Hilirisasi industri pertambangan

Selamat pagi semuanya.

Pagi ini saya akan sedikit bercerita tentang Permen ESDM no 7 tahun 2012 tentang peningkatan nilai tambah mineral.

Semangat yang dibawa oleh permen ini adalah untuk meningkatkan nilai tambah bijih mentah. Sebelum peraturan ini dibuat hingga 2014 nanti, bijih mineral yang dikeruk dari bumi Indonesia langsung diekspor ke luar negeri. Indonesia mendapatkan fee berupa pajak ekspor dan ribuan tenaga kerja terserap untuk industri.

Untuk memperbanyak tenga kerja yang diserap, serta menambahkan nilai ekonomi bagi bijih tersebut, maka diterbitkanlah permen ini. Jadi diharapkan pada tahun 2014 nanti, kita tidak mengekspor bijih mentah tapi kita sudah bisa menyerap bongkahan besi, ferronikel dan sebagainya.

Misalkan (saya tidak tahu angka pastinya), mungkin ada yg bisa menambahkan. Kita menambang bijih besi setiap tahunnya 1 juta ton, dengan persentase kandungan besi 40% maka potensi yg ada adalah 400 ribu ton  bongkahan besi. Bila harga bijih besi adalah Rp 2000,-/ kg dan setelah menjadi bongkahan besi adalah Rp 20.000,- maka ada nilai tambah hingga 4 kalilipatnya.

Selain itu, akan ada lapangan kerja baru yang terbuka. yaitu pada pabrik peleburan, spare part smelter, transportasi dsb. Industri pendukung yang tercipta akan lebih banyak lagi, kantin, perumahan, warung dsb. Akan ada efek berganda yang bisa diperoleh.

Namun, sepertinya permen ini akan gagal diterapkan pada tahun 2014 karena banyak penolakan yang dilakukan oleh pengusaha dan juga pekerjanya. Yang mereka takutkan adalah akan banyak industri pertambangan yang berhenti beroperasi karena mereka belum memiliki usaha peleburan.

Inti dari masalah ini adalah, pengusaha kesulitan untuk membangun smelter-smelter untuk mengolah bijih mentah menjadi produk setengah jadi. Ada beberapa alasan yang dikemukan berkaitan dengan pembangunan smelter ini, pada kesempatan ini saya hanya akan fokus pada 1 masalah yaitu LISTRIK.

Pasokan listrik yang tidak memadai. Rata-rata lokasi pertambangan berada di daerah yang jauh dari perkotaan, sehingga mereka sulit untuk mendapatkan akses listrik. Smelter yang dibangun membutuhkan pasokan listrik hingga mencapai 300 MW. Jangankan untuk mebangun unit baru, untuk melayani yang ada saat ini saja PLN sudah sangat kesulitan, buktinya adalah banyaknya terjadi pemadaman (terutama di luar jawa). Untuk membangun 1 unit PLTU berkapasitas 100 MW membutuhkan investasi hingga 1 T, jadi dibutuhkan lebih dari 4 T untuk melayani unit peleburan (smelter). Ada solusi yang ditawarkan oleh PLN yaitu membangun smelter di Jawa yang masih memiliki kelebihan pasokan listrik hingga 8000 MW. Masalahnya adalah, bila tambang berada di luar jawa sedangkan smelter di jawa, maka akan meningkatkan biaya transportasi.

Saran lain adalah, unit smelter dipersilahkan untuk membangun pembangkit secara mandiri. Ini juga tidak mungkin dilakukan karena penambangan bijih akan dibatasi oleh waktu, 10, 20, 20 dst. Bila Pembangkit listrik dibangun secara mandiri, lalu batas waktu penambangan telah selesai, apa yang akan dilakukan terhadap pembangkit tersebut?

Solusi yang saya tawarkan adalah, segera dibangun unti pembangkit listrik baru di daerah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku. Minimal 10.000 MW, untuk pendanaan bisa menggunakan APBN, pinjaman lunak dsb. Lalu dibangun jalur kereta api yang menghubungkan antara lokasi pertambangan dengan pelabuhan.

Namun sepertinya antara pemerintah dan pengusaha sama-sama tidak memiliki keseriusan yang cukup untuk merealisasikan Permen ini. Pengusaha ingin mengeskpor langsung  karena untungnya sudah jelas dibandingkan dengan membuat smelter dan melakukan pengolahan sendiri yang tentu saja memerlukan investasi besar baik uang maupun sumber daya manusia. Pemerintah juga kurang serius untuk membangun pembangkit listrik dan sistem transportasi masal untuk mendukung usaha ini.

Wallahu alam, selamat beraktivitas, selamat menunggu akhir pekan. Jangan lupa beli kambing/sapi untuk qurban..

http://www.esdm.go.id/siaran-pers/55-siaran-pers/5693-peraturan-menteri-esdm-no-7-tahun-2012-tentang-peningkatan-nilai-tambah-mineral.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s