Sertifikasi Halal.. Dulu dan Sekarang

Beberapa hari terakhir media sosial diramaikan tentang pengambil alihan sertifikasi halal dari MUI oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Isu yang ada kemudian melebar kemana-mana apalagi ditengah kisruh Fatwa MUI tentang penistaan yang dilakukan oleh salah satu calon gubernur DKI Jakarta.

Pada tulisan ini saya akan mencoba menjabarkan tentang kondisi yang sebenarnya terjadi. Semoga bisa menambah pengetahuan bagi yang baca, dan tentu saja saya juga membuka ruang diskusi.

Kita awali dengan Undang-Undang Nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang disahkan pada tanggal 17 Oktober 2014. Pada Undang-undang tersebut tepatnya pasal 4 dikatakan bahwa “produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di Wilayah Indonesia Wajib Bersertifikat Halal”, dimana pada pasal 1 poin satu dikatan bahwa produk adalah barang dan/atau jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat.

Kewajiban bersertifikat halal itu berlaku 5 tahun setelah Undang-undang disahkan tepatnya pada tanggal 17 oktober 2019. Jadi sebelum tanggal tersebut, sertifikasi halal belum wajib diterapkan di Indonesia.

Lalu muncul pertanyaan, kenapa belum wajib tapi perusahaan-perusahaan banyak yang sudah mensertifikasi halal produk nya? jawabannya adalah karena permintaan dari konsumen. Kita tahu bahwa lebih dari 80% penduduk Indonesia beragama Islam, sehingga saat akan mengkonsumsi suatu produk mereka terlebih dahulu melihat apakah produk itu sudah yakin halal atau belum.

Maka dari situlah maka MUI berinisiatif mendirikannya Lembaga Pengkajian Pangan, Obat dan Makanan (LPPOM) yang memiliki peran untuk mengkaji apakah suatu produk itu telah memenuhi aspek kehalalan atau belum. Setelah memenuhi seluruh persyaratan yang ada, maka LPPOM akan merekomendasikannya kepada MUI untuk dibuatkan fatwa bahwa produk tersebut halal.

Pada awal berdirinya, produk yang mengajukan sertifikasi masih sedikit, namun seiring meningkatnya pemahaman masyarakat tentang kewajiban untuk mengkonsumsi produk halal, lambat laun produk yang disertifikasi semakin bertambah banyak, hal tersebut tidak lain karena produk yang bersertifikat halal makin diminati masyarakat dan yang belum bersertifikat halal mulai ditinggalkan.

Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa sertifikasi halal pada saat itu bersifat sukarela, tiada lain tiada bukan bahwa produsen melihat bahwa pasar yang mereka tuju memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kehalalan sehingga bila mereka tidak memenuhi permintaan pasar dikhawatirkan produk mereka akan ditinggalkan. Maka dari situlah maka tiga pihak tersebut bertemu, Perusahaan-Masyarakat-LPPOM MUI.

Tentu dalam melakukan sertifikasi halal membutuhkan biaya, yang mana dibebankan kepada Perusahaan. Biaya dalam proses sertifikasi adalah suatu hal yang wajar, sama seperti proses sertifikasi lainnya seperti SNI, HACCP, ISO 9001, sertifikasi kompetensi dan sebagainya. Namun bila dibandingkan dengan jenis sertifikasi lainnya, sertifikasi halal yang dilakukan relatif murah.

Sebagai contoh adalah sertifikasi halal untuk IKM yang memproduksi makanan yang dikemas. Biaya nya meliputi transportasi, honor auditor dan biaya sertifikasi. Untuk transportasi dalam kota dapat dijemput oleh pihak perusahaan, honor auditor Rp 350.000 per orang (untuk UKM/IKM cukup 1 orang auditor), dan biaya sertifikasi sebesar Rp 1.000.000. Jadi total kira-kira Rp 1.500.000 IKM sudah bisa mendapatkan sertifikat halal. Untuk Industri besar biaya sertifikasi Rp 4.500.000, tambah auditor 2 orang (Rp 700.000) jadi total sekitar Rp 5.200.000.

