Judul Berita yang “Membodohi”

Akhir-akhir ini saya sering membaca berita dengan judul yang eye chatcing, menggoda, spektakuler namun tendensiun dan provokatif. Judul berita tersebut amat menarik untuk dibaca, namun yang membuat miris ternyata judul tersebut tidak menjabarkan isi berita. Antara judul dan isi berita amat jauh.

Sebagai contoh adalah berita “Aceng dan Rhoma irama capres pilihan warga NU”, namun dalam berita ternyata mereka hanya dipilih oleh 2 orang dari 1800 responden. Bila pembaca hanya sekedar membaca judul, maka yang dibenak pembaca adalah aceng dan rhoma ira berada di urutan teratas dalam survey tersebut.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu kekuatan tulisan adalah pada Judul. Apalagi sekarang adalah era dimana orang berbagi berita melalui social media terutama Twitter dan Facebook. Karena keterbatasan penulisan, maka orang-orang hanya dapat mencantumkan judul dari berita tersebut. Maka judul yang menarik tentu orang-orang akan tertarik untuk membaca isi beritanya.

Namun harus di akui bahwasanya kecepatan berfikir dan berkomentar orang Indonesia itu tidak sinkorn, mereka lebih suka berkomentar terlebih dahulu baru berfikir kemudian. Jadi baru membaca judul berita, namun belum membaca isi berita mereka sudah berkomentar kemana-mana. Maka yang terjadi adalah pembiasan sebuah berita.

Saya kurang memahami etika jurnalistik, namun sebagai seorang sarjana saya pernah mempelajari cara membuat judul yang baik. Sebuah judul bacaan harus menggambarkan keseluruhan isi dari berita tersebut, bonus apabila judul kita itu selain baik juga menarik. Judul tulisan seharusnya adalah intisari dari isi tulisan tersebut. Misalkan saya ingin menulis tentang hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh konsumsi karbohidrat terhadap diabetes, tentu judulnya adalah “karbohidrat dan resiko diabetes”.  Namun judul seperti itu tentu biasa, karena dari judul saja orang sudah terbayang bahwa konsumsi karbohidrat berlebih akan meningkatkan resiko diabtes. Nah, sekarang saya ingin membuat orang-orang membaca tulisan saya, maka saya buatlah judul yang ekstrim “Konsumsi karbohidrat tidak beresiko terhadap diabetes” orang tentu akan berfikir, ah masa konsumsi karbohidrat tidak mempengaruhi terhadap diabetes, karena secara logika saja banyak orang yang terkena diabetes karena berlebih dalam mengkonsumsi karbohidrat. Ternyata dalam tulisan itu saya tulis “mengkonsumsi karbohidrat secara teratur dengan jumlah yang terukur akan menekan resiko terkena diabtes”

Judul berita memang tidak berbohong, tapi judul berita telah mengarahkan orang pada presepsi tertentu. Ini akan menjadi berbahaya apalagi bagi orang-orang yang hanya membaca berita secara sekilas, seperti di Facebook apalagi di twitter.

Bila etika jurnalistik ini tidak segera dibenahi, saya khawatir ke depannya media kita akan dipenuhi dengan judul berita yang membodohi, provokatif dan tidak membuat pintar para pembacanya. Contohnya “ribuan Jamaah Masjid raya bogor di bakar” ternyata isi beritanya tentang ceramah motivasi yang membakar semangat para jamaah tersebut. Atau “Gagal melaksanakan UAN, menteri Pendidikan diGantung” ternyata isi beritanya nasib sebagai menterinya di gantung antara di ganti atau tidak.

“President SBY akan Di ganti sebelum habis Massanya” ternyata berita tentang rencana SBY main volley setengah babak. “harga emas turun 50.000” orang akan berfikir 1 gr emas turun 50.000, padahal itu untuk 100 gram.

Berita seperti itu sama saja seperti orang yang suka memotong-motong ayat al-qur’an, contohnya “maka kecelakaan lah bagi orang yang shalat” celakalah orang yang hanya menggunakan ayat itu saja, padahal ada lanjutannya “yaitu orang yang lalai shalatnya” sungguh jau sekali maknanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s