TNI…. Nasibmu KINI

Membaca berita tentang kondisi Indonesia saat ini membuat saya menjadi amat sedih. Bukan karena kasus korupsi (ini sudah menjadi berita sehari-hari, jadi buat saya sudah menjadi tidak aneh lagi). Namun yang membuat saya amat sedih adalah berita tentang meninggalnya Prajurit-prajurit TNI Indonesia di Bumi Papua. Bagaimana tidak sedih, para prajurit ini sudah dididik dengan demikian kerasnya bahkan menjadi salah satu pasukan kebanggaan Indonesia (bayangkan, berapa juta rupiah anggaran negara yang dikeluarkan untuk mendidik mereka menjadi prajurit-prajurit yang tangguh tersebut? tentu puluhan bahkan bisa hingga ratusan juta rupiah per-prajurit).

pada awal kejadian ini, timbul pertanyaan dalam hati saya “kenapa 7orang prajurit dari korps terbaik dapat dikalahkan oleh segerombolan separatis (pemerintah tidak berani menyebut teroris) yang dari segi skill dan keahlian amat sangat jauh. Ada apa sebenarnya?

Pertanyaan saya itu terjawab dengan pemberitaan tentang kronologi kejadian tersebut “Serangan kedua pada pukul 10.30 WIT di kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak Jaya. 11 Orang anggota TNI dari Koramil Sinak dan Yonif 753 berangkat menuju bandara dengan berjalan kaki berjarak sekitar 1,5 Km dengan berpakaian preman dan tanpa senjata untuk mengambil alat komunikasi HT dan HP Satelit yang dikirim dari Kodim Nabire”

Ternyata 11 anggota TNI tersebut TIDAK DIBEKALI SENJATA. Apa maksud nya ini? prajurit TNI di daerah konflik tapi tidak dibekali senjata? Apa yang dipikirkan oleh komandan mereka? apa dipikirkan oleh atasan-atasn mereka?

jadi tidak aneh bila prajurit TNI itu dapat mudah dilumpuhkan. Dan mereka tidak dapat membalasnya? sekali lagi Tidak dapat membalasnya?

Kesedihan saya belum selesai, bahkan bertambah ketika membaca komentar dari anggota komnas HAM sebagai berikut berikut:
“Dia juga mengatakan, ketidaksiagaan TNI menjadi salah satu penyebab insiden penembakan anggota TNI oleh kelompok pengacau keamanan. Jumlah anggota TNI di Papua mencapai 16.000 orang, dan 200 di antaranya anggota intelijen. Sementara anggota kelompok separatis di Papua diperkirakan mencapai 1.000 orang.

“Jadi sisanya pada tidur dan nongkrong. Wajar ditembak,” ujar Natalius.” -detik.com-

Ada apa dengan negara ini….?

Okelah, kita trauman dengan dwifungsi abri yang terjadi semasa pemerintahan orde baru. Saat itu TNI amat berkuasa baik dari segi kemiliteran hingga mengurusi masalah sosial. Namun kondisi saat ini menurut saya terlalu berlebihan.

Kenapa saat ada satu orang penggiat HAM meninggal maka “seolah2” seluruh Indonesia mengutuknya, namun saat ada prajurit TNI yang notabenya adalah warga Indonesia yang ada malah TNI yang dipersalahkan?

Namun saya akui bahwa saat ini TNI amat lah bijaksana, sabar dan tidak mau bertindak di luar konstitusi. TNI tidak mau menyelesaikan masalah ini secara militer namun mempersilahkan polisi untuk menyelsaikan kasus sesuai dengan hukum yang ada.

Smoga masalah ini dapat segera diselesaikan, dan cukuplah ini menjadi kejadian terakhir.

One thought on “TNI…. Nasibmu KINI

  1. sudah hal yang lumrah jika tni bersalah akan kena sangsi tapi jika tni berhasil tidak ada pujian yang diberikan letak dari yang lebih bermasalah beberapa personil tni yang belum dapat giliran sama sekali dikirim kedaerah rawan seperti papua terutama di jajaran kodim yang ada di kotamadya-kotamadya ini adalah tugas negara sesuai dengan prinsip yang ada di jajaran kodim.tugas menanti personil di saat warga masyarakat uji kemampuan di segala aspek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s