Taktik dan strategi menghadapi Pemilu bagi para calon Anggota DPR/DPRD “anggaran biaya dan model kampanye efektif”

Menjelang 2014, juga sebagai variasi Tulisan. Maka saya ingin mengungkapkan tentang isi di kepala saya berkaitan dengan politik.

Sekarang saya akan membahas tentang harga suara dalam pemilu. Saya akan mengkaji berdasarkan beberapa data pada pemilu 2009 yang lalu. Ini bisa menjadi rujukan bagi para calon anggota DPR ataupu DPRD agar dapat mendapatkan suara pemilih dengan biaya yang paling optimal.

Saya akan bahas berapa rupiah untuk mendapatkan 1 suara? bila menilik pada pemilu 2009 yang lalu, Ibas menganggarkan hingga 7 Milyar rupiah untuk dana kampanye. Dengan dana sebesar itu dia berhasil memperoleh suara sebanyak 327.097 yang berarti tiap kepala berharga sekitar Rp 21.000,-. Itu adalah gambaran kasar. Bisa lebih dan bisa juga kurang. tapi untuk memudahkan kita membahas berapa anggaran minimal yang dibutuhkan agar bisa menang, saya akan menggunkan angka tersebut.

Jadi begini hitungannya. Berdasarkan undang-undang pemilu, bahwasanya pemilu dibagi menjadi beberapa dapil, masing-masing dapil memperebutkan beberapa kursi. Jumlah pemilih pada tiap dapil pun berbeda. Sehingga harga perkursi akan berbeda-beda. karena saya orang Kota bogor, maka saya akan menggunkan Data di kota bogor.

Saya mengasumsikan semua partai memiliki kredibilitas yang sama di masyarakat, faktor yang membedakan adalah kemampuan bertempur masing-masing caleg nya. jadi variabel yang digunakan adalah daya juang masing-masing aleg.

Oke mari kita mulai analisanya. Jumlah pemilih di kota bogor adalah 802.862 jiwa dengan jumlah kursi sebanyak 45 buah. Artinya untuk mendapatkan 1 kursi DPRD kota bogor harus dipilih oleh 17.841 jiwa. Bila kita asumsikan jumlah golput adalah 20% maka suara yang harus diraih adalah 14.273 jiwa. Dengan suara sebanyak itu maka otomatis calon akan menang menjadi anggota DPRD kota bogor. Sekarang berapa biaya yang harus dikeluarkan agar bisa menjadi anggota DPRD, kita kalikan jumlah suara dengan Rp 21.000 menjadi Rp 299.733.999,- (300 juta rupiah).

Untuk menjadi anggota DPRD provinsi dapil 3 meliputi kota bogor dan cianjur dengan jumlah penduduk sebanyak hampir 2,9 juta jiwa dengan jumlah kursi sebanyak 7 maka harga 1 kursi membutuhkan 414.285 suara. Bila angka golput adalah 20% maka 1 kursi bernilai 331.428 jiwa. Kita kalikan dengan Rp. 21.000,- maka akan diperoleh nilai sekitar 7 milyar.

untuk menjadi anggota DPR, jawabarat menyediakan 91 kursi dari 39 juta jiwa. artinya satu kursi senilai dengan 428.571 suara. bila angka golput 20% maka membutuhkan suara sebanyak 342.857 jiwa atau seharga 7,2 Milyar.

Untuk anggota DPR jumlah pemilih tiap kursi tidak terlalu berbeda. namun untuk DPRD provinsi dan kota, jumlah kursi sangat berbeda. Contoh untuk di lampung, pada dapil kota lampung memperebutkan 11 kursi dengan jumlah jiwa 1,251.642 jiwa, rata-rata 110.000 jiwa perkursi, bila golput 20% maka cukup mendapatkan 88ribu jiwa untuk harga 1 kursi. begitu juga untuk dprd kota. contoh dp tulang bawang 6 memperebutkan 4 kursi dengan jumlah pemilih 47.290 jiwa yang berarti sekitar 12ribu perkursi. bila golput 20% maka cukup 9.600 jiwa, dikali dengan 21.000 menjadi sekitar Rp 200 juta.

