LCGC… Saatnya mobil murah untuk seluruh rakyat Indonesia

Dalam beberapa hari terakhir ini, banyak hal yang melintas di dalam fikiran saya. Dari sekian hal yang ada, salah satu hal yang paling mengganggu kinerja otak saya adalah tentang program Mobil Murah Low Cost Green Car (LCGC).

Banyak orang yang kontra terhadap program ini, dan tentu saja ada juga yang mendukungnya. Saya termasuk salah satu orang yang mendukung kebijakan ini. Sederhana saja, karena saya bekerja di Kementerian Perindustrian. Kebijakan ini berasal dari kementrian tempat saya bernaung.. So…

Saya memahami kekhawatiran orang jakarta tentang kemacetan yang akan bertambah parah dikarenkan hadir nya mobil ini, tapi perlu digaris bawahi bahwa penduduk indonesia tidak hanya tinggal dijakarta tapi juga sumatera, kalimantan, sulawesi, papua. Tentu warga di daerah lain ingin juga menikmati memiliki kendaraan pribadi. BIla harga tinggi tentu saja mereka akan sulit untuk membelinya, namun dengan kebijakan ini tentu saja warga di daerah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan apa yang mereka cita-citakan.

Sekali lagi saya tegaskan, Indonesia ini tidak hanya jakarta. dan Indonesia juga bukan hanya dimiliki oleh kota-kota besar saja, tapi Indonesia itu adalah milik warga Indonesia yang tinggal dari sabang hingga merauke.

Sebagai warga jakarta dan juga kota besar, kita ingin semuanya nyaman untuk kita sendiri, transportasi mudah, murah, harga sembako terjangkau, dan lain-lain. Tapi kadang kala kita tidak memikirkan tentang perasaan penduduk Indonesia yang tinggal dipinggiran yang bekerja sebagai petani, ataupun peternak. Misalkan saat harga daging naik, beras naik, kedelai naik, orang kota berteriak meminta pemerintah untuk menurunkan harga produk-produk tersebut. padahal di satu sisi, saat harga komoditi hasil pertanian itu naik, para petani sedang mengalami kegembiraan.

Lalu teriakan orang kota makin kencang, dan lagi-lagi pemerintah memilih membela mereka dibandingkan membela para petani. IMpor, harga menjadi turun, namun panen para petani menjadi tidak laku untuk di jual.. Apakah orang-orang kota memikirkan hal ini?

Kembali ke masalah mobil murah. DIbandingkan memprotes kebijkan mobil murah ini, alangkah baiknya bila gubernur segera membangun sarana transportasi publik yang aman, nyaman dan murah. bila ini dapat tercapai, tentu orang akan lebih memilih transportasi publik dibandingkan membawa kendaraan sendiri. Ini semua masalah bisnis semata.

Kecuali bila gubernur nya memang tidak memiliki konsep yg jelas untuk membentuk sistem transportasi publik yang nyaman, baik dan murah. Maka strategi yang dilakuan ya memelas dan menyalahkan pihak lain.

FYI.. salah satu kebijakan LCGC ini adalah penggunaan 80% komponen lokal, dengan target penjulan 300ribu/tahun. Bila rata2 harga LCGC adalah 80 jt, maka akan ada sekitar 20 T uang yang berputar di dalam negeri dari sisi produksi. Bila biaya sdm adalah 20%, maka akan ada perputaran 4 T untuk mengaji karyawan.

BIla pendapatan perkapita kita adalah 40jt/ tahun, maka akan ada penyerapan tenaga kerja langsung sebesar 100.000 pekerja. belum bila kita masukkan tenaga kerja di bidang marketing, layanan purna jual dan onderdil, tentu akan ada snowball effect yang berujung pada perputaran ekonomi dalam negeri.

Dan itulah peran kementerian perindustrian, menyiapkan industri yang mampu menyerap tenaga kerja. Dan dengan LCGC ini, maka TUPOKSI kementrian perindustrian telah terlaksana..

*ini adalah jawaban dari komentar yg masuk tentang tulisan saya di atas

Saya akan mencoba menjawab kekhawatiran-kekhawatiran yang ada di benak bapak-bapak tentang program LCGC ini.

bapak @Imed Menurut saya, bila LCGC dikenai pajak khusus buat DKI, maka nanti daerah lain pun akan menuntut hal yang sama. Bila ini terjadi maka cita-cita LCGC ini tidak akan tercapai. lagi pula, ini tidak akan menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta. Orang bogor, bekasi, tangerang mereka akan tetap membeli LCGC “yang tidak kena pajak tambahan” namun mereka akan tetap membawa kendaraan mereka masuk ke Jakarta.

