Jakarta (lagi)

Jadi ceritanya hari ini saya ke Jakarta. Terakhir ke sana pada saat harus mengikuti tes di daerah Rasuna Sahid satu bulan yang lalu. Entah kenapa, semenjak menetap di Bogor, rasanya tuh males kalau harus pergi ke luar kota, soalnya dah kebayang macet, lama dan cape. Bila tidak ada urusan yang penting dan mendesak, rasanya tidak mau juga saya pergi meninggalkan bogor.

Tujuan saya kali ini adalah bertemu dengan Mr Makio. Dia adalah silver expart JICA yang di tempatkan di Lampung semenjak dua tahun yang lalu. Karena kontraknya sudah habis, maka dia akan kembali ke kampung halamannya di Jepang. Nah, karena saya merasa berhutang budi kepada bapak Makio, maka saya harus bertemu dengan dia secara langsung untuk mengucapkan terima kasih, ucapan salam untuk keluarga dan juga sampai jumpa lagi di lain kesempatan.

Nah, sekarang saya akan bercerita ttg perjalanan menuju Jakarta. Bagi orang yang bekerja di Jakarta dan memiliki rumah di Bogor, mungkin cerita saya ini amat lebay, namun karena saya menjalanai nya sesekali maka ini menjadi pengalaman yang luar biasa. Semoga bisa diambil “ibrohnya bagi kita semua”

Saya berangkat dari Bogor dengan menggunakan commuter line dengan jadwal pemberangkatan 10.35 dari Bogor, sampai di stasiun cawang sekitar pukul 11.30. Saya memprediksi bahwa perjalanan ke meeting point akan lancar, maka saya memutuskan untuk shalat jum’at di masjid yang dekat dengan meeting point. Alhamdulillah, hitungan saya tepat. 3 menit sebelum adzan saya sudah mengambil wudhu dan menunggu khatib khutbah.

Selesai shalat, saya lanjutkan dengan makan siang. Alhamdulillah ada warung makan sederhana di samping meeting point, jadilah saya mengisi perut di sana dengan semangkuk soto mie, 3 potong gorengan dan 1 botol teh, cukup 20 ribu rupiah. Harga kaki lima memang ramah bagi kantong makhluk seperti saya.

Acara inti berlangsung dari pukul 13.45 hingga 14.30. Kami beramah tamah, berdiskusi dan saling berbagi cerita ttg perasaan dan pengalaman yang di dapat selama 2 tahun di Indonesia. tak lupa saya melaksanakan misi utama mengucapkan terima kasih atas bantuan yg telah diberikan oleh beliau kepada saya.

Lalu saya pulang ke Bogor, nah disinialah saya mengalamai salah perhitungan. Harusnya, saya jalan sebentar dari hotel menuju halte busway, lalu naik bus TJ ke arah stasiun sudirman. Namun pada kenyataannya, kami naik taksi (dengan harapan, tidak usah jalan, jarak tujuan tidak terlalu jauh dan tidak macet). Pada kenyataanya, jalanan sangat macet. Dari senayan menuju sudirman membutuhkan waktu hingga 1 jam. Luar biasa jakarta.

Dari pengalaman kali ini, dapat diambil pelajaran bahwa bila melewati jalur sudirman, lebih baik naik bus TJ saja, jalurnya kosong sehingga perjalanan dapat berlangsung dengan cepat, dan ongkosnya relatif murah.

Demikian saja curhat saya kali ini.
Aduh, ko sekrang saya banyak curhat di FB.
Ga apa-apa lah, dari pada ngomongin politik mulu, bikin gemes aja, mending curhat gini, melegakan hati.

Selamat malam semua

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s