Docalang dan kenangan indah

Suatu waktu, saya pernah bilang kepada Istri saya bahwa doclang (salah satu makanan berbumbu kacang) yang enak itu adalah doclang kampung (doclang yg dijajakan dengan cara dipanggul, penjualnya keluar masuk kampung untuk menjajakannya, biasanya di jual pada pagi hari). “Harganya murah, rasanya juga enak” begitulah kira-kira promosi saya saat itu.

Nah, setelah sekian lama tidak menyantap doclang jenis tersebut, akhirnya tadi pagi saya mencicipinya kembali, tentu saja istri saya juga membelinya untuk membuktikan ucapan saya. Baru beberapa suap, istri saya berkomentar “ah, rasanya biasa-biasaya saja”. Saya pun merasakan perasaan yang sama, ko rasanya menjadi hambar ya,

Lalu saya merenung, mungkin rasa docalang itu tidak berubah, tapi presepsi diri kita lah yang berubah. Saya merasakan nikmatnya doclang kampung pada saat masih kanak-kanak, saat itu lidah saya belum banyak mencicipi jenis doclang lainnya. pada masa itu, makan doclang merupakan suatu makanan yang istimewa menurut saya karena frekuensi mengkonsumsinya yang jarang menjadikannya sebagai salah satu makanan mewah.

Saat ini saya sudah mencicipi berbagai jenis doclang yang bumbunya lebih kental, harganya lebih mahal dan tentu saja rasanya lebih terasa. Saya juga sudah merasakan berbagai macam makanan lainnya yang lebih istimewa yang mana rasanya lebih menggelitik di lidah.

Jadi saya berkesimpulan bahwa, bukan doclangnya yang berubah, namun presepsi saya lah yang telah berubah. Begitulah dalam menjalani kehidupan ini, banyak hal yang kita rasa berbeda namun sebenarnya bukan karena hal tersebut yang telah berubah, namun perasaan dan sudut pandang kita lah yang menjadikan berbeda.

*seperti kenangan yang indah, biarkan dia tetap menjadi sebuah kenangan, karena bila kita mencoba merekonstruksi ulang kenangan itu menjadi kenyataan pada saat ini, niscaya keindahan itu akan menjadi buyar. ya seperti doclang itu tadi, sebelum pagi ini, saya selalu menganggap bahwa doclang kampung itu sangat enak, namun setelah mencicipinya (lagi) hari ini, maka kenangan ttg doclang enak itu menjadi buyar.

Selamat pagi semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s