Kalau saya lebih memilih, menswastanisasi semua lokasi parkir yang ada di jakarta lalu menaikkan tarif parkir yang ada. Di iringi dengan peningkatan kualitas Bus untuk di jalur Busway. Di tambah memperbanyak bus pengumpan dari kota-kota satelit semacem bogor, depok, bekasi dan tangerang. Selain itu pemprov DKI dapat bekerja sama dengan Pemprov Jawa barat dan PT KAI untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kereta api. Membuat under pas/jembatan layang di tiap jalur kereta api untuk mengurangi kemacetan di perlintasan, membeli rangkaian kereta baru, meningkatkan kualitas perkabelan jaringan listrik dll. Pemprov DKI memiliki anggaran hingga 30 T lebih tiap tahunnya, bila ada keinginan yg kuat, maka hal-hal di atas akan mudah dilakukan. sekali lagi, itu bila memang pemprov DKI memiliki kemauan untuk menyelesaikan masalah. Bukan malah menyalahkan pihak lain.

mas @sujarwo sesungguhnya manakala matahari telah menerbitkan sesuatu yang barang kali pertanyaan dimaksud tidak saya maksud untuk mengerti, jadi haturkan maaf bilamana saya tidak can meng answer nya.

mas @Duminanto Karena tanpa program motor murah pun, masyarakat sudah mampu membelinya. Dan kasian dong bila naek motor mulu, kehujanan, mana becek, ga bawa jas hujan, meriang jadinya. Lebih baik naek mobil murah, aman, tentram dan nyaman, apalagi buat yg kerja di luar jawa.

mas @ivan itulah keunggulan program ini. 80% komponen dari dalam negeri. Jadi perusahaan mobil itu mereka mendesain, lalu mensubkon kan part-part kendaraan kepada pihak ke-3 yang ada di dalam negeri, lalu menggabungkannya di pabrik mereka. Saya pernah mendengar bahwa 1 mobil itu terdiri dari 2000 bagian yang berbeda, dari jenis skrup, ukuran kabel, dan cetakan-cetakan lainnya. Selain menggerakan perusahaan mobil, program ini juga menggerakkan industri-industri menengah yang mendapat jatah sub-kon. oh ya, kalau hand made terlalu banayk, nanti jadi sekelas lamborgini yg harganya naudzubillah… oh ya, handmade itu lebih mahal, ini kan program mobil murah, bukan program mobil mahal.

bung @tata sebenarnya menperin mendukung mobnas, apalagi SMK. namun sayang pencetus program ini entah sekarang sibuk ngurus yg lain. Oh ya, maaf pernyataan bahwa menperin “lebih cocok jd general manager marketing perusahaan2 otomotif jepang” sebaiknya sedikit di ralat. Kita juga sekarang sedang mendorong peningkatan industri hilir dari produk-produk agro yg ada di Indonesia, seperti hilirisasi CPO, kakao, karet dll. salah satu investasinya, ya mengkuliahkan saya ini untuk belajar mengembangkan industri berbasis agro…

bung @raka mobil ini selain berbiaya murah, tentu saja ramah lingkungan (low cost green car). salah satu syaratnya ya irit minum BBM dan emisi gas buang nya rendah. Berkaitan dengan infrastruktur jalan di daerah yang belum memadai, itu tanggung jawab pemerintah daerah. Karena sekarang sudah era otonomi daerah. Pemerintah pusat hanya memiliki tanggung jawab membangun jalan nasional dan memberikan bantuan anggaran untuk daerah dalam bentuk Dana alokasi umum (DAU) dan Dana alokasi Khusus (DAK), masalah anggaran itu jadi apa, ya itu tanggung jawab pemerintah daerah. jadi lucu bila satu sisi pemerintah daerah koar-koar tentang otonomi, tapi satu sisi masih ngemis-ngemis ke pemerintah pusat.

uang 20 T itu potensi uang yg dihasilkan oleh perusahaan dari penjualan LCGC. Usul bung raka sangat bagus, memang sebaiknya pemerintah daerah mengalokasikan dana (ya dari APBD, DAU, DAK, hibah atau lainnya) untuk membeli bus (bus karyawan, sekolah, umum dll) dan menciptakan transportasi murah, aman dan nyaman. bila itu berhasil, ya orang juga akan lebih memilih transportasi publik meskipun di rumahnya punya mobil. Ya mobil nya di pake saat sabtu minggu buat main ke pantai bersama keluarga. kalau hari kerja, naik bus jemputan.

bung @ Rizki.. nanti SMK akan dilanjutkan bila JOKOWI jadi president.. maka tunggu 2014…

One thought on “LCGC… Saatnya mobil murah untuk seluruh rakyat Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s