Sekarang bandingkan dengan sertifiaksi SNI, dimana tarif nya sama baik untuk IKM maupun Industri besar, hal tersebut karena pada sertifikasi SNI menerapkan prinsip anti diskriminasi maksudnya adalah semua perusahaan yang mengajukan penggunaan logo SNI harus diperlakukan sama.

Biaya auditor Rp 2.000.000 perorang, anggota tim Rp 1.500.000 dikali dua hari total Rp 7.000.000 ditambah petugas pengambil sampel sebesar Rp 1.000.000 total sudah Rp 8.000.000, lalu ditambah dengan biaya sertifikasi sebesar Rp 3.300.000 dan biaya permohonan dan jasa audit tahap 1 sebesar Rp 1.500.000. Jadi sudah 12.800.000. Itu belum termasuk biaya uji laboratorium yang berkisar antara Rp 1.000.000 hingga Rp 3.000.000.

Dari situ dapat kita lihat bahwa sertifikasi halal yang dilakukan oleh LPPOM sangatlah murah bila dibandingkan dengan sertifikaasi SNI.

Disinilah kekhawatiran itu muncul, semenjak UU JPH disahkan, maka yang berwenang untuk mengeluarkan sertifikat halal adalah BPJPH (Harusnya sudah berdiri sebelum tanggal 17 oktober 2017 sesuai amant undang-undang), bukan lagi MUI. Pelaku usaha menjadi khawatir, apakah biaya sertifikasi halal akan mengadopsi LPPOM MUI atau akan mengadopsi sistem SNI?

Disisi lain, berdasarkan UU JPH, proses sertifikasi halal menjadi lebih panjang dan rumit karena banyak pihak yang terlibat. kira-kira beginilah mekanismenya (berdasarkan UU JPH)

Pihak perusahaan mengajukan permohonan sertifikasi kepada BPJPH, lalu BPJPH akan menunjuk Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) untuk melakukan proses audit. Hasil audit selanjutnya dikirimkan kembali kepada BPJPH, BPJPH mengirimkannya kepada MUI untuk meminta fatwa, lalu kembali ke BPJPH dan setelah itu sertifikat halal akan dikeluarkan.

Banyak pihak yang terlibat tentu akan membuat biaya sertifikasi akan semakin membengkak, dan biaya tersebut tentu saja akan dibebankan kepada produsen. Titik kritis lainnya adalah penunjukan LPH oleh BPJPH yang akan menimbulkan persaingan antara LPH (LPH boleh didirikan oleh siapapun asal memenuhi persyaratan yang ada, LPH harus diakreditasi oleh BPJPH), dimana persaingan tersebut dapat mendorong terjadinya pungli atau permainan ilegal lainnya.

Dua hal tersebut (tarif dan penunjukan) menjadi titik kritis yang harus dipikirkan oleh pemerintah saat membuat aturan turunan dari UU JPH (harusnya sudah terbit tanggal 17 oktober 2016, namun sampai saat ini belum juga terbit). Jangan sampai kewajiban sertifikasi halal menjadi beban baru bagi IKM dan UKM yang ada di Indonesia. Satu sisi memberikan jaminan kepada masyarakat, disisi lain membebani mereka dengan biaya biaya yang semakin banyak

Selamat pagi semuanya

From Land to Table

Kemarin, saya mengikuti sebuah seminar yang diadakan oleh FMIPA Unila, salah satu pembicaranya adalah Prof Kudang B.Seminar, Dekan Fateta IPB. Beliau berbagi tentang “High Performance Computing for Precision Agriculture.
 
Pembicaraan beliau dibuka dengan sebuah statmen
“Pertanian ibu bukan sekedar di kebun hingga panen lalu selesai, tapi pertanian itu meliputi dari pemilihan lahan, bibit hingga produk itu siap di meja” Lebih kerennya pake B.Inggris “From Land to Table” Bukan To table square square ya… kalau itu mah baju buat kampanye. Hehehehe….
 
Oleh karena itu maka setiap tahap harus dipersiapkan dengan matang. Salah satunya adalah dengan menyediakan data yang memiliki presisi yang tinggi. Bagaimana cara menyediakannya? Itulah peranan teknologi informasi agar dapat mewujudnyanya.
 
