Ibu, Istri dan Anakku ; Refleksi 26 tahun kehidupan

Refleksi 26 tahun kehidupan

Hari ini bertepatan dengan tanggal 28 september 2012, 26 tahun yang lalu saya dikeluarkan dari rahim orang tua yang telah saya diami selama 9 bulan lamanya. Selama 9 bulan itu saya tumbuh dari hanya gumpalan darah yang kecil lalu mulai membentuk gumpalan yang lebih besar lalu terbentuklah tangan, kaki, kepala, badan dan sebagainya. selama 9 bulan itu saya hidup dengan cara menghisap sari pati makanaan yang ada di dalam diri ibu saya. jadi bila dihitung usia kehadiran jasad saya di dunia berarti saya telah berusia 26 tahun 9 bulan, namun bila usia berdasarkan pada pada saat ruh saya di masukkan ke dalam badan, maka usia saya sekarang adalah 26 tahun 5 bulan. namun agar mudahnya, kita anggap saja usia saya di bumi ini diawali pada saat ibu saya mengeluarkan saya dari rahimnya.

Saya tidak inget proses yang terjadi pada ibu saya 26 tahun yang lalu, bagaimana lelahnya dia membawa saya kemanapun dia pergi selama 9 bulan hingga puncaknya dia harus mengeluarkan saya dari rahimnya. saya tidak bisa melihatnya saat itu, saya pun tidak inget bagaimana proses yang terjadi hingga akhirnya saya menghirup udara dunia secara langsung. saya pun tidak tahu bagaimana perasaan ibu saya saat itu. saya yakin saat itu dia merasakan sakit yang luar biasa berjuang untuk mengelurkan saya, namun saya yakin saat itu dia tetap tersenyum karena kebahagian yang di dapat saat telah resmi menjadi seorang ibu. saya pun tidak ingat kejadian 3 tahun kemudian, proses menyusui, buang air di popok, menangis setiap saat, pertama kali berdiri, kalimat pertama yang saya ucapkan, semuanya tidak saya ingat. namun saya yakin bahwa ibu saya mengingat semua moment-moment tersebut. bagaimana dia dengan lemah lembutnya mengganti popok saya, memberikan asi saat kapanpun saya mau, menggendong saya saat menangis, bercerita hingga saya tertidur. saya yakin saat itu ibu saya melakukannya dengan tersenyum walaupun lelah melanda seluruh jiwanya.

Ah kawan, benar sekali pepatah yang mengatakan bahwa “kau baru akan merasakan betapa besar peranan orang tua saat kau telah menjadi orang tua”. kawan, Pada bulan ini tepatnya 11 hari yang lalu, saya di amanahi oleh Allah SWT untuk membesarkan seorang gadis cantik yang bernama Aisyah Mahabbah Fiddini. sebuah amanah yang harus saya jalani sebagai salah satu cara untuk mendekatkan diri saya kepada Allah SWT. saya melihat bagaimana perjuangan istri saya selama 9 bulan mengandung, saya yakin dia merasakan letih yang luar biasa, tapi tidak pernah saya lihat guratan letih diwajahnya, dia selalu tersenyum karena bahagia akan menjadi seorang ibu. saya menemani dia saat akan menjalani proses persalinan, dia tetap tersenyum karena waktu itu akan tiba. dan akhirnya gadis cantik itu lahir ke muka bumi, senyumnya menawan membuat saya ingin selalu berada di dekatnya. kawan, ternyata membesarkan seorang anak itu tidak mudah, tidur kita akan berkurang, selalu terjaga untuk memastikan bahwa buah hati kita selalu dalam keadaan sehat. tiap jam kita bangun untuk mengecek pakaiannya apakah masih bersih atau tidak. walaupun letih namun istri saya tetap melakukan semuanya dengan wajah tersenyum karena sekarang dia telah bergelar Ibu.

Saya rasa tidak ada kebahagiaan terbesar seorang wanita selain saat dia telah bergelar ibu, kebahagiaan dia akan bertambah saat sang buah hati nya selalu sehat, cerdas, soleh dan berprestasi.

Ah kawan, saya memang tidak bisa mengingat kejadian 26 tahun yang lalu. namun saya bisa merasakan perjuangan dan kebahagiaan ibu saya saat itu saat saya melihat bagaimana perjuangan dan kebahagiaan yang istri saya dapatkan setelah memiliki gelar sebagai seorang Ibu.

ah kawan, bila saat ini kau masih memiliki orang tua, cintailah dia dengan setulus hati, do’a kan dia setiap hari tertutama setelah sholat yang 5 waktu. sesekali berbicaralah dengan dia, dengarkan cerita yang mengalir dari mulutnya, sesekali kau ceritakan tentang harimu tapi dengarlah lebih banyak. bila kawan tinggal di dekat rumahnya, maka berkunjunglah dengan rutin, cium tangannya, pijat kakinya niscaya dia akan bahagia. bila kawan tinggal jauh dari orang tua, rutin lah berkomunikasi walau hanya sesaat, tanyakan kabarnya niscaya dia akan selalu tersenyum sepanjang hari.

kawan, tak terasa usia saya telah 26 tahun. tak terasa saya telah menjadi orang tua. hidup itu akan terus berputar seperti bumi yang mengeliling matahari. putaran itu pasti akan terjadi karena bila putaran itu berhenti berarti kehidupan pun akan berhenti pula. bila kita anggap bahwa usia rata-rata manusia adalah 65 tahun, maka saya masih punya waktu 39 tahun lagi. bisa disebut lama bisa pula disebut sebentar. yang harus saya fikirkan adalah bagaimana caranya agar 39 tahun saya tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka mengumpulkan bekal untuk kehidupan yang lebih abadi kelak.

kawan, kehidupan dunia itu hanyalah kesenangan yang menipu seperti dalam surat al-hadiid ayat 20 “Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu”

Bandar Lampung, 28 September 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s