Hati

Hati itu tidak pernah bisa dibagi, karena dia adalah satu kesatuan utuh yang akan kehilangan makna saat dipotong menjadi ukuran-ukuran yang lebih kecil. Yup, hati yang saya maksud itu adalah cinta, bukan hati dalam bentuk harfiah alat untuk mencuci darah dalam tubuh manusia.

Namun yang menarik dari hati adalah sifatnya yang dapat berduplikasi menghasilkan hati-hati baru yang bisa dibagi kepada orang yang ada disekitar kita. Kita bagikan sebentuk hati kita untuk sang pencipta, kita bagikan untuk orang tua kita, dikirimkan untuk istri tercinta, dan tentu saja ditiupkan juga untuk sang buah hati.

Mereka semua mendapatkan bagian-bagian yang utuh dari kita, laksana horcrux yang dimiliki oleh voldemort. Hati itu menjadi nyawa-nyawa kita yang mengisi relung nadi kehidupan. Maka itu maka kenapa saat orang yang kita cintai sedang mengalami suatu perasaan, kita dapat juga mengetahuinya karena sesungguhnya hati yang telah kita berikan itu hidup dan terus menghubungkan antara kita dan orang tersebut.

Hati yang pernah kita berikan pada orang lain tidak akan dapat kita ambil kembali, sekuat apapun kita ingin menarik dan menyembunyikannya, dia tetap akan utuh tersimpan hingga kadang suatu saat akan muncul dalam mimpi dan lamunan. Maka begitulah yang terjadi saat kita ditinggalkan orang yang kita cintai, harum ketulusan dan perasannya masih dapat kita ingat walau jasadnya sudah tidak bernyawa.

Namun ada juga orang yang tidak mampu menduplikasikan hatinya, saat memproduksi satu hati yang terakhir lalu dia kirimkan untuk orang yang dia cintai, dan tidak bisa berbalas atau tidak dapat disatukan karena keadaan, lalu dia stagnan dengan perasannya tersebut membuat kemampaun reproduksinya menjadi hilang. Maka sering kita dengar kisah-kisah orang-orang yang telah memberikan hati nya kepada orang lain, lalu dia menunggu hingga ajal datang menjemputnya.
seperti hayati dan zainuddin di kisah tenggelamnya kapal van der wijck, atau seperti zainab dan hamid pada kisah di bawah lindungan ka’bah.

Selamat sore

Selamat bersantai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s