Bolak Balik dalam Berfikir

Saya adalah salah seorang penggemar Pizza, saya pernah menulis beberapa kali tentang makanan kesukaan saya tersebut. Namun, kadang kala saya merasa ada hal yang aneh saat memakannya. Sebagai alumni sekolah analis, insting analisa saya selalu diasah dalam berbagai macam keadaan. Salah satunya adalah saat makan Pizza.

Keganjilan yang saya rasakan adalah saat memesan Pizza ukuran besar, Saya berasumsi sepertinya bagian quality control restauran kurangĀ  teliti dalam membuat Pizza ukuran besar. Kenapa? Begini, akan saya jelaskan.

Biasanya pizza ukuran besar dibagi menjadi 8 potong, lalu dihidangkan kepada konsumen. nah pada saat saya memakan potongan pertama, rasanya pizza mantap luar biasa, hangatnya roti ditambah lembutnya keju mampu memanjakan mulut saya. begitu juga dengan potongan ke dua, rasanya masih mantap, keanehan mulai terjadi pada saat saya makan potongan ke-3, rasa nikmatnya mulai berkurang. Namun karena masih ada 5 potong, tentu sayang bila tidak dimakan, maka saya lanjutkan memakan potongan yang ke 4. Rasanya makin hambar, tidak ada selera dan gairah untuk memakannya.

Aneh kan, masa potongan pertama dan ke 2 enak, namun yg ke 3 apalagi ke 4 jadi kurang enak. Apa yang terjadi ya? padahal kalau diamati secara sekilas, tidak ada perbedaan pada penampakannya. Apa saat membuatnya tidak homogen..?

Begitu juga kalau makan cokelat ukuran besar, pada potongan pertama rasanya mantap, potongan ke-2 sampai 5 masih mantap begitu potongan ke 6 ko rasanya nya jadi aneh. apa cokelat itu komposisinya ga homogen ya .. ? jadi rasanya ko bisa beda-beda. Padahal kan itu cokelat merek terkenal, harganya mahal lagi. Ih aneh banget kan..

wkwkwkwkww……

*inilah salah satu contoh tulisan yg membolak-balikkan otak, saat kita membaca tulisan semacam itu, lalu menelannya begitu saja, ya yang terjadi adalah sesuatu yang salah jadi bener, yang bener jadi salah.

Maka, diera dimana berita/tulisan diproduksi secara masif, kita harus pandai-pandai memilah dan memilih mana yang dapat dipercaya dan mana yang tidak valid. Mana yang harus di share, mana yg hanya sebagai konsumsi pribadi.

*biar ga terjadi miss komunikasi terutama bagi yg bacanya lurus-lurus saja, itu rasa pizza tetep sama, yg bikin jadi ga enak ya karena pizza nya gede2, makan 2 potong aja dah kenyang. kalau perut kenyang, ya makan jadi ga nafsu. itu yg bikin pizza dan cokelat jadi ga enak lagi. Pizza dan cokelatnya mah homogen, lah mereka bikinnya secara profesional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s