Salah satu contoh adalah pemilihan lokasi yang tepat untuk beternak ayam dengan menggunakan sistem “Boiler Closed House Farm” Ya kalau bahasa Indonesianya adalah Rumah Ayam sistem tertutup. Dengan menggunakan sistem ini, maka lingkungan sekitar ayam akan terjaga dengan baik, meliputi suhunya, kelembaban, pakan dan sebagainya. Untuk Bau dari kotoran ayam, akan dibuang dengan menggunakan blower.
 
Disitulah kendalanya, bau tersebut akan dibuang keluar sehingga akan membuat bau lingkungan sekitar. Oleh karena itu maka dibuatlah persyaratan lokasi yang diizinkan untuk mendirikan rumah ayam ini. Kira-kira ada 13 kriterianya, yaitu jarak ke sungai, jarak ke jalan, arah angin dan sebagainya.
 
Bila menentukan lokasi rumah ayam menggunakan ilmu kiro-kiro, susah lah, maka banyak kejadian rumah ayam ini didemo masyarakat karena mengganggu lingkungan sekitar. Solusinya adalah, menggunakan sebuah aplikasi yang mampu menerjemahkan ke 13 persyaratan tersebut ke dalam satu peta.
 
Jadi nanti, data sungai, jalan, dan sebagainya diolah oleh sebuah program, dibandingkan dengan kriteria yang ada sehingga muncullah lokasi merah, kuning dan hijau. Merah artinya tidak boleh karena tidak memenuhi sebagian besar persyaratan, kuning ada yang memenuhi namun rawan dan hijau artinya boleh.
 
Setelah melihat area-area pada peta tersebut, maka pengusaha ayam bisa lebih fokus saat akan melakukan survey lokasi pembangunan rumah ayamnya. Tentu saja dengan jaminan bahwa setelah berdiri, potensi didemo warganya akan berkurang.
 
Itu satu contoh, mungkin ke depannya, akan ada juga aplikasi yang mampu untuk menentukan tanaman apa yang pas ditanam di suatu daerah, cukup nyalakan HP dan aktifkan GPS, biarkan program yang berfikir untuk kita. Bila itu tercapai, maka potensi kegagalan saat bertani akan dapat diminimalisir.
 
Itu baru contoh dalam penentuan lahan, belum lagi penentuan bibit, panen, pengemasan, pemasaran hingga akhirnya bisa sampai di meja makan.
 
Namun kita stop dulu sampai disini, akan saya lanjutkan kapan-kapan…
 
Selamat Pagi..
Semoga anda mendapatkan manfaat dari tulisan saya ini

Cerita Sepasang Suami Istri

Ting tung… teroret… ting tung teroret… alakazum zum… alakazum zum… teroret… teroret…..

Tiba-tiba saja Putra “seorang eksekutif muda” kaget saat HP nya bergetar dan mengeluarkan nada dering yang beda dari orang kebanyakan. Di Layar tertulis nama “Yayangku tercinta”

Lalu diangkatnya telepon tersebut “halo sayang”

“Pah…….” tiba-tiba saja Dian berteriak kencang kepada suaminya melalu HP.. Hampir saja Putra jatuh dari kursinya saking kagetnya mendengar suara istrinya tersebut

Walaupun kaget, Putra masih mampu menahan diri, dan dia segera membalas teriakan istrinya tersebut dengan lemah lembut

“Ada apa sayang..?”

Ia selalu ingat pesan orang tuanya pada saat memutuskan untuk berumah tangga dulu..

“Nak.. dalam berumah tangga itu, salah satu harus menjadi penenang, bila yang satu sedang tinggi, yang satu harus merendah. Jangan dua-duanya meninggi, karena itu bisa berbahaya bagi keutuhan rumah tangga.”

Istrinya berkata dengan suara yang mulai memelan “Ini bagaimana sih, Dari dua hari yang lalu air ga keluar-keluar, aku jadi bingung. AIr di torent dah habis, Mau nyuci baju ga bisa, mau mandi harus minta dulu ke tetangga, mau masak harus pakai air galon. Ini bukan pertama kalinya loh air mati pah”

Putra menjawab “Iya.. iya, papa paham.. Ya udah papa telepon dulu petugas buat ngisi torrent, udah ya, papah masih ada tugas yang harus dikerjakan nih”

Istrinya menjawab “iya, jangan lama-lama air datangnya, kalau lama… awas aja” lalu HP pun dimatikan..

