Supply Chain

Salah satu jenis bisnis yang mudah dan banyak orang menekuninya baik secara serius atau pun hanya sekedar hobi adalah berjualan. Ada banyak istilah yang digunakan pada jenis bisnis ini, pedagang, makelar, calo, penjual, suplier dan lain sebagainya. Inti dari bisnis ini adalah mencari barang dari pihak pertama (produsen) atau org yg paling dekat dengan produsen, lalu menjualnya kepada pihak selanjutnya (bisa reseller) ataupun kepada end user… kira-kira seperti inilah:

Produsen –> (pedagang, makelar, calo, suplierr dsb) –> end user.

Kalau bahasa ilmiahnya mah, supply chain. Semakin pendek rantai distribusi maka harga di end user akan lebih murah. Namun yang menarik adalah, rata-rata end-user tidak bisa langsung membeli barang ke produser. Ada beberapa alasan yang menyebabkan hal tersebut, selain masalah administrasi pada produser (menjual 1 buah dan 1 kontainer membutuhkan PO yang sama, jadi kalau ada banyak beli ketengan akan banyak tenaga terbuang), bisa juga karena adanya distributor khusus yang sudah membuat perjanjian dengan produser tersebut.

Untuk industri besar, rantai distribusinya akan lebih panjang. dari distributor selanjutnya ke suplier baru kepada end-user. Nah, biasanya kalau temen-temen yang hobi jualanan (bukan sebagai mata pencaharian utama), dia akan mendapatkan barang dari suplayer dan menjual ke end user. Harga biasanya lebih murah dari toko karena sang penjual tidak perlu membayar sewa toko, jasa kebersihan, gudang, keamanan, dan distribusi dsb.

Ada satu contoh sistem distribusi barang yang menurut saya menarik. Yaitu sistem penjualan kue basah. Kasus ini saya temukan di Lampung, dan mungkin juga terjadi di kota-kota lainnya.

Jadi, ada sebuah toko yang menjual makanan basah. Berbagai macam jenis makanan ada disana, pukis, lapis, buras, bakwan, roti dsb. Makanan-makanan ringan yang biasa dikonsumsi sebagai cemilan pada saat rapat, arisan, acara santai ataupun acara formal. Nah, ternyata toko ini tidak memproduksi semua barang tersebut, dia hanya menerima titipan dari produser dan menjual kepada end-user. Bila barang tidak habis, maka dikembalikan kepada produser (kehebatan 1). Jadi si toko tidak akan menanggung kerugian akibat barang tidak laku.

Yang lebih gila lagi adalah, misal end user bertemu produser di toko tersebut, lalu dia meminta alamat tempat kue itu dibikin, maka jawaban produser adalah.
produser : “Ibu/bapak mesennya ke toko saja, jangan mesen ke saya”
Konsumen : Kenapa..? kan ibu bisa ngambil untung lebih
Produser : jangan bu, nanti kalau saya ketahuan jualan langsung ke ibu, saya bisa-bisa tidak boleh nitip barang lagi di toko (kehebatan 20)

Ini gila menurut saya, pemilik toko tersebut mampu mendikte produser. padahal pemilik toka itu cuman punya tempat saja, dan dia tidak bisa bikin kue. namun ko bisa dia sampai menekan produser.?

Menurut saya, dia adalah contoh makelar yang hebat. Dari kasus tersebut, saya jadi sedikit paham kenapa untuk bisnis besar terutama ekspor dan impor, akan selalu ada makelar yang meraup untung besar tanpa berkeringat banyak. Kira-kira mirip lah dengan toko tersebut. Jadi, walaupun pedagang indonesia sebenarnya bisa berhubungan langsung dengan produser suatu produk di negeri A, B dan C. Namun tetap saja barang itu harus masuk lewat pelabuhan di negara kecil sebrang batam. Apa rahasianya..? cari saja sendiri… wkwkwkkw

Kembali ke masalah di awal, kalau rantai distribusi pendek, maka harga akan lebih murah. jadi bagi temen2 yg hobi dagang, carilah tangan ke 1 dari rantai distribusi, kalau bisa sih langsung beli ke produser, kalau bisa beli nya ngutang, kalau ga laku bisa dibalikkin. I.allah pasti untung berlipat-lipat.

Jangan nanya, kenapa ga lu aja rim yang dagang..? jawabnya.. hahahahhaa, saya mah mau fokus mengabdikan diri sebagai abdi negara dan berbagi ilmu dengan semua. Masing-masing harus menempati posisinya sesuai dengan keahlian dan keinginan… Intinya, harus fokus lah.

Selamat siang semua…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s