Menjadi Ayah

Waktu terus berputar, tak terasa hampir 9 bulan saya telah bergelar sebagai seorang suami, suatu gelar yang memiliki tanggung jawab yang amat besar. Saat masih bujang, hidup saya dipenuhi dengan jiwa-jiwa kebebasan, ingin berkunjung ke tempat-tempat baru, ingin berpetualang, bertemu kawan untuk bercanda dan tertawa.

namun saat memiliki gelar sebagai seorang suami, akan terjadi perubahan dalam diri baik disadari maupun tidak disadari. kita akan menjadi lebih dewasa, hidup menjadi lebih terarah karena ada sesuatu hal yang ingin dicapai. Melindungi istri, memberi nafkah lahir dan batin, membina dia dan segala hal lainnya.

Seorang ustaz berkata, kenapa menikah itu merupakan setengah dari agama? karena sesungguhnya pernikahan itu adalah ibadah seumur hidup, saat ijab dan qobul telah dilakukan maka saat itulah tanggung jawab seorang laki-laki untuk mendidik istri dan membina keluarganya. Ibadah menikah berbeda dengan ibadah lainnya, misalkan shalat yang mana 5 menit usai, atau puasa dari pagi hingga petang, atau haji yang dilakukan selama 5 hari.

*suatu sore saat menunggu pesawat dalam perjalanan pulang ke bogor. I miss u my wife dan si jabang bayi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s