Setelah HP dimatikan, putra menghela nafas dengan mendalam. Ini bukan kejadian pertama dan pasti akan berulang-ulang kembali, air mati..

Tiba-tiba Budi datang menghampiri,

“Sorry nih bro… kenapa tuh muka, kusut amat? lupa disetrika ya tuh muka..? makanya, jangan baju aja yang disetrika, muka juga dong”

“sial lu bud.. ini nih, air dirumah gua mati lagi dah dua hari. Kebiasaan deh air mati… Jadi pingin pindah”

“wah.. kebetulan amat put, gw saranin, lu mending ngambil rumah di Bogor aja kaya gw.. di Bogor, air dari PDAM nya bagus, jernih, lancar, bisa langsung dimasak, kebetulan lagi, Ada orang yang lagi mau jual rumah di komplek VIyasa Valley, gw dah pernah kesana. Kompleknya asyik, sistem satu pintu, banyak Ruang Terbuka Hijaunya, AIr nya PDAM, ada satpamnya, lingkungannya masih bersih. Asyik dah kalau tinggal disana mah”

“ah bud, komplek kaya gitu biasanya jauh kemana-mana”

“ya elah putra, itu komplek deket pintu tol baranangsiang ataupun juga bogor baru, ke Botani Square deket, ke Kebun Raya deket, ke rumah sakit deket, kemana-mana deket lah”

“harganya mahal ga bud..?

“kalau harga, nya mah, untuk sekelas rumah kaya gitu, masih miring lah.. Apalagi orangnya baik, katanya sih bisa nego-nego, asal ga afgan aja…”

“Emang siapa yang jual rumahnya? luas rumah dan tanahnya berapa?”

“luas bangunan 40 m2, tanah nya 101m2, dua kamar, dah di tralis,yang jual namanya Karim Abdullah, kalau lu mau, gw bisa kasih nomornya ke lu..”

“boleh deh bud, berapa nomor HP nya?”

“Tunggu bentar ya…. 0856247272170.. bisa Wa juga katanya”

“thxs berat ya bud… kebeneran, rumah yang gw tempatin sekarang, sewanya dah mau abis, bonus akhir tahun juga dah mau keluar.. kayanya cukup dah tabungan ma bonus buat DP tuh rumah”

“oh ya put, kalau jadi, bilangin ya, lu dapet info dari gw.. dia bilang, kalau laku, yang bantu bakal dapat komisi yang lumayan:

“oke deh bud.. makasih ya”

Pindang Patin dan Mpe Mpe Lampung

Lampung kaya akan berbagai macam kuliner yang lezat-lezat, namu rata- rata makanan tersebut sudah dimodifikasi menyesuaikan selera penikmatnya. Hal tersebut perlu dilakukan karena penduduk lampung terdiri dari berbagai macam suku seperti Jawa, Palembang, Padang, bali dan tentu saja Lampung Itu sendiri.
 
Dari sekian banyak kuliner yang tersedia, Ada dua makanan faporit yaitu Pindang patin dan Mpek-mpek. Kalau pindang yang enak itu ada di rumah makan new LG, deket stadion pahoman. Harganya pun terjangkau hanya Rp 20.000 per porsi belum pakai Nasi. Kalau mpe-mpe paporit adalah mpe mpe satu dua tiga (123). Harganya Rp 5000 per satu mpe mpe kecil, kalau kapal selam Rp 20.000
 
Ngomong ngomong kapal selam, orang Jerman, Korea Selatan itu kalah ma orang Palembang dan Lampung. Orang Jerman setahun paling bisa bikin 2/3 atau 10 kapal selam, lah orang palembang ma Lampung, sehari bisa bikin kapal selam sampai 100 an, dahsyat ga tuh.
 
Kalau mau nyicipin tuh makanan, tinggal datang aja ke Lampung, gampang dah ke Lampung mah kalau dari Jakarta, naik pesawat bisa, bus bisa, bawa mobil sendiri juga bisa. Masalah ongkos mah ga perlu khawatir, relatif murah meriah dibandingkan ke papua.
 
