Dilema kenaikan BBM

Setelah gagal menaikkan harga BBM (walau hanya 500 rupiah) pada tahun 2012, maka secara logika perpolitikan, pada tahun 2013 hingga selesainya pemilu 2014 harga BBM tidak akan dinaikkan. Sederhana saja, sebagai partai penguasa maka Partai demokrat harus memiliki modal yang harus dibanggakan pada tahun 2014 nanti. dengan kondisi yang carut marut saat ini yang ditandai dengan elektabilitas yang turun drastis hingga 8%, maka menaikkan harga BBM sama saja pilihan politik yang amat buruk.

Pada tahun 2013 ini, pemerintah menganggarkan 193 triliyun untuk subsidi BBM. hampir 15% dari APBN Indonesia. JUmlah yang tidak sedikit namun juga sebenernya tidak terlalu banyak. coba kita hitung-hitung secara sederhana.

Dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa, maka tiap orang akan menanggung sekitar 700ribu rupiah/tahun. atau sekitar 60ribu perbulan, atau 2000 rupiah perhari. Seharga 3 batang rokok. Namun yang menarik dari subsidi BBM ini adalah kenaikan inflasi yang jauh di atas prediksi.

Pada tahun 2005, saat itu pemerintah menaikkan harga BBM sebesar 2700 (dari 1800 menjadi 4500) terjadi kenaikkan inflasi sebesar 17%. padahal saat itu pemerintah memperkirakan inflasi hanya di angka 8% (normalnya inflasi di anga 6%). jadi ada inflasi di luar perkiraan sebesar 10%. Bila pada tahun itu kenaikan BBM berhasil menghemat subsidi sebesar 89 triliyun, namun ongkos ekonomi yang keluar ternyata lebih besar dari itu yaitu mencapai 300triliyun (Pendapatanperkapita 2005xjumlah penduduk 2005 x inflasi 2005) (12.000.000 x 250.000.000 x 10%) artinya dampak kenaikan harga lebih dari 3x dari pada kenaikan BBM

BIla hitung2an di atas kita gunakan untuk menghitung dampak kenaikan BBM pada tahun 2013 (bila dinaikkan full sehingga pemerintah tidak mensubsidi lagi). maka inflasi akan berada di angka 13% (tahun 2005 harga bbm 3 x harga semula, inflasi 10%lebih tinggi, jadi kalo naik 2x berarti sekitar segitu) atau inflasi karena BBM sebesar 7%. mari kita hitung;

(36.000.000 x 270.000.000 x 7% = 680 triliyun). artinya pemerintah akan menghemat 193 triliyun, namun kenaikan harga yang harus ditanggung oleh rakyat mencapai 680 triliyun.

Disinilah menariknya ilmu ekonomi. banyak variabel yang sulit diprediksi.

 
Balik lagi ke masalah apakah pemerintah akan menaikkan harga BBM? silahkan dinaikkan tapi siap2 dengan dampaknya, yang paling jelas ya partai demokrat akan kalah telak. hehehehe

*jadi, bagaimana caranya agar subsidi berkurang namun inflasi tidak terlalu tinggi? pertanyaan untuk para ahli ekonomi

*saya mah ahli ngitung statistika u/ analisa kimia di laboratorium

One thought on “Dilema kenaikan BBM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s