investasi rumah

Peningkatan kemampuan ekonomi rakyat Indonesia beberapa tahun terakhir dapat dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di pulau jawa dan daerah perkotaan. Salah satu tanda adalah ramainya pusat perbelanjaan modern beserta dengan perlengkapannya (bioskop, restoran, panggung hiburan dll). Selain itu kemacetan yang semakin parah karena imbas dari jumlah kendaraan pribadi yang ada di Jalan raya.

Pada kesempatan ini saya tidak berbicara tentang kesenjangan yang makin lebar antara masyarakat ekonomi atas dengan masyarakat ekonomi bawah, saya hanya akan memfokuskan pada perilaku masyarakat perkotaan.

Pendapatan perkapita yang menyentuh angka 4000 dollar pertahun atau sekitar Rp 4 juta perbulan berada jauh di atas batas kebutuhan hidup layak. Kembali saya tidak berbicara tentang kesenjangan penghasilan antara 2 kelompok yg sangat kaya dan sangat miskin, biarkan saya mengasumsikan bahwa terjadi distribusi normal.

Pendapatan perkapita artinya adalah pendapatan perindividu, sehingga untuk keluarga muda yang beranggotakan suami, istri dan 1 orang anak maka pendapatan mereka adalah Rp 4.000.000 x 3 orang = Rp 12.000.000,- mungkin anda bertanya, kan yang bekerja hanya 2 orang, namun kenapa anak sudah memiliki pendapatan? kembali saya katakan bahwa ini adalah pendapatan perkapita, artinya semua penduduk memiliki penghasilan yang sama. angka Rp 12.000.000 bisa jadi dihasilkan dari gaji ayah Rp 7.000.000 dan ibu 5.000.000 atau seimbang.

Berapa kebutuhan hidup yang layak? saya akan menggunakan kota bogor sebagai patokan. Kita asumsikan bahwa setiap hari anggota keluarga makan dengan nasi+ayam+susu+buah 3x sehari. Bila belanja ke pasar maka tiap 1 kg akan mendapatkan 12 potongan ayam (paha, sayap,dada) dengan harga saat ini adalah Rp 40.000, cukup untuk lauk 1 hari. maka dalam satu bulan akan keluar angka Rp 1.200.000,-. Ditambah beras, minyak, bumbu2 sekitar Rp.500.000,- perbulan bulan. dan ditambah dengan buah2an Rp 300.000,- maka akan dihasilkan belanja konsumsi rumah tangga sebesar Rp 2.000.000,- (A)

Sekarang kita hitung listrik, air dan tranportasi. Air dan listrik untuk perkotaan biasaya diangaka Rp 400.000,- untuk transportasi kita gunakan commuter line, motor dan busway, Untuk minyak motor sekitar Rp.120.000,- perbulan (untuk transportasi rumah-stasiun), CL Rp 250.000,- perbulan dan busway Rp 250.000,- kita dapatkan angan Rp Rp 625.000,- kita kalikan 2 menjadi Rp 1.250.000,-. DItambah dgn Listrik dan air menjadi Rp 1.770.000,- Ditambah gaji pembantu Rp 1.000.000 perbulan. Maka total (B) Rp 2.770.000

Masuki bab Hiburan. anggap tiap minggu pergi nonton ke bioskop, perorang menghabiskan Rp100.000/minggu atau Rp 400.000 perbulan, kali 2 menjadi Rp 800.000. Pulsa 150.000 perorang jadi Rp 300.000. total Rp 1.100.000,- (C)

Total A + B + C adalah Rp 5.870.000,- per bulan. Kita genapkan ke pada anga Rp 6.000.000. Maka dalam rumah tangga rata2 dengan 1 anak akan memiliki kelebihan uang sebanyak Rp 6.000.000,-

Nah, uang inilah yang digunakan untuk membeli rumah sekaligus berinvestasi. Harga rumah Rp300 juta bila dicicil selama 15 tahun hanya membutuhkan Rp 3.5 juta perbulan. Maka dengan kelebihan uang sebesar Rp 2.5 juta perbulan mereka bisa mencicil rumah/tanah ke 2 sebagai investasi (kemudian menyewakannya).

Permintaan rumah yang tinggi untuk investasi ini lah yang menyebabkan harga rumah di komplek menjadi melambung tinggi di atas harga kewajaran. Dan efek negatifnya adalah orang yang berada pada bidang sebelah kiri dari distribusi normal akan kesulitan untuk mendapatkan rumah dengan harga yang cocok dengan kantong mereka.

Nah, karena orang yang berada pada kelompok tengah ke kanan memiliki kemampuan ekonomi yang tinggi, mereka tidak peduli bila rumah ke 2 dst sebagai sarana investasi tidak ditempati bahkan menjadi hancur, karena kebutuhan dasar telah tercukupi. Maka bila anda main ke komplek2 perumahan menengah, akan banyak sekali rumah kosong yang tidak ditempati bahkan ada yang atapnya sudah hancur, rumput tinggi menandakan bahwa rumah tersebut tidak terawat.

Sebagai penutup adalah, sampai sekarang saya masih kesulitan mencari rumah yang tepat untuk dibeli, karena seperti yg saya sebut di atas, saat saya mau, harganya sudah jauh di atas kemampuan ekonomi. silahkan anda menarik kesimpulan anda…

Selamat siang, selamat berakhir pekan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s