Apalagi kalau peneliti, dosen, perekyasa, bisa sambil ikutan acara seminar nasional riset dan industri ke 2 yang diadakan oleh Baristand Industri Bandar Lampung. Tinggal submit abstraknya, terus lapor ma PPK nya buat nyairin anggaran perjadin Seminar, cair, berangkat deh.
Sekalian seminar, sekalian makan pindang dan mpe-mpe. Kurang nikmat apa coba. Perut kenyang, angka kredit ditangan. Nah Kalau orang kantor minta oleh-oleh, mpe-mpe nya bisa dibungkus juga ko, pake kemasan vakum jadinya lebih awet.
 
Kalau mau nanya tentang pindang dan mpe mpe bisa ma Karim Abdullah di no WA 085624772170, kalau info tentang seminar bisa di http://www.laboratoriumbaristandlampung.com. Bisa juga ngikutin fans page nya seminar di Seminar Riset dan Industri 2
 
Salam dari mpe mpe dan pindang patin

Grand Design Kehidupan

Fragme-Fragmen Kehidupan..
 
Beberapa orang diberi kemampuan lebih dalam menjalani kehidupan ini, mereka mampu melihat potongan-potongan kejadian yang ada kemudian merangkainya menjadi sebuah gambaran besar sebelum membuat keputusan-keputusan dalam hidupnya.
 
Laksana pemain catur yang sudah memikirkan 3,4,5 bahkan sepuluh langkah ke depan dan juga telah mengantisipasi langkah-langkah yang akan dilakukan oleh lawan.
 
Namun lebih banyak lagi dari Manusia yang tidak mampu untuk merangkai kejadian-kejadian yang anda menjadi sebuah gambaran utuh, yang ada adalah mereka merespon segala sesuatu secara spontan. Hal ini biasanya akan menyebabkan terjadinya penyeselan dikemudian hari.
 
Di subuh yang syahdu ini, marilah kita belajar untuk melihat segala sesuatu itu secara utuh, jangan sampai tanpa kita sadar, kita selalu menjadi bidak dalam permainan orang lain.
 
Bilapun kita menjadi bidak, kita harus mampu membaca arah permainan yang terjadi, grand design apa yang sedang berjalan. Hingga suatu saat, kita bisa meloncar dari sekedar bidak menjadi orang yang menentukan permainan..
 
Selamat pagi semuanya
Selamat berpuasa
 
 

Kelahiran Nabi Musa

Ceramah sebelum taraweh kemarin malam yang saya ikuti cukup berkesan, Berkaitan dengan keyakinan kita bahwa Allah SWT telah merencanakan segala sesuatu itu secara luar biasa bagi para hambanya..
 
Ceritanya tentang kelahiran nabi musa di zaman Fir’aun.. Sebenarnya saya sudah membaca dan mendengarkan kisah tersebut berkali-kali dari semenjak kecil, namun dalam ceramah tadi malam, ada prespektif baru yang saya dapatkan.
 
Saat ibu nabi musa Galaw karena melahirkan anak laki-laki, beliau mencari solusi bagaimana cara untuk menyelamatkan anaknya tersebut agar tidak dibunuh oleh Fir’aun. Dalam kegalawannya tersebut, Lalu Allah SWT malah memerintahkan Ibu nabi Musa untuk Membuat kotak, lalu memasukkan bayi nya tersebut ke dalam kontak dan menghanyutkannya ke sungai Nil.
 
Sebuah solusi yang tidak masuk akal, kalau saat itu ada ratusan profesor lalu mendengar solusi tersebut, tentu saja mereka akan menolak ide gila tersebut. Bukannya akan menyelamatkan sang bayi, yang ada malah bisa saja bayi tersebut mati tenggelam di sungai nil.
 
Disinilah ujian keimanan bagi Ibu Nabi Musa, Keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT lah sang pembuat rencana terbaik akhirnya membuat Ibu Nabi Musa melaksanakan perintahnya tersebut.
 
Akhirnya bayi tersebut masuk ke dalam kotak, dialirkan ke sungai Nil, kemudian masuk ke Lingkungan Istana, diambil lah Bayi itu oleh Istri FIr’aun.
 
