mimpi

“Kamu punya mimpi yang belum tercapai?”
tiba-tiba seorang teman memecahkan lamunanku

“hmm……………..”
Aku berdengung dengan suara yang cukup pelan

“ada….., memang kenapa kamu bertanya seperti itu?”
akupun menjawab dengan sedikit keraguan, sambil menerka-nerka arah dari pembicaraan ini.

Lalu temanku kembali berkata
“aku lihat, sepertinya hidup mu mengalir begitu saja, melakukan apa yang perlu dilakukan dan meninggalkan sesuatu yang perlu ditinggalkan. namun, walaupun begitu sepertinya dirimu bagai orang yang tak punya arah dan tujuan dalam menjalani hidup ini..?”

sebuah pernyataan dan pertanyaan yang tiba-tiba menohok sanubari ku
Kembali aku terdiam.. sambil menatap rembulan yang bulat sempurna memancarkan cahaya nya dengan lembut.

“aku ingin menginjakkan kaki di Jerman…”
ku katakan hal itu kepada temanku dengan suara yang cukup lirih..
lalu kulanjutkan perkataan ku kepada teman
“bila yg kau maksud adalah masalah duniawi, hanya itu cita-cita yang ingin kucapai”

“menginjak tanah jerman, meminum airnya, menyerap ilmu serta kebudayaannya”

“mungkin setelah itu, tidak ada lagi cita-cita besar yang ingin aku capai sebagai pembuktian ambisi pribadi”

lalu temanku bertanya kembali
“kau tidak ingin kaya? memiliki rumah mewah, mobil berlimpah? berkuasa menduduki singgasana kehormatan? hayolah.. kamu kan manusia..? masa cita-cita mu sesederhana itu..?”

“ah kawan, tak perlu lah kau kaya raya, berlimpah harta dan kuasa.. karena sesungguhnya harta kau yang sejati itu hanya dua, yg kau makan dan jadi kotoran serta yang kau simpan untuk akhiratmu kelak”
kuucapkan kata-kata tersebut dengan cukup tegas, membuat temanku sedikit terperanjat.

Lalu aku kembali merenung, dan temanku tersebut tidak lagi banyak bertanya, hanya sesekali berkomentar tentang awan yang menutupi bulan, bintang yang berkelip dan hal-hal ringan lainnya..

“Ayang… kamu sedang apa diluar sana, sini masuk kedalam, sudah malam”

Kembali hening terpecah dengan suara panggilan dari istri tercinta..

Namun aku tetap tak bergeming, masih terus melamun menatap langit yang kian terang..

Tak disangka, istriku menyusul keluar.. lalu dia berkata

“aduh Ayang, melamum melulu.. sudah malam ini.. masuk kedalam.. jangan diluar saja.. sendirian lagi .. mending di dalem, aku sudah bikinin teh hijau hangat”

Lamunanku terpecah… kulihat kanan kiri…. hanya ada aku dan istriku..

Selamat malam.. selamat beristirahat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s