Ketahanan Pangan

Indonesia sebagai negara besar memiliki luas wilayah yang terbentang dari sabang hingga merauke. Dengan jumlah penduduk mencapai 230 juta jiwa, luas wilayah 1.904,569 km2. kepadatan 124/km2. perkapita 44,88
5juta. memiliki 2 mata sisi keunggulan sekaligus kerugian. Menjadi keunggulan saat semua komponen bekerja sama untuk saling mengisi pembangunan dan menjadi kerugian mana kala antara masyarakat terjadi persaingan yang tidak sehat.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah penyediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat. meskipun memiliki wilayah geografis yang amat luas, namun banyak kebutuhan pokok yang masih mengandalkan impor. Contoh saja bawang putih, garam, beras, kedelai, gula rafinasi, terigu dan banyak lainnya.

Sebagai kebutuhan utama masyarakat, seharusnya Indonesia dapat mandiri dalam penyediaan sumber pangan. Tuhan telah menganugrahi Indonesia tanah yang luas dan subur. Hanya dengan sedikit sentuhan tangan maka segala macam jenis tanaman dapat tumbuh.

Pemenuhan pangan melalui jalur impor memiliki banyak kerugian. 1. Harga komoditi amat rentan naik dan turun karena dipengaruhi oleh segelintir pihak, baik itu importir maupun pedagang besar. 2. Mengurangi devisa dan berpengaruh negatif terhadap neraca perdagangan. 3. Memberikan  gairah negatif bagi petani, karena permainan segelintir orang menyebabkan harga pangan di tingkat petani menjadi jatuh.  

Sudah saatnya kita mandiri dalam penyediaan pangan, banyak keuntungan yang diperoleh; 1. Perekonomian di tingkat bawah meningkat dengan cepat karena akan membuka lahan pekerjaan baru. 2. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah 3. Mengurangi tingkat pengangguran 4. Harga komoditi bisa lebih stabil.

Untuk mencapai kemandirian pangan membutuhkan kerja keras dan juga kerja sama dari berbagai pihak. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu dipenuhi agar kemandirian pangan dapat tercapai. 1. ketersediaan bibit dan pupuk yang baik. 2. Ketersediaan gudang penyimpanan 3. Ketersediaan modal usaha bagi petani dengan bunga yang rendah. 4. Jaminan kesetabilan harga. 5. Sarana transportasi yang dari sentra pertanian menuju ke pusat perdagangan.

carut marut nya penyediaan kebutuhan pangan bagi rakyat disebabkan ke-5 point di atas belum terpenuhi dengan baik. Salah satu kendalanya adalah belum terkoordinasinya pekerjaan lintas kementrian. untuk poin 1 dan 2 adalah tanggung jawab kementrian pertanian, poin ke 3 adalah kementrian koperasi dan usaha kecil menengah, point ke 4 adalah tanggung jawab kementerian perdagangan dan poin ke 5 adalah kementrian pekerjaan umum dan kementrian perhubungan.

Sekali lagi saya tegaskan bahwa impor hanyalah solusi sesaat. Karena Impor tidak menyelesaikan inti masalah. Seperti orang yang terkena diabetes, sakit jantung, darah tinggi dll, mengkonsumsi obat tidak menyembuhkan penyakitnya, tapi hanya mengurangi rasa sakit atau mengobati sesaat, sedangkan solusi utamanya ya harus rajin berolahraga, mengurangi makan-makanan yang menjadi pantangan. Bila solusi ini diterapkan, maka konsumsi obat hanya menjadi selingan saja.

sebagai penutup, saya teringat dengan lirik lagu yang amat terkenal dari koesplus yang bercertita tentang betapa suburnya negeri ini ” orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat dan kayu jadi tanaman” Semoga surga itu dapat terwujud kembali di negeri ini.

One thought on “Ketahanan Pangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s