Kira-kira segitulah biaya yang dibutuhkan oleh masing-masing aleg agar dapat memenangkan pemilihan. Sekarang, bagaimana cara paling efektif untuk mendapatkan suara pemilih?

Saat ini masyarakat sudah cukup pintar, mereka melihat track record calon yang akan mereka pilih. atau minimal mereka kenal dengan calon mereka tersebut. Jadi cara yang paling efektif adalah seperti cara jokowi yaitu blusukan. Bila membutuhkan 20ribu suara, berarti diusahakan selama masa perkenalan dan kampanye kita telah bertemu dengan 20ribu orang. terlihat banyak namun sebenarnya sedikit bila mampu bekerja secara efektif.

Bila diberi masa kampanye selama 200 hari, maka satu hari calon tersebut harus bertemu dengan 100 orang. jumlah yang tidak terlalu banyak. bagaimana cara bertemu dengan 100 orang, datang pada saat sholat magrib dan isya sudah bisa bertemu antara 25 hingga 100 orang. bila 1 hari berkeliling 1 masjid, maka selama masa kampanye di harapkan semua masjid dan mushola telah dikunjungi oleh aleg tersebut. Datang ke masjid, ajak ngobrol jamaah, tanpa perlu menyebutkan embel-embel minta dipilih. bila ini sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya bisa lebih efektif dan efesien.

Untuk lebih berkenalan secara luas dengan masyarakat, berpartisipasilah pada kegiatan kemasyarakatan. Misalkan acara bersih-bersih, acara olah raga ataupun acara lainnya. Untuk acara bersih-bersih bisa menjadi sponsor dalam hal penyediaan konsumsi, untuk acara olahraga bisa menjadi sponsor acara tersebut. Misal “kejuaraan bulu tangkis piala bapak udin”. Ajak masyarakat untuk jalan-jalan ke tempat yang menarik dengan biaya yang murah meriah. misalkan untuk orang bogor, ajak jalan-jalan ke pantai, cukup modali sewa bus sebesar 2juta plus snack 10ribu perjiwa, maka kita bisa mengajak 50 orang untuk memilih kita. Bila yang diajak itu adalah ibu-ibu, tentu ibu2 itu akan mengajak suami dan anaknya untuk memilih bapak yang mengajak jalan-jalan tersebut.

Cara selanjutnya adalah pendekatan kepada ibu-ibu melalui majlis taklim, posyandu atau kegiatan PKK. ini bisa mengandalkan bantuan istri. biaya pembuatan seragam majlis taklim, tentu ibu-ibu itu akan merasa berhutang jasa, dan akan berbalas pada saat pemilu.

Cara konvensional tentu saja tetap perlu dikalukan, namun tidak perlu terlalu banyak karena walaupun sedikit bila masyarakat sudah kenal maka akan efektif. Bila target masyarakat adalah 20.000, maka buatlah sepanduk cukup 1/100 nya atau sekitar 200 buah, dikali rata-rata 100.000 maka hanya butuh 20 juta. tambah poster foto, stensilan mengenai visi dan misi sebanyak jumlah target pemilih, 20.000 lembar dikali Rp 1000 sekitar Rp 20.000.

Jadi dana sisa nya (360 juta) bisa dibagikan secara langsung kepada calon pemilih dengan berbagai macam bentuk. Seperti yang telah saya sebutkan di atas. Hal ini akan lebih efektif dan efesien dalam menjaring calon pemilih dibandingkan dengan perang spanduk dan baligho.

Oh ya, bila bisa mendekati wartawan, itu lebih baik lagi. jadikan profil kita masuk ke dalam pemberitaan. agar masyarakat luas bisa lebih mengenal kita. kalau bisa kita tampil di media sebagai orang yang dekat dan peduli rakyat.

segitu aja tips dari saya untuk para calon anggota DPR/DPRD.

note;
1. tentu saja harus disiapkan tim pemenangan yang solid.
2. pilih juga partai yang meyakinkan, track record baik dan menjanjikan. bila maju lewat partai gurem, susah juga untuk menangnya.
hheheheheh

http://www.kpu.go.id/dmdocuments/32-instrumen_jabar.pdf

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s