Sulitnya Menjadi Pengusaha di Indonesis “part 2”

melanjutkan pos saya sebelumnya..

2. Transportasi.
Salah satu kendala yang dihadapi oleh seorang pengusaha adalah dalam hal mendistribusikan produk ke konsumen. Proses pengiriman barang bukan hanya sekedar memasukkan barang ke dalam kendaraan lalu berangkat, lalu barang sampai di tujuan dengan selamat.Banyak proses yang dilalui pada saat pengiriman tersebut. contoh adalah seorang pengusaha pupuk di Lampung. Dia menemukan harga pokok pupuk di pabrik adalah Rp. 50/kg (pabrik di gersik), sedangkan harga jual di lampung sekitar Rp 350/kg. Sepertinya akan mendapatkan untung besar? ternyata tidak bisa, karena biaya transportasi dari gersik ke lampung sekitar Rp 290/kg. hanya untuk Rp 10 per Kg.
Kenapa biaya transportasi bisa mahal? bisa lebih murang bila dikirim dengan menggunkan tongkang, tapi bila menggunakan tongkang harus memikirkan biaya gudang, perizinan pelabuhan dll, jadi tetap biaya juga.
a. Infrastruktur jalan raya yang minim.
Untuk orang yang tinggal di kota-kota besar, kualitas jalan raya sudah sangat mempuni. hampir seluruh jalan telah di aspal sehingga kendaraan dapat mulus melaluinya. tapi pernahkan jalan ke daerah perkebunan? misalkan kebun karet, tebu, sawit atau derah pertambangan? jalannya sangatlah mantap. Kemarin saya ke derah mesuji, jaraknya hanya 40 km namun saya membutuhkan waktu hampir 2 jam untuk sampai ke lokasi, bukan karena macet tapi karena jalannya yang jelek. aspal sudah hancur, genangan air dimana-mana, jalan amblas dan segala rupa.
tidak usah jauh-jauh ke mesuji, salah satu kawasan industri di lampung adalah jl.sutami, disana banyak berdiri pabrik. tapi jalan untuk kesana sangatlah rusak sehingga bila sering lewat sana maka kendaraan harus sering-sering diperbaiki. maka perlu biaya lagi untuk melakukan perbaikan kendaraan.
bila jl.sutami dianggap terlalu jauh, coba lah anda lewat jl.soekarno hatta di lampung, itu adalah jalan utama di provinsi lampung, tapi jalannya sudah amat rusak dan telah berlangsung lebih dari 7 tahun. sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan adanya perbaikan.
Jalan rusak bukan hanya berpengaruh terhadap rangka kendaraan, tapi juga berpengaruh terhadap waktu tempuh. harusnya dalam 1 minggu bisa melakukan pengiriman hingga 3 kali, namun karena jalan yang rusak maka hanya bisa 2 kali bahkan 1 kali dalam seminggu. berapa kerugian yang diderita oleh pengusaha? selain itu, waktu tempuh yang lama akan mempengaruhi terhadap penggunaan BBM dan juga biaya perawatan kendaraan. intinya adalah UUD (ujung-ujungnya duit)

2. Calo/pungli/preman
Mereka itu adalah orang-orang yang menambah biaya pengiriman barang. keberadaan mereka itu sebarnya tidak lah berguna karena tanpa mereka pun pengiriman barang dapat berlangsung dengan baik. Meraka itu bisa berbaju resmi ataupun berbaju preman.
Bila anda menurunkan barang di pelabuhan, tentu saja ada izin yang harus anda lengkapi, bila izin tersebut belum selesai maka barang tidak dapat dikeluarkan dan terpaksa menginap di pelabuhan. menyimpan barang di pelabuhan itu memerlukan biaya yang besar. kadang kala ada oknum aparat yang berwenang mengeluarkan izin memperlama proses perizinan dengan harapan pengusaha itu memberi uang “rokok” terlebih dahulu baru izin tersebut keluar. karena budaya seperti ini maka seorang pengusaha harus bisa menghitung dengan cermat. melalui jalur resmi yang memerlukan proses yang lama atau melalui pintu belakang, semua itu berkaitan dengan uang. tinggal dihitung mana yang lebih murah antara biaya sewa gudang atau uang “rokok”
itu dipelabuhan, belum lagi dijalan raya. saat kendaraan melewati pos pemeriksaan maka ada biaya yang harus dikeluarkan, saat ada preman yang malak, uang lagi yang bicara. uang akan terus keluar dari semenjak barang itu dikirim hingga barang sampai di tujuan.

maka tidak aneh bila biaya transportasi di Indonesia itu amat lah mahal.

tapi meskipun begitu, menjadi pengusaha itu menyenangkan
bila tahu caranya

bersambung ke part 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s