PNS (Di caci namun Di nanti) episode 1

Tak terasa akhir tahun 2012 sudah di depan mata, artinya saya sudah hampir 3 tahun bekerja sebagai pegawai negeri sipil Bila menggunkan bahasa yang sopan maka saya disebut dengan abdi negara, namun bila orang yang tidak suka terhadap PNS maka bisa juga saya disebut dengan “pemakan uang rakyat” tergantung sudut pandang orang itu menilai para PNS.

 

Bila menilai derajat kesukaan masyarakat terhadap PNS dinilai dari komentar di media masa ataupun obrolan sekilas dengan teman-teman yang non PNS, maka secara kualitatif PNS masuk ke dalam golongan orang-orang yang dibenci. Alasan nya karena mereka menganggap PNS itu identik dengan Korupsi, pemalas, pemakan uang rakyat, tidak ada gunanya, hanya membuat susah dan hal-hal negatif lainnya. Memang itu tidak salah. Mungkin untuk mendapatkan data yang lebih valid dapat dilakukan survey yang lebih detail.

 

Pada tulisan ini saya ingin bercerita tentang hubungan antara kemajuan bangsa dengan tingkat profesionalitas PNS. Boleh lah negara kita dipimpin oleh orang yang terpilih berdasarkan pemilihan yang demokratis baik itu president, gubernur ataupun bupati. Begitu juga dengan Menteri sebagai pembantu president dipilih oleh president. Yang berarti mereka menjadi pemimpin karena pilihan dari rakyat. Berbeda halnya dengan PNS yang terdiri dari orang-orang yang mengejar karir dari semenjak CPNS hingga menjadi eselon 1 yang mana itu semua diperoleh tanpa ada campur tangan rakyat.

 

Perbedaan cara mencapai posisi dalam pemerintahan memiliki konsekuensi dalam hal tata cara mereka bekerja. Dalam peraturan yang baru tentang PNS dalam PP 53/2010 telah di atur hak dan kewajiban PNS. peraturan itu lah yang harus dipegang oleh para PNS agar mereka selamat dalam menjalankan pekerjaannya sebagai PNS. Seperti aturan kehadiran, pilihan politik bahkan mengatur tentang perkawinan. Hal ini menyebabkan para PNS dalam melakukan segala sesuatu harus berdasarkan peraturan-peraturan yang ada, tidak bisa main seruduk atau main hantam karena konsekuensi yang akan meraka dapatkan bila melakukan kesalahan adalah hukuman baik ringan ataupun hukuman berat.

 

Hal tersebut menyebabkan kinerja PNS dianggap lambat, hal itu wajar saja karena PNS mencari selamat. Lebih baik tidak dikerjakan namun tidak ada masalah dibandingkan dengan dikerjakan secara cepat namun akan mendapatkan masalah dikemudian hari. itu salah satu prinsip yang ada di benak para PNS. Hal ini terutama untuk PNS golongan tua yang phobia dengan program reformasi Birokrasi. Sehingga saat akhir tahun, penyerapan anggaran masih amat minim.

 

Setelah terjadinya Reformasi birokrasi dan PNS dipenuhi oleh wajah-wajah muda dari berbagai macam perguruan tinggi negeri unggulan, sedikit demi sedikit wajah birokrasi di Indonesia mulai terlihat lebih baik. Hal ini terutama dapat dilihat dari kinerja kementrian keuangan yang dalam 10 tahun mampu meningkatkan pendapatan pajak mencapapai 400% dari pendapatan hanya 300 Triliyun sekarang sudah mencapai 1200 Triliyun. Namun sayangnya ketersebaran tenaga muda unggul ini tidak merata, kebanyakan mereka berada di kementrian pusat. Padahal cakupan wilayah kerja PNS amat lah luas bukan hanya PNS kementrian saja.

 

(bersambung lai…….)

 

spoiler untuk edisi selanjutnya..

Otonomi daerah menyebabkan sistem rekrutmen PNS daerah menjadi kacau sehingga SDM PNS daerah berbeda jauh dengan SDM kementrian Pusat.

One thought on “PNS (Di caci namun Di nanti) episode 1

  1. Benar mas, saya juga baru beberapa tahun terakhir ini jadi pns. Emang sih banyak cemoohan dan pandangan sinis, baik itu dari orang lain maupun kerabat dekat sendiri. Saya jadi kepikiran juga, kalau profesi ini banyak dihujat dan di maki, apalagi dipandang sebelah mata karena identik sebagi pekerja pemalas, korup dan banyak komentar jelek lainnya, siapa lagi yang bakal ngurus negeri ini?? mungkin kah yang ngurus negri ini di swastanisasi aj??🙂

    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s