Disinilah juga kuasa Allah SWT dalam membolak-balikkan hati manusia, seorang Fir’aun yang bengis, merasa dirinya tuhan, membunuh hampir semua bayi laki-laki yang lahir dimasanya, namun Allah SWT lah sebaik-baik pembuat rencana, dibalikkan sedikit hatinya fir’aun, sehingga bukannya dibunuh bayi tersebut, yang ada malah dipelihara di dalam Istana.
 
Keajaiban tidak berhenti sampai disitu, seorang bayi tentu membutuhkan untuk meminum Susu, dan pada akhirnya yang menyusi Nabi Musa tetaplah sang Ibu.
 
LIhatlah, saat di awal, Allah SWT memberikan solusi yang tidak masuk akal, hanya orang-orang beriman dan bertaqwa lah yang akan melaksanakannya. Namun Saat kita menjalaninya dengan baik, maka kebahagiaan diakhir telah menunggu. Seindah kisah nabi Musa yang akhirnya tetap disusui oleh Ibundanya tercinta.
 
Hikmah yang bisa kita petik adalah Kadang ketika menghadapi musibah, kita selalu mengutuki keadaan, menyalahkan orang-orang dan hal-hal negatif lainnya. Padahal dibalik musibah tersebut, ALLAH SWT sedang menyiapkan skenario lain yang jauuuuuuuuuuuh Lebih Indah, tinggal apakah kita dapat bersabar dalam menjalaninya atau tidak…
 
Selamat pagi Semuanya..
 
Mari salurkan Zakat, Infaq dan Shadaqah Anda
Hubungi
Karim Abdullah
085624772170
 

Petani Harus Dimuliakan, Stop Impor (Katanya..)

[Sekitar tahun 2006]
 
Pagi itu, saat sedang khusyu mendengarkan penjelasan dari dosen di ruang kuliah, Hp saya bergetar, lalu saya buka dan tertulis di layar (saya lupa kalimat pastinya, tapi kira-kira seperti inilah)
 
“Segera berkumpul di gerbang ganesha, kita akan berangkat ke Jakarta”
 
Sempat berfikir beberapa saat, apakah tetap lanjut kuliah atau ikut ke Gerbang ganesha,? Namun ternyata otak dan jiwa saya memilih pilihan ke dua. Saat dosen sedang menghadap ke papan tulis, segera saja saya ke luar kelas membawa semua perlengkapan kuliah.. Maafkan saya bapak dosen… T.T
 
DI gerbang Ganesha sudah berkumpul puluhan orang beralmamater hijau serta juga bus yang sudah siap untuk berangkat. Lalu saya memasuki barisan, setelah sebelumnya melaporkan diri kepada korlap.
 
Setelah tidak ada lagi yang ditunggu, maka kita pun segera menaiki bus dan bergerak menuju Jakarta. Di dalam Bus, Korlap memberikan arahan tentang rencana aksi kita hari itu.
 
“Hari ini kita akan bergerak ke arah Tugu Tani (kantor kementrian perdagangan), Kita akan longmarch bersama kawan-kawan dari BEM IPB, perkumpulan petani dan beberapa Ormas dan Lembaga lainnya. Tujuan kita adalah menuntut Menteri Perdagangan untuk menghentikan rencana impor beras. Karena sesungguhnya, apapun alasannya itu, impor beras akan sangat merugikan Petani”
 
Sesuai dengan yang direncakan, sesampainya di Jakarta (kalau tidak salah kita berhenti di Istiqlal), kita shalat zuhur terlebih dahulu, lalu bergerak ke arah Tugu Tani sambil diiringi lagu-lagu perjuangan mahasiswa.
 
skip… skip…skip…. (cerita detail demonya nanti aja ya, seru loh)…
 
Magrib pun menjelang, Bus yang membawa kita meluncur membelah padatnya kota jakarta dengan Tujuan bandung…
 
Lalu waktupun bergerak sepuluh tahun kemudian, tahun 2016. Terdengar pemerintah membuka kran impor berbagai macam komoditi pertanian dan peternakan, Daging, Bawang, gula bahkan beras. Namun tidak terdengar ada demonstrasi yang menyuarakan penolakan atas segala macam impor tersebut..
 
Mungkin masyarakat masih terbius dengan Perkataan seorang Capres pada 2014 yang lalu yang berkata “Petani harus dimuliakan, stop impor” lalu beliau turun kesawah untuk menanam bibit padi..
 
