boleh mengimpor bahan baku nikel dari Indoensia. lalu pengusaha di negara tersebut tiap hari ngetokin rumah menterinya karena kalau itu berlanjut, mereka bisa bangkrut. hasilnya adalah, negara tersebut sedang menggugat Indonesia di WTO.

Pembimbing : “jadi menurut kamu apa ini masalahnya..?”
Saya ; “intinya adalah kemauan dan keinginan dari orang Indonesia untuk berdikari, berdiri di atas kaki sendiri, tidak takut dengan tekanan asing. Kita harus tegas bahwa yang menentukan nasib kita adalah kita sendiri, ga boleh kita di atur-atur sama asing.

lalu saya lanjutkan, itu contoh negara arab pak. dia punya minyak. mereka bilang sama asing “ada yang mau ngebor minyak saya? kalau mau, saya (arab) dapat 70%, u (asing) dapat 30%. kalau u ga mau, pergi sana, masih banyak yang mau ko.

beda pak sama di Indonesia, kita punya sumber daya, terus asing datang. U pejabat (indonesia), itu bahan alam mau gw gali, 70% buat I (asing), 30 buat U. Kalau U ga mau, ntar ane cari pejabat lain yang mau, ente siap-siap diganti.

Pada akhirnya, pembimbing saya berkata “ya, yang ingin saya berikan padamu hari ini adalah, dalam melihat sesuatu kamu harus memandangnya secara komperehensif dari berbagai sudut pandang” Beliau melanjutkan “semoga ke depannya akan makin banyak pemimpin yang baik dan tidak mau di dikte asing, sehingga kesejahteraan bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Siap pak….

Bogor, 9-05-14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s