LIngkaran Setan bagi Para Mantan Aktivis

Ini adalah sebuah hasil perenungan panjang saya mengenai kondisi Indonesia dilihat dari sudut Sumber Daya Manusia. Setiap tahunnya puluhan ribuan sarjana, ribuan master dan ratusan doktor dihasilkan oleh Ratusan perguruan tinggi yang ada di Indonesia, belum lagi ditambah dengan ratusan lainnya yang dihasilkan oleh kampus-kampus di seluruh dunia, namun kenapa sampai sekarang Indonesia masih saja dilanda berbagai macam krisis, kemiskinan, kerusuhan, korupsi dan lain sebagainya.

Apakah ada yang salah dalam sistem pendidikan kita? atau adakah yang salah dalam hal mental masyarakat kita, atau apa sebenarnya yang salah dari Sumber Daya Manusia kita sehingga negara ini masih berjalan di tempat bahkan mungkin mengalami penurunan?

Waktu masih mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi, banyak sekali kawan-kawan yang peduli akan negara ini, banyak diskusi-diskusi yang dilakukan oleh mereka untuk membangun negeri ini, bahkan banyak juga gerakan-gerakan real yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. bahkan tidak sedikit kawan saya yang lebih sibuk memikirkan kondisi negeri ini dibandingkan memikirkan masalah perkuliahnnya. namun kenapa kondisi bangsa ini tidak juga mengalami perbaikaan?

apakah ini kesalahan dari para senior kita? bukankan banyak kaka-kaka kelas kita angkatan 60, 70, 80 atau 90 yang sekarang menjadi pejabat negara mengurusi kepentingan masyarakat indonesia? bukankah dulu mereka lebih aktif dibandingkan kita dalam memperjuangkan kepentikngan rakyat? bahkan mereka rela memasang badan demi mendukung para petani, buruh dan kaun kecil lainnya? namun mengapa negara kita tetap seperti ini walupun abang-abang kita tersebut telah menjadi pemangku kebijakan?

Kemana idealisme mereka yang dulu berjuang demi kepentingan rakyat? sekarang dimana mereka berada? mungkin sekarang mereka sedang bersantai menikmati manisnya hidup tapi lupa dengan penderitaan yang di alami oleh jutaan rakyat Indonesia? atau sebenarnya mereka masih menyimpan idealisme tersebut namun tidak tahu harus berbuat apa? atau mereka tidak mampu lagi memperjuangkan idealisme mereka tersebut karena menghadapi realita kehidupan yang amat kejam?

Saya jadi inget tentang perkataan saya kepada seorang teman:

Bung, setelah anda lulus kuliah. anda akan mengalami 4 fasa perjuangan mempertahankan idealisme anda tersebut:

1. Fasa idealisme, saat anda baru bekerja, banyak ide yang anda miliki yang semua nya memiliki tujuan untuk kemajuan negara atau perusahaan. Anda akan menghadapi senior-senior yang memiliki pemikiran yang jauh berbeda dengan anda. pada fasa ini akan terjadi gesekan yang besar antara idealisme yang ada dengan realita yang terjadi. berapa lama anda akan bertahan menghadapi realita ini? tergantung kekuatan dan dukungan yang ada di belakang anda. Cepat atau lambat anda akan segera masuk ke dalam fasa ke-dua

2. fasa apatis. anda akan mengalami kejenuhan dalam menghadapi realita yang ada. namun anda tidak mau mengorbankan idealisme . maka anda akan memasuki masa di mana anda tidak peduli dengan kondisi yang ada, yang anda kerjakan hanyalah sekedar bertahan hidup dan berdo’a agar tidak terpengaruh oleh lingkungan yang ada.

3. fasa oportunis, anda akan mengalami kejenuhan dalam menghadapi ketidak pedulian anda, dan juga kekesalan yang memuncak melihat realita yang ada. lalu hati kecil anda berkata “saya harus memperbaiki kondisi ini”. bagaimana caranya? cara idealis tidak bisa lagi diterapkan, maka caranya adalah dengan mengikuti permainan yang ada. buang jauh-jauh idealisme yang ada. sikut sana, sikut sini, injak sana, injak sini, jilat sana, jilat sini. Dihati kecil berkata, “ini hanya sementara, setelah saya di atas, saya akan memperbaiki sistem yang ada, dengan harapan generasi setelah saya tidak perlu lagi berbuat curang seperti yang saya lakukan.

-Selamat anda telah memasuki lingkaran setan, karena bila anda telah mengikuti cara nenek moyang anda, maka jangan harap anda dapat memperbaiki sistem yang ada, dan bersiap-siaplah untuk masuk ke tahap 4.

4. fasa berkuasa. Selamat. anda telah sampai di puncak kekuasaan. sekarang anda berkuasa. namun karena anda melakukan nya dengan cara kotor maka jangan berharap anda akan memikirkan negeri ini. yang anda fikirkan adalah kepentingan anda dan juga golongan anda. selamat tinggal idealisme.

kira-kira, seperti itulah lingkaran setan yang akan selalu menghinggapi generasi-generasi yang ada di negeri ini. perlu energi ekstra atau bahkan revolusi untuk memutus rantai tersebut. tapi ada juga solusi lainnya… yang juga panjang, berat dan penuh onak duri, namun lain kali saja saya akan bercerita tentang bagaimana memutus mata rantai tersebut.

oh ya, sebagai penutup, bagaimana cara menyelamatkan idealisme yang paling mudah? jadilah Dosen. itu adalah pekerjaan yang menjadi idaman saya. karena saat anda menjadi dosen, anda tidak perlu terlalu sibuk mengurusi trik dan intrik yang ada. anda mengajar dengan baik, memberikan motivasi bagi mahasiswa anda, juga melakukan penelitian maka idealisme anda akan masih dapat dipertahankan.

oh ya, saya sekarang berada pada tahap 2… heheeheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s