ANalisa saya tentang impor daging sapi

Dari persidangan pada hari jumat, 17 Mei 2013 ttg kasus dugaan korupsi impor daging sapi yang menghadirkan saksi ahmad fatonah, luthfi Hasan, Suswono dan juga diputarkan berbagai macam hasil penyadapan. Teki-teki kasus ini pun perlahan terjawab dengan semakin jelas.

Pada awalnya, saya berfikir dan juga media menghembuskan bahwa kasus ini adalah LHI mengatur Menteri pertanian untuk memberikan kuota impor sapi kepada pihak-pihak tertentu. Seperti ini kira2. jatah impor dalam 1 tahun itu 80ribu ton. nah LHI menekan kementerian pertanian untuk memberikan jatah 8000 TOn buat indoguna. dari pengaturan ini LHI mendapatkan 40 Milyar. media menghembuskan “seolah-olah” bahwa LHI sudah menerima uang tersebut lalu mengidentikan dengan PKS partai korupsi sapi. gara-gara PKS harga daging sapi menjadi mahal, dan hinaan-hinaan lainnya.

Dari persidangan ternyata terungkap bahwa kuota yang 80.ribu telah habis dibagi melalui mekanisme rapat di kementerian pertanian-perdagangan dan menko ekonomi. artinya LHI dan fatanah serta indoguna ga ada urusan dengan yang 80 ribu ini. artinya adalah tidak ada pengaturan kuota impor oleh mereka. tentu saja tidak ada uang yang mengalir kepada mereka apalagi kepada PKS dari masalah impor ini.

kasus yang sebenarnya terjadi berdasarkan kesaksian dan bukti rekaman di persidangan adalah sebagai berikut:

1. Kuota impor sapi untuk tahun 2013 telah habis dibagi, namun berdasarkan kondisi di lapangan, kuota impor yang 80ribu itu kurang untuk memenuhi kebutuhan nasional. dampaknya adalah harga daging menjadi mahal, dan beredarnya daging oplosan.

2. LHI sebagai president partai islam, dimarahin ma kiyai karena beredarnya daging oplosan. maka dia berinisiatif untuk mencari solusi bagi masalah ini. ternyata masalah yang dihadapi adalah kurangnya kuota impor daging sapi.

3. Fatanah yang notabenya adalah seorang makelar, melihat peluang mahalnya harga daging sapi. sebagai seorang makelar profesional dia mencari cara untuk mendapatkan kuota impor. bertemulah dia dengan pt indoguna.

4. karena fatanah dekat dengan LHI, lalu dia meminta bantuan kepada LHI untuk dipertemukan dengan menteri membahas kuota imopor ini. fatanah mengajak mantan ketua asosiasi perbenihan maria elizabet untuk bertemu. gayung bersambut bagi LHI, Maria dan fatonah.

5. harus di lihat dulu motifnya. LHI demi berkurangnya peredaran daging celeng, fatanah mengharapkan komisi, dan maria demi mendapat jatah kuota tambahan.

6. maka terjadi lah petemuan di medan, disuksi tentang perlu nya penambahan kuota impor sambil diajukan data-data ilmiah dari pihak maria elizabet. menteri suswono tetap menolak penambahan kuota impor ini karena data yang dibawa ngaur. biar lebih ilmiah, maka mereka disarankan untuk melakukan seminar membahas masalah berapa sih idealnya kuota daging impor ini.

7. karena berprofesi sebagai makelar, tentu saja fatanah meminta jatah kepada indoguna karena dia telah berhasil mempertemukan pihak-pihak tersebut. lalu indoguna memberi uang 1,3 M yang emang dipake ma fatanah. (tidak ada bukti aliran uang yang dari 1,3 M kepada LHI)

8. LHI menolak untuk mengambil komisi walaupun fatanah terus memaksa untuk memberi komisi tersebut.

9. hingga akhirnya terjadi lah penangkapan AF dan wanita di hotel. uang nya masih ada di sana.

10. dan LHI yang tidak pernah menerima uang 1,3 M tersebut tetap dituduh menerima suap.

dari konstruksi di atas, dapat ditarik beberapa hal.

1. Harga daging mahal bukan karena tindakan korupsi dari LHI apalagi PKS, tapi karena mekanisme pasar. barang banyak, harga murah, barang dikit harga mahal.

2. LHI mengusahakan kenaikan kuota impor sapi dengan harapan harga daging menjadi turun sehingga peredaran daging oplosan berkurang.

3. tidak ada uang yang mengalir kepada LHI berkaitan dengan daging impor.

sekarang berkaitan dengan hukum.

1. apakah mempertemukan pihak-pihak terkait tanpa iming2 uang tetap dianggap pidana korupsi?

2. apakah bila ada orang yang ingin menyuap kita, tapi kita menolak, namun karena ada bukti rekaman iming2 uang tersebut kita tetap dianggap sebagai korupsi?

biarkan hakim yang memutuskan.

yang jelas, dan harus diluruskan adalah. INI BUKAN KASUS PENGATURAN KUOTA IMPOR SAPI, TAPI KASUS PENGAJUAN TAMBAHAN KUOTA IMPOR SAPI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s