DIlema partai demokrat

Saya ingin sedikit mengeluarkan pendapat, analisa, buah pikiran, tentang kemelut di dalam tubuh partai demokrat. Banyak orang yang bertanya, kenapa Anas Urbaningrum tidak dilengserkan dari jabatan sebagai ketua Umum Partai Demokrat padahal karena kasus yang membelit dirinya menyebabkan elektabiitas partai demokrat turun secara drastis hingga mencapai 8%.

Inilah dilema yang dihadapi oleh partai Demokrat dan tentu saja SBY sebagai pendiri partai demokrat. Sebagai sebuah organisasi, hal mendasar yang dibutuhkan agar dapat bergerak adalah struktur organisasi. Sebagai partai baru yang tidak memiliki basis masa yang jelas, Partai demokrat tidak bedanya dengan partai-partai lainnya. maka disinilah peranan SBY dalam membesarkan partai ini. untuk menghadapi pemili 2004, SBY mengandalkan struktur partai yang berasal dari kawan-kawan sesama purnawiran TNI ditambah dengan politis-politis senior yang loncat dari berbagai macam partai. Taktik ini menghasilkan perolehan suara mencapai 7%.

Seiring berjalannya waktu, tentu saja tenaga para purnawiran itu semakin berkurang, begitu juga dengan tenaga para politisi senior. Oleh karena itu untuk menghadapi pemilu 2009 maka SBY memerlukan tenaga baru, darah muda yang memiliki ide cemerlang dan stamina yang besar. Dalam pencariannya itu akhirnya SBY menemukan Anas Urbaningrum seorang tokoh muda, anggota KPU, aktifis HMI. Maka direkrutlah Anas untuk menjadi anggota Partai demokrat.

Lagi-lagi pilihan SBY itu tepat, dengan kombinasi jendral&politis tua sebagai penasihat dan Anas urbaningrum (yang tentu saja membawa gerbong HMI) sebagai tenaga penggerak, maka dipemilu 2009 Partai Demokrat menjadi partai pemenang dengan suara lebih dari 25%. Dan SBY kembali menjadi president ke-2 Republik Indonesia.

Namun rencana SBY tidak semulus yang dibayangkan. Anas sebagai seorang aktifis tentu saja tidak ingin hanya menjadi seorang anak buah, dia ingin menjadi ketua. Maka ikutlah dia dalam kongres untuk menjadi calon ketua umum, dan berhasillah dia.

Setelah menjadi ketua umum, untuk memperkuat posisi dirinya maka dia mengisi partai demokrat dengan para alumni HMI. Maka jadilah anas sebagai orang yang sangat kuat posisinya di dalam partai demokrat. Inilah yang menjadi dilema SBY, bila dia melengserkan Anas secara inkonstitusional, maka gerbong Anas akan berbondong-bondong keluar dari partai demokrat, maka siapa yang akan menjalankan roda organisasi partai demokrat? golongan tua? tidak bisa diharapkan. Namun bila Anas tidak dilengserkan, maka isu anas akan menjadi makanan empuk bagi lawan-lawan politiknya. isu ini akan terus digoreng hingga elektabilitsa demokrat mencapai titik paling nadir.

Uuntuk menyelamatkan partai, maka SBY mengambil alih pimpinan demokrat dengan mengatasnamakan majelis tinggi. Dengan ini SBY berharap bahwa lawan politik tidak lagi menggoreng isu Anas, dan Anas beserta gerbongnya tidak keluar dari partai demokrat. sehingga harapan kedepannya adalah demokrat tetap dapat berjaya kembali.

catatan akhir: Seandainya anas dan partai demokrat tidak terkena badai korupsi, pada tahun 2014 seharusnya Partai demokrat bisa menang kembali dengan suara yang lebih besar. dan ada kemungkinan Anas urbaningrum di calonkan menjadi President dan berpeluang menang.

Wallahualam.. Silahkan didiskusikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s