Ekonomi makro vs mikro (bagian 1)

Pagi-pagi saya sudah buka youtube dan mendengarkan kuliah umum bapak gita di Universitas udayana bali tentang investasi di Indonesia. Sebagai orang Kimia tentu saja isi kuliah tersebut sangat berbeda dengan kuliah-kuliah yang saya ikuti dahulu. namun Alhamdulillah karena saya suka membaca buku ekonomi dan juga berita-berita ekonomi maka isi kuliah tersebut cukup bisa saya cerna.

Ada beberapa hal yang saya dapatkan dari kuliah tersebut:
1. Dalam sistem ekonomi saat ini, hutang merupakan instrumen yang amat penting dalam melihat kestabilan ekonomi suatu negara. Boleh kita berhutang asalkan penghasilan yang di dapat bisa lebih besar dari pada jumlah hutang. Indonesia yang memiliki hutang mencapai 1800 Triliyun rupiah masih termasuk negara yang stabil karena rasio hutang terhadap PDB di bawah angka 30%, lebih kecil dibandingkan dengan jepang, amerika atau beberapa negara eropa yang memiliki rasio hutang/PDB lebih dari 100%.

2. Untuk menciptakan lapangan pekerjaan maka diperlukan investasi baik itu dari dalam negeri ataupun luar negeri, target investasi di Indonesia dalam 5 tahun ke depan adalah 10 ribu trilyun, sedangkan perbankan nasional hanya mampu menyediakan 4ribu triliyun rupiah artinya masih ada kekurangan 6ribu triliyun.

3. Ada 2 cara untuk mencapai target, yang pertama targetnya diturunkan dan yang kedua adalah mencari sumber investasi lain (luar negeri). untuk opsi pertama tidak bisa dilakukan karena bila nilai investasi dalam 5 tahun ke depan hanya 4ribu triliyun maka pertumbuhan ekonomi hanya ada di angka 4-5%, angka tersebut tidak cukup untuk menopang jumlah tenaga kerja baru. (setiap 1% pertumbuha ekonomi setara dengan 350 ribu lapangan pekerjaan). artinya bila target dikurangi 3% maka akan ada 1 juta pengangguran baru tiap tahunnya.

4. Opsi pertama tidak dapat dijalankan, karena akan menyebabkan ketidakstabilan sosial dan politik di masyarakat, oleh karena itu maka dipilihlah opsi ke 2 yaitu meningkatkan nilai investasi dari luar negeri. namun opsi 2 ini pun tak luput dari masalah karena adanya sentimen negatif dari para nasionalis yang merasa bahwa investasi asing itu sama dengan mengobok-obok sumber daya alam kita.

itu beberapa hal yang saya dapat dari ceramah pak gita, sebenernya pingin komen sih tapi nanti saja di bagian 2 karena sekarang saya harus mengerjakan hal lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s