Strategi meningkatkan Konsumsi Ikan (laut)

Sebagai negara yang di keliling oleh lautan, menjadikan Indonesia negara yang memiliki potensi besar sebagai penghasil ikan di dunia. Beragam macam jenis ikan laut dapat diperoleh dari berbagai daerah dari sabang sampai merauke. Meski begitu, ternyata konsumsi ikan per-kapita penduduk Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan Malaysia. Pada tahun 2012, penduduk Indonesia mengkonsumsi 38 kg/kapita, sedangkan malaysia mencapai 56,1 kg/kapita, bahkan kita kalah dari singapura yang mengkonsumsi hingga  48,9 Kg/kapita.

Ada beberapa kendala yang menyebabkan konsumsi ikan di Indonesia relatif rendah. Yang pertama adalah kemampuan nelayan lokal untuk menangkap ikan yang sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti cuaca, ketersediaan BBM, dan penjualan hasil tangkapan. Pada saat cuaca buruk, nelayan tidak dapat melaut karena kapal yang mereka gunakan berukuran kecil sehingga rentan untuk tersapu oleh ombak, hal ini berimbas pada pasokan ikan di pasar lokal. Begitu juga dengan ketersediaan BBM sebagai modal mereka untuk melaut, bila ini tidak tersedia maka nelayan tidak dapat pergi untuk menangkap ikan. Nelayan kecil tidak mempunyai kekuatan dalam menentukan harga jual hasil tangkapan mereka, lebih diperparah bila mereka meng-ijonkan hasil tangkapan mereka kepada tengkulang.

Ketiga hal tersebut menjadikan rantai pasok ikan laut menjadi rumit. Relatif sulit mendapatkan ikan laut yang masih segar di pasar traditional terutama yang berlokasi jauh dari daerah pantai. Hal ini menyebabkan harga ikan laut menjadi mahal dan berimbas pada tingkat konsumsi masyarakat yang rendah.

Hal lain yang memperumit adalah, banyak kapal-kapal asing berukuran besar yang melakuan kegiatan penangkapan ikan di wilayah Indonesia namun hasilnya langsung di ekspor ke pasar luar negeri. Sehingga pasar lokal hanya mendapatkan supply ikan laut segar yang sedikit.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah atau pihak terkait untuk meningkatkan konsumsi ikan terutama ikan laut di Indonesia.

Hal pertama adalah memperkuat koperasi nelayan yang memiliki fungsi sebagai penyedia modal, distribusi BBM, membeli hasil tangkapan, serta mendistribusikannya. Selain itu koperasi juga memiliki peran untuk meningkatkan kompetensi nelayan seperti mengadakan pelatihan-pelatihan yang bermanfaat bagi para nelayan. Program jangka panjang dari koperasi adalah menyediakan kapal-kapal berukuran besar yang dioperasikan oleh para mantan nelayan traditional.

Langkah kedua adalah meningkatkan supply ikan laut dengan cara membuat peraturan yang mewajibkan kapal besar menjual hasil tangkapannya untuk pasar lokal. Sedangkan langkah ke tiga adalah sosialisasi kepada masyarakat melalui kementerian dan dinas terkait tentang nilai manfaat dari mengkonsumsi ikan.

Dengan meningkatnya konsumsi ikan, maka Indonesia dapat meningkatkan ketahanan pangannya, sehingga konsumsi daging sapi sebagai sumber protein dapat disubsitusi dengan mengkonsumi ikan. Bila ini dapat dilakukan maka impor daging sapi dari luar dapat dikurangi, tentu saja hal tersebut akan berimbas pada berkurangnya nilai impor dan menjadikan neraca perdagangan kita menjadi surplus.

Sekali mendayung dua pulau terlewati, konsumsi ikan yang tinggi selain dapat meningkatkan kecerdasan bangsa Indonesia dapat juga meningkatkan perekonomian masyarakat. Semoga ke depannya konsumsi ikan per-kapita di Indonesia dapat terus meningkat. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s