Seandainya, bila capres yang berkata seperti itu memenangkan pemilu kemarin, saat ini seharusnya petani sudah menjadi orang-orang yang mulia, dan impor segala macam produk pertanian berkurang…
 
Selamat pagi semuanya….
Semoga kesabaran menaungi seluruh rakyat Indonesia
 

Zakat, Infaq dan Sadaqah

Alhamdulillah kita telah memasuki hari ke tiga di bulan Ramadhan tahun … Semoga kita diberi kelancaran dalam menjalani Ibadah Puasa di Bulan ini, serta juga lancar Tarawihnya, Lancar Shalat Malamnya dan Juga Tadarusnya…

Selian itu, Di Bulan Ramadhan juga di wajibkan kepada kaum Muslimin untuk membayarkan Zakat FItrahnya, Semoga kita diberi Kelapangan Rezeki dan Hati untuk menunaikan Salah satu kewajiban Tersebut.

Selain Itu, alangkah baiknya bila di Bulan ini kita juga memperbanyak Sadaqah, Infaq dan juga Wakaf sebagai bekal kita nanti di Hari Akhir..

Bila membutuhkan bantuan/Info tentang Zakat, Infaq, Sadaqah dan Wakaf, Jangan segan untuk menghubungi saya.I.Allah saya siap membantu untuk menyalurkan zakat, infaq dan Sadaqah sahabat semua..

Terima Kasih

Karim Abdullah
Tlp/WA 085624772170

Pencarian Belahan Jiwa

Masa lalu…
Gara-gara dimasukkan ke dalam sebuah grup WA yang berisi kawan-kawan SMA, tiba-tiba pikiran melayang ke perjalanan hidup selama 15 tahun terakhir dalam rangka pencarian pasangan hidup..
Seumur hidup saya, sepertinya saya tidak pernah ditolak oleh wanita, ya soalnya saya emang ga pernah nembak juga… Cem PSSI yang setahun terakhir ini ga pernah terkalahkan disegala ajang kompetisi baik se-asia tenggara, asia apalagi dunia.. Ya bagaimana mau kalah, tanding aja ga pernah…
Kalau suka sama lawan jenis sih ya pernah lah, baik pas zaman SMA, Kuliah ataupun setelah lulus kuliah.. tapi ya gitu, sebatas suka atau ngecengin aja, selebihnya saya berusaha untuk menjaga hati.. (Sedap…)
Soalnya kalau saya suka sama seseorang itu, saya mikirnya terlalu jauh.. Jadi ya gitu deh..
Saya suka sama dia…
Kalau gitu saya harus PDKT…
Kalau PDKT butuh modal…
Nah abis PDKT, terus saya tembak
Kalau ditolak, sakit hati..
Kalau diterima, berarti saya pacaran
Kalau Pacaran, berarti tiap hari/minggu kudu jalan
Kalau jalan, berarti keluar modal
Udah gitu, kalau pacaran pegangan tangan
Atau lebih dari itu .. bikin dosa deh…
Belum lagi, kalau dah pacaran lama, tahu-tahunya putus.
Sakit hati deh… nangis, sedih…
Terus diulangi lagi ke tahap satu lagi…
Ya gara-gara mikirnya gitu terus, jadi ya kalau suka sama seseorang, udah disimpen aja dalam hati.. walaupun kadang kala bocor juga… wkwkwkwkwkw
Alhamdulillah…
Begitu sudah siap secara hati, finansial, dan kejiwaan..
Ya Jodohmah ga kemana…
Sekali taaruf..
Ketemuan keluarganya
Lamaran…
Nikah deh..
Alhamdulillah ada yang mau juga ma saya…
Wkwkwkwkwkwkw….
Tapi kalau ada yang masih suka kekeh bagaimana saya ketemu istri saya, ya saya jawab aja gini
“Magrib2 lagi do’a di masjid, minta jodoh…
Tiba-tiba suara petir menggelegar…
Eh abis itu di luar masjid keliatan ada bidadari yg kesakitan.. Ternyata sayap nya kesamber petir..
Buru2 aja saya selamatin..
Saya obatin lukanya
Terus saya bawa ke penghulu deh..”
Udah gitu aja….